
Rere mulai sangat terampil dalam memasang dasi suami nya itu, melihat pemandangan dari mata nya Varo hanya bisa terus tersenyum menatap Rere, bagaimana gadis yang dulu nya yang dia cap dengan pembawa sial sekarang adalah pembawa kebahagian bagi kehidupan nya ini.
"Nah sudah mas" ujar Rere menatap suami nya itu dan tersenyum.
"Makasih"
Cup..
Varo mengecup sekilas bibir merah muda istri nya yang lembut itu, Rere pun juga membalas ciuman itu kembali kepada Varo. Seperti yang di duga Varo pun membalas kembali dengan ciuman yang menuntun lebih dalam lebih perlahan.
Drt... drt...
Getaran HP milik Varo membuat Rere tersadar dari aksi suami nya itu, Rere mendorong dada bidang suami nya menjauh.
"Mas udah kan mau kerja, itu juga telpon nya bunyi terus" ujar Rere mengusap bibir nya dengan tangan nya.
Ck..
Varo berdecak dengan kesal dan menyambar HP nya yang ada di atas meja itu dengan kasar.
"Menganggu saja" gumam Varo menatap HP mahal keluaran terbaru itu di tangan nya.
Di sana tertera nama Kulkas berjalan atau yang dapat diketahui itu adalah Reno si asisten nya, Varo langsung mengangkat telpon itu.
"Ada apa? kau menganggu ku!" bentak Varo dengan kesal kepada Reno.
"Maaf kan saya tuan tapi ini sangat penting, produk yang akan kita luncurkan di pasar internasional yang bekerja sama dengan perusahan Asia serikat terancam batal, karena para kolega bisnis tertarik dengan produk dari perusahaan intel D" tutur Reno menjelaskan dengan tenang.
"Apa maksud mu dengan perusahaan intel D? Deren sudah kita jebloskan ke penjara siapa yang menjalankan perusahaan itu!" bentak Varo dengan kaget kepada Reno.
"Seperti nya putri tuan Deren, Amanda abamsya tuan" selidiki Reno.
__ADS_1
"Sial tidak anak tidak bapak apa mereka mau cari jalan instan ke neraka dengan melawan perusahaan William. Reno kau tetap jalankan pemasaran produk baru kita ke pasar internasional, kita tidak butuh para kolega bisnis bodoh itu, karena William Group bisa menjalankan nya sendiri, nanti akan kita bicarakan lagi di kantor" perintah Varo kepada Reno.
"Baik tuan"
Tut.. tut..
Varo mematikan ponsel nya dan menghirup udara dan membuang nya dengan kasar serta mengusap wajah nya dengan frustasi, tiba-tiba dari belakang ada tangan mungil istri nya memeluk pria itu dari belakang.
"Mas apa ada masalah?" tanya Rere dengan lembut.
Varo mengelus tangan istri nya yang melingkar di pinggang nya itu, dan membalikan badan nya agar menghadap kepada istri nya, lalu memeluk erat gadis itu, Varo menenggelamkan kepala nya di sela bahu Rere sambil mencium aroma istri nya yang membuat diri nya candu itu.
"Tidak apa-apa hanya ada sedikit masalah di kantor" ujar Varo yang masih memeluk istri nya.
"Semangat yah mas, Rere yakin mas Varo pasti bisa selesaiin masalah nya secara mas Varo ceo William group yang terkenal itu bukan? yang sering diomongin dan di banggain dengan kepintaran serta ketampanan nya, tapi Ceo tampan ini punya aku haha" tawa gadis itu dengan bahagia.
"Aku memang tampan, dan Ceo tampan ini memang punya kamu seorang" sambil mencubit hidung istri nya itu dengan gemas.
"Jangan cemberut jadi pengen mas gigit haha, kalo mas tau kamu jodoh mas mungkin waktu kamu kecil udah mas culik dan mas bawa kesini" terang Varo dengan tawa renyah nya.
Rere yang merasa mood suami nya itu telah membaik juga ikut merasa senang dan bahagia.
"Jangan begitu, nanti di katain pedofil kalo beneran dari kecil" sambung Rere sambil menggelengkan kepala nya.
"Biarin kata orang begitu, yang mas dengerin cuman kata kamu" tutur Varo yang mampu membuat gadis itu kembali terasa di lambungkan tinggi ke udara karena rayuan suami nya.
"Modus, yaudah ayo makan pasti daddy sama mommy udah nungguin" ajak Rere menuju lift rumah itu dan masuk ke dalam nya menuju lantai dasar.
'Mommy ya? aku seperti nya harus minta maaf' batin Varo.
Saat ini di ruang makan sudah ada keluarga mereka yang lengkap disana, tidak ada yang berbicara saat sarapan itu berlangsung hanya suara dentingan sendok serta kunyahan makanan yang terdengar saling sahut menyahut, Rere merasa ada sedikit ke canggungan yang terjadi antara mereka. Sarapan pun di lewat kan dengan keheningan sampai selesai. Shinta berdiri dari duduk nya dan menuju keluar mansion, Varo mengikuti mommy nya itu.
__ADS_1
"Sayang tunggu sebentar aku akan berbicara dengan mommy" ujar Varo mengecup kening istri nya dan berlalu pergi.
Rere hanya bisa bingung menatap keadaan itu, di meja makan masih ada Adrel yang menatap langkah putra nya menjauh.
"Daddy apa Rere boleh bertanya?" kata Rere dengan sopan kepada ayah mertua nya itu.
"Tentu Rere" ujar Adrel dengan tersenyum.
"Rere hanya bingung, ini hanya perasaan Rere atau memang seperti nya mommy dan mas Varo sedang berselisih?" ujar Rere berkata dengan pelan takut ia berkata dengan salah.
"Kau tidak perlu merasa canggung bertanya seperti itu, kau sekarang keluarga kami masalah mereka juga masalah keluarga kita, mereka berdua hanya terlalu menyayangi mu dan memilih berseteru dengan argumen masing-masing tentang apa yang baik dan tidak baik soal kejadian kemarin, terlebih juga karena mommy juga sangat sedih melihat mu ketakutan, hal itu mengigatkan nya kepada Chelsea kala kejadian dua tahun lalu itu" terang Adrel berusaha menjelaskan kepada menantu nya.
Adrel menceritakan beberapa hal yang membuat Shinta dan Varo berdebat kecil semalam, Rere tidak mengetahui karena dia kemarin sehabis kejadian itu hanya tertidur karena ketakutan.
Di sisi lain
Di depan sebuah air mancur tingkat lima yang tinggi bewarna putih itu, air yang mengalir sangat bersih, di depan air mancur ada seorang wanita yang sedang duduk di kursi taman dengan suasana yang di selimuti banyak bunga dan asri di sekitarnya.
"Mommy" panggil Varo mendekat dan duduk di samping mommy nya.
"Ada apa? kau tidak berangkat kerja" ujar Shinta dengan heran menatap anak nya.
Varo mengegam tangan mommy nya itu dengan hangat, lalu menatap dalam wajah yang masih cantik di usia senja nya itu, wanita itu adalah hal yang paling berharga bagi nya dan juga istri nya.
"Maafkan Varo kejadian kemarin mom, Varo seharusnya mengerti mommy" ujar Varo menatap sendu manik mata mommy nya.
"Varo bukan nya mommy melarang kau melakukan hal yang kau sukai, mommy hanya takut, Rere dan kau saat ini adalah kebahagian terbesar mommy, jadi tolong jaga dia, masalah kemarin mengigatkan mommy kepada Sea adikmu" Shinta tersenyum dengan getir menahan air mata nya.
"Baiklah mommy, Varo berjanji akan menjaga Rere dan tidak mengecewakan mommy kali ini" Varo memeluk tubuh mommy nya dengan kasih sayang.
'Aku berjanji, aku berjanji akan mengungkap kasus Sea, mommy tolong bersabar lah sedikit lagi'
__ADS_1