Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 52-WAKTU BAGIAN MALL


__ADS_3

"Mmm baiklah,"ujar Reno memahami ucapan istri nya.


Yah mungkin Anggun ingin melakukan suatu hal, tapi satu yang terlintas di benak nya, pria itu akan melihat siapa saja yang berani mendekati wanita nya saat ini, Reno mengeluarkan kartu hitam nya lalu menarik tangan Anggun.


"Untuk mu,"ujar Reno.


"Tapi Aku juga memiliki nya, tidak usah,"ujar Anggun memberikan lagi Black card itu.


Sebenarnya Anggun juga baru membuat Black card milik nya karena perusahaan yang Dia jalan kan lebih memiliki hasil yang maju dari pada saat di pimpin Papa Lumuis dahulu, keberhasilan itu membuat Anggun ingin membuat Black card.


"Itu uang mu, kalau ini uang suami mu, beli apa saja yang kau ingin kan, jangan menahan nya, karena Aku akan memberikan semua yang Aku miliki untuk mu, walaupun itu juga nyawa ku,"ujar Reno kembali memeluk tubuh kecil istri nya itu.


"Yaudah iya, makasih loh Hubby,"ujar Anggun tersenyum.


"Kiss dulu, ga usah makasih, kiss,"ujar Reno memanyunkan bibir nya ke depan Anggun.


Wanita itu tertawa melihat tingkah Reno, lalu mencium bibir pria itu sekilas tapi Dia lakukan berkali kali, karena kalau tidak Reno pasti akan menahan ciuman itu, Anggun tidak mau hal itu terjadi karena mereka lagi di tempat umum.


Cup..


"Udah monyong itu bibir,"ujar Anggun tertawa melihat Reno.


"Yaudah ayo balik,"ujar Reno menarik tangan istri nya keluar cafe itu.


Di sisi lain Samuel, Alice dan Lenka sedang berjalan menyusuri mall, Samuel berjalan dengan tatapan kedua orang yang ada di depan nya yaitu Alice dan Lenka, tangan nya Dia masukan ke saku celana nya.


"Pokok nya Lenka mau banyak,"ujar gadis itu sudah tidak sabar.


"Iya seterah Lenka, kan yang bayarin bukan Kak Alice haha,"ujar Alice kepada gadis kecil itu.


Saat mereka sedang berjalan tiba-tiba seorang pria menepuk bahu Alice yang sedang mengendong Lenka, sontak Alice memutar badan nya dan menatap pria yang menyapa nya.


"Sayang, kamu di sini?"tanya Alice dengan raut wajah bahagia nya.


"Iya, habis dari kampus, kamu mau kemana?"tanya pria itu yang dapat di ketahui pacar dari Alice.

__ADS_1


"Aku kirain kamu pergi sama sahabat kamu, Ayo mumpung di sini nonton,"ujar Alice dengan senang itu.


"Tapi itu anak kecil ikut juga?"tanya pacar Alice dengan bingung.


"Berdua dong,"ujar Alice menurunkan Lenka dan memberikan nya kepada Samuel.


Seketika Samuel yang mendengar percakapan itu merasa tidak terima, padahal Alice sudah berjanji kepada diri nya agar menemani nya pergi dengan Lenka, tapi apa ini dengan enak nya Dia malah mau pergi dengan pacar nya itu.


"Hei, Al mana bisa begitu,"ujar Samuel kesal menatap Alice.


"Sam, Ayo lah, jarang-jarang ada kesempatan Aku jalan dengan pacar ku, benar kan sayang?"tanya Alice menatap pria itu dengan penuh tanya.


"Eh iya benar,"ujar pria yang bernama mark itu canggung menatap Samuel.


Padahal mah Samuel lebih muda dari Lu Mark kok takut sih, soal nya si Sam natap nya tajem benar kayak mau nelan itu cowo maka nya Mark merasa sedikit dag dig dug hati ku.


"Terserah,"ujar Samuel mengandeng tangan Lenka lalu pergi dari sana.


Mark hanya bisa menatap jauh kepergian pria itu yang membuat nya sedikit merinding dengan tingkah Sam yang tidak dapat di perkirakan.


"Sepupu Aku, yaudah biarin kita pergi ayo,"ujar gadis itu mengandeng tangan Mark dengan senang.


Sementara itu Samuel pergi ke toko aksesoris yang menjual berbagai hal seperti boneka, pakaian, serta gelang kalung pokok nya begituan, Sam melirik Lenka yang tampak antusias.


"Kamu mau apa?"tanya Samuel kepada gadis itu.


"Unicorn,"ujar Lenka mendongkak kan kepala nya menatap Samuel.


Pria itu yang tidak tahu harus membeli apa mengambil troli dan menaikan Lenka di dalam nya.


"Kamu mau unicorn yang mana?"tanya Samuel sekali lagi.


"Gatau bingung, pikir dulu boleh tidak?"tanya gadis kecil itu memegang dagu nya yang tampak lucu.


Samuel yang tidak ingin berlama-lama itu mendorong troli nya dan memasukan semua barang yang penting ada unicorn nya dari berbagai jenis, sehingga Lenka yang mendapatkan banyak boneka dan aksesoris unicorn itu hanya kegirangan.

__ADS_1


"Ada lagi?"tanya Samuel.


"Itu,"tunjuk Lenka pada sebuah gelang bewarna hitam yang di tengah nya ada lambang bulan sabit.


"Tapi ini bukan unicorn,"ujar Samuel heran.


"Mau itu!"teriak Lenka dengan tegas.


Pria itu mengambil nya lalu membayar semua belanjaan mereka, sesuai dengan janji nya, menggunakan Black card milik Samuel, yuk bisa Lenka porotin terus si Sam nya sampai miskin, Samuel menenteng paper bag yang banyak sambil mengandeng tangan gadis itu agar tidak hilang.


"Ini buat kak Sam,"ujar gadis itu memberikan gelang hitam tadi dan memakai kan nya ke pergelangan tangan Samuel yang mengegam tangan nya.


'Murahan, tapi tingkah nya ga ada mirip nya sama kakak cantik,' batin Samuel yang hanya menerima dengan anggukan.


Mereka menuju parkiran mall dan memasukan semua barang nya, Lenka sudah di pasangkan selt belt di kursi penumpang itu, saat Samuel ingin masuk ke mobil seorang wanita berpakain seksi datang menghampiri Samuel.


"Sayang, apa kabar?"tanya wanita berpakaian seksi itu.


"Oh Albora, kita putus, lanjutkan percabangan mu dengan Om-om itu, lagi pula Aku sangat suka menjadikan mu bahan eksperimen pisau baru ku, jika kau masih berada di depan mata ku saat ini,"ujar Samuel to the point.


Wanita itu seketika menengang, si@l bagaimana Samuel bisa tahu Dia memiliki Daddy sugar, tapi bedanya Daddy sugar nya ubanan gendut haha banyak duit tapi, Lenka menatap Samuel yang berbincang itu lalu pria itu masuk meninggalkan wanita itu yang tampak mematung.


"Kak Sam, pacar kak Sam kayak kak Alice yah?"tanya Lenka.


"Kau masih kecil, apa itu pacar, harusnya tidak tahu,"ujar Samuel heran yang fokus dengan mobil nya.


"Lenka tidak tahu ugha, tapi tadi kak Alice bilang pacar bukan?"tanya Lenka mengingat kejadian tadi.


"Oh otak mu cepat berproses, gadis pintar,"ujar Samuel menjalankan mobil nya.


Mereka semua akhirnya sampai di mansion dengan Reno dan Anggun, soal nya janjian dulu mau balik bareng, kalo Reno banyak bawa cemilan sedangkan Samuel bawa paper bag mainan punya Lenka.


"Sam, sekarang kau pegang paper bag mainan, mana tauan nanti kayak Aku bawa belanjaan,"ujar Reno tertawa melihat Samuel yang seperti Baby sister itu.


"Bacot,"ujar Samuel masuk ke mansion di ikuti langkah kecil kaki Lenka.

__ADS_1


'Ga banget kalo jilat ludah sendiri'


__ADS_2