
Anggun yang agak telat beberapa menit dari pertemuan itu karena Dia harus menemani Jason, lalu gadis itu langsung pergi ke hotel Alferoz, tempat mereka akan menandatangi kontrak, Anggun berlari keluar dari mobil sport nya tidak sempat menganti pakaian formal kerja nya, dengan tergesa-gesa Anggun mengedarkan seluruh pandangan nya di restoran hotel itu.
"Dimana mereka, apa mereka juga belum tiba, dan Chen Fei kemana?"ucap Anggun kesal menghubungi asisten nya itu.
Gadis itu memilih duduk di kursi yang telah di pesan untuk pertemuan mereka, Anggun melirik ponsel nya yang ternyata ada pesan dari Chen Fei, ternyata gadis itu ada di lantai atas untuk menjemput Tuan Kim, Anggun menunggu beberapa menit lalu Kim Jeon datang di meja makan itu.
"Nona Edward, maaf terlambat,"ucap Jeon menunduk merasa bersalah.
"Tidak apa-apa Tuan Kim, saya juga baru datang,"ucap Anggun berbasa basi.
"Begitu, apa Tuan Alferoz sudah sampai?"ucap Jeon melirik kursi lain.
"Seperti nya Dia akan telat juga,"ucap Anggun tersenyum ramah.
Sekitar beberapa puluh menit mereka menunggu akhir nya Reno datang dengan di dampingi oleh Keenan itu, pria itu tanpa basa basi langsung mengeluarkan dokumen untuk di tanda tangani.
"Tuan Kim dan Nona Edward, seperti nya ini semakin malam, saya tidak bisa berlama lama dan berbasa basi, langsung saja,"ucap Reno menyerahkan dokumen itu.
"Baiklah Tuan Alferoz,"ucap Jeon yang menyetujui hal itu.
Mereka langsung menandatangi kontrak itu, begitu pun Anggun yang juga langsung menandatangi kontrak, mereka akhir nya sepakat dan saling berjabat tangan satu sama lain.
"Dengan begini kerjasama kita akan berlangsung,"ucap Keenan yang memimpin pembicaraan itu.
"Semoga kita bisa bekerja baik satu sama lain Tuan Alferoz,"ucap Jeon menjabat tangan Reno.
"Saya juga, kalau begitu saya pamit,"ucap Anggun yang terlebih dahulu pergi dan di ikuti Chen Fei.
__ADS_1
Kim Jeon yang melihat Anggun itu, langsung pamit dan berlari mengajar gadis itu, hingga mereka berdua tiba di parkiran, Kim Jeon menahan tangan Anggun, sontak Anggun yang terkejut itu langsung memukul tangan Jeon yang membuat nya kaget.
"Akh astaga maaf Tuan Kim, saya kira siapa,"ucap Anggun kaget meminta maaf.
"Haha tidak apa-apa Nona Edward, panggil saja Jeon sangat tidak nyaman jika memanggil nama belakang,"ucap pria itu tersenyum manis kepada Anggun.
"Baik Jeon, jadi ada urusan apa Anda menahan Saya?"ucap Anggun yang masih berbicara normal itu.
"Anggun, Aku ingin mengatakan sesuatu mungkin ini terdengar aneh, tapi beberapa minggu kita bertemu dalam kerjasama ini, kau membuat ku sangat tertarik dan Aku menyukai mu, besok Aku akan kembali ke korea, karena kerjasama kita akan segera selesai, jadi apa kau mau pergi kencan dengan ku?"ucap Jeon dengan berani mengatakan itu kepada Anggun.
"Aku,"jawaban Anggun terpotong.
Sebuah tangan kekar menarik tangan Anggun dan mencengkram kuat tangan kecil nya, ternyata pria itu adalah Reno yang mendengar pembicaraan mereka.
"Maaf Tuan Kim, tapi Nona Edward sudah memiliki suami,"ucap Reno mengatakan itu dan langsung pergi tanpa kata lain.
Jeon yang mendengar jawaban itu seketika kaget dan mengerutkan kening nya merasa heran mendengar jawaban yang setengah setengah itu, Anggun yang tangan nya di tarik sangat kuat itu hanya terus memberontak.
Pria itu seolah-olah tuli tidak mendengar rintihan kesakitan dari istri nya, mereka masuk ke dalam mobil Reno, mobil itu memacukan dengan cepat hingga tiba di mansion.
"Sakit, Hubby!"teriak Anggun yang terus berusaha mengatakan itu.
Mansion terlihat tidak ada siapa pun, ternyata Anggun baru ingat kalo orang tua mereka akan pergi ke reuni kampus malam ini bersama, hanya Alice yang ada di mansion itu dan gadis itu saat ini sedang di kamar.
Reno membuka pintu kamar nya dengan kuat, dan menarik tangan Anggun dengan kasar, tangan gadis itu Dia lepaskan dan membuat Anggun berhadapan lurus di depan Reno saat ini.
"Aku sudah bilang jangan mempermalukan nama keluarga! Cukup kau selingkuh dengan Jason, sekarang kau tebar pesona dengan rekan kerja mu, apa yang harus Aku katakan kepada mu, Aku tidak bisa berbicara kotor seperti mulut mu itu,"ucap Reno dingin dengan mata yang ingin membunuh siapa pun.
__ADS_1
Suasana kamar yang remang-remang dan cuaca gerimis membuat suasana terasa sangat tegang, kerongkongan Anggun terasa tercekat ketika Reno mengatakan nama Jason.
"Apa maksud mu?! Aku tidak pernah selingkuh dengan Kak Jason!"teriak Anggun kepada pria itu.
Reno melangkah kan kaki nya ke laci meja dekat kasur, dan mengambil beberapa lembar foto, lalu melemparkan nya ke wajah Anggun dengan kasur, Anggun yang menerima lemparan itu kaget dan melihat foto yang berserakan di lantai, dan ada foto yang juga malam itu di saat Dia hampir berciuman dengan Jason.
"Jadi apa kau masih menyangkal?"ucap Reno kepada gadis itu.
"Aku bisa jelaskan, ini tidak seperti apa yang kau kira,"ucap Anggun dengan suara bergetar.
"Jelaskan? Apa yang mau di jelaskan Aku melihat kalian, sungguh moment yang sangat romantis bukan,"ucap Reno dengan suara mengejek.
Entah apa yang di pikirkan Reno, masalah yang Dia pendam kali ini sudah tidak dapat Dia tahan lagi terlebih masalah terjadi dua kali saat di cafe ada Jason dan yang kedua Jeon yang mendekati Anggun secara terang-terangan entah kenapa membuat nya sangat marah dan emosi.
"Aku bilang ini tidak sesuai dengan perkataan bodoh mu itu!"teriak Anggun dengan suara serak nya.
"Aku melihat foto ini adalah bukti nyata, apa kau sangat ingin di cintai banyak pria, hingga harus memiliki nya banyak, apa Aku saja tidak cukup!"teriak Reno yang tidak kalah emosi nya.
Anggun berjongkok dan mengambil foto itu, dengan tatapan dan air mata yang terus mengalir Anggun melempar foto itu kembali dengan kasar ke wajah Reno.
"KAU BO*DOH, BUKAN AKU, JIKA KAU MEMANG SEORANG YANG PINTAR, SEBAIKNYA CARI TAHU JUGA APA YANG KAMI BICARAKAN! APA SIKAP KU SELAMA INI BELUM BISA MEMBUAT MU MENGERTI HAH?!"
"AKU BERKATA JUJUR"
"OTAK MU TIDAK BERFUNGSI DENGAN BENAR DAN HANYA MENUTUP TELINGA UNTUK MENDENAGAR KEBENARAN NYA,"
"KAU KAYA, PASTI MAMPU MENYELIDIKI SAMPAI SAMPAI DENGAN PERCAKAPAN KAMI, BUKAN HANYA FOTO INI!"
__ADS_1
Anggun mengatakan itu dengan suara berteriak dan mata yang memerah, Reno yang tersadar itu dengan kesal pergi dari kamar itu dan menutup pintu nya dengan kasar.
"Si*al"