
Markas Aeros
Di sebuah ruangan bernuansa hitam itu beberapa banyak komputer dan alat canggih lainnya, terdapat seorang anak kecil duduk berjongkok di atas kursi di depan banyaknya komputer itu. dia mencari sesuatu apa yang patut di cari dan mengetik apa saja dengan cepat. tidak ada yang tau apa yang ia kerjakan dibantu oleh beberapa orang dewasa yang juga fokus kepada beberapa komputer.
kring.. kring.. kring..
suara ponsel memecah dan membuyarkan konsentrasi bocah itu yang sedang fokus dengan hal yang sedang ia lakukan. ia berdecak dengan kesal dan memutar kursi putar kerja nya itu ke sebuah meja yang terdapat beberapa hp miliknya itu.
ckk
'menganggu saja, padahal ini sangat menarik untuk di amati' batin bocah itu.
'hosh hosh'
Terdengar nafas yang memburu di balik ponsel itu.
"Tuan sam" kata seorang pria di seberang telpon sana.
"ada apa kau menelpon ku! aku sudah bilang aku sangat sibuk, jangan telpon aku jika tidak penting, jika kau menelpon ku mengatakan hal yang tidak penting aku akan menggantung mu di atas tiang markas!!!" teriak bocah itu mendekati suara nya ke ponsel agar bawah nya itu mendengar perkataan nya.
"Tuan dia beraksi, dia menyerang nona Rere! tetapi dia kembali tidak turun tangan, dia hanya menyuruh para tikus tikus itu" kata bodyguard itu dengan suara yang nyaring.
Samuel yang mendengar itu turun dari kursi kerja nya, ia mulai fokus mendengar pembicaraan itu. Samuel tersenyum smirk.
'Sepertinya ini mulai sangat menarik' batin samuel.
"Apa kau berhasil menangkap tikus tikus itu?" kata Samuel.
"Ya tuan saya berhasil menangkap dua tikus itu" kata bodyguard itu.
"God job, langsung bawa kedua pria itu ke ruang eksekusi" kata Samuel lalu mematikan ponsel nya itu.
"Kevin antar kan aku ke RS"
'aku yakin pria itu butuh informasi'
Samuel melangkah kan kaki nya dari ruangan itu. di ikuti oleh Kevin dari belakang. Kevin adalah asisten pribadi Samuel, pria itu juga memiliki otak yang pintar tetapi Samuel lebih di atas pria itu dan menempatkan dia sebagai asisten nya atas keputusan Samuel sendiri. ia yakin Kevin sangat bisa membantu nya dalam memecahkan berbagai kasus keluarga William.
__ADS_1
Mobil yang di supiri oleh Kevin, membelah jalanan ibu kota yang nampak sudah gelap itu menuju RS The internasional of william.
Di dalam mobil.
"Kevin apa menurut mu, dia sedang mempermainkan kita hanya dengan menyuruh peran pembantu tampil?" tanya Samuel yang menatap ke arah jalanan luar yang ramai di malam hari itu.
"Seperti yang kau bilang tuan Sam, dia seperti nya tidak ingin langsung terlibat dan turun tangan" timpal Kevin yang menyetujui perkataan Samuel.
...----------------...
Di RS the internasional of william
Ruang UGD
Nampak seorang gadis cantik terbaring lemah dengan wajah dan bibir yang nampak memucat, ia banyak kehilangan darah akibat tusukan yang ia dapatkan di perut itu. Gadis itu nampak di bantu selang pernafasan dan beberapa alat yang terpasang rapi.
di luar ruangan.
'hiks hiks'
Flasback on•••
Clara melihat dari jauh seseorang yang seperti nya terus menatap Rere itu. Mereka terlihat mencurigakan bagi Clara yang terus menatap ke arah mereka. Dua pria itu turun dari motor dan mengeluarkan pisau dari sebalik jaket yang mereka kenakan, pisau itu hampir menusuki perut rere.
Bruk
"Rere anak kamu gapapa kan" kata Clara dengan khawatir akibat ia mendorong Rere ke aspal dan terjatuh.
Seketika tubuh Rere bergetar hebat kala melihat perut sahabat nya itu mengeluarkan darah yang begitu banyak. Darah itu terus mengalir, Rere seketika linglung dan tidak tau harus berbuat apa dan begitu juga dengan Anggun. Para penjahat itu dilumpuhkan oleh kedua bodyguard milik Rere, mereka sudah berusaha menggapai dengan cepat ke tempat nona mereka berada, tetapi dengan jarak yang cukup jauh dan keadaan yang mereka kira kondusif dan aman mereka tidak terlalu dekat dengan nona nya itu agar tidak merasa risih. Ke termenungan kedua sahabat clara buyar saat Alisa berteriak dan menangis histeris melihat keadaan Clara yang bersimbah darah itu.
"mommyy!!!!!!" teriak gadis itu dengan sangat kencang sampai sampai membuat beberapa warga yang tinggal disana berdatangan dan melihat dari jauh.
"hiks hiks"
"mommy bangun, jangan tinggalin alica lagi mommy, bangun mommy jangan bobo" gadis itu menangis dengan pilu ia memegang perut Clara yang mengeluarkan darah itu gadis itu seolah-oleh ingin memasukan kan kembali darah yang terus mengalir keluar itu.
"Jangan kelual otey, jangan nanti mommy sakit" kata gadis itu dengan khawatir dan terus memegang perut Clara, sehingga membuat baju Alisa juga terkena darah milik Clara.
__ADS_1
"Apa yang kalian lihat tolong panggilkan ambulans untuk teman ku" teriak anggun kepada orang orang yang melihat mereka dan menjadikan tontonan.
"Baik mbak"
Seorang warga pun memanggil ambulans.
Clara sudah tidak sadarkan diri lagi, gadis itu sudah terlelap ke dalam alam mimpi nya dengan tenang. ia tidak tahu bahwasan nya saat ini orang orang tengah mengkhawatirkan nya.
Ambulans belum juga sampai, alisa, anggun dan rere masih setia menemani clara yang terbaring itu. Alisa mengambil ponsel nya yang terjatuh dari saku baju milik Clara dan kembali menelpon nomor yang satu satu nya yang ia miliki.
Tut... Tut
panggilan tersambung..
"Daddy mommy tolong"
"jangan panggil dia mommy!" kata axel kembali.
Kali ini gadis itu tidak mendengarkan daddy nya itu, saat ini ia sangat ketakutan melihat bagaimana Clara di tusuk oleh seseorang yang tidak ia kenal di depan gadis kecil itu.
"Daddy!! mommy beldalah mommy banyak darah mommy tusuk picau daddy, daddy kecini! cepat kecini daddy hiks hiks, daddy alica takut mommy tinggal alica lagi. cepat bawa mommy daddy" Perkataan Alisa terdengar sangat pilu bagi semua orang sekitarnya yang mendengar perkataan anak kecil itu.
Axel langsung berdiri ketika alisa mengatakan sesuatu hal yang mengejutkan itu. telpon milik alisa di minta oleh anggun agar anggun bisa berbicara lebih jelas.
"Clara dalam perjalan RS milik tuan varo, dia di tusuk orang pak, kalo bapak ingin menjemput alisa datanglah kesana" anggun mematikan ponsel itu.
pip
Karena ambulans sudah sampai dan mengantarkan mereka ke rumah sakit.
"Maafin aku cla, maafin aku, kenapa harus kamu bela belain gantian aku cla kenapa"
Bersambung...
Kayak nya misi mecahin konflik udah mulai nih, pada penasaran ga, haha mulai dari sini kayak nya bakal tau siapa aja tikus tikus yang merangkap jadi buronan samuel yah.
jangan lupa like,coment, dan vote.
__ADS_1