Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHSUUS)


__ADS_3

Setelah pernikahan mereka, kehidupan Michele jauh lebih bewarna, dan apartemen yang selalu Dia tinggali sendiri dan sepi, sekarang ketika Dia bangun pagi suara berisik terdengar dari dapur.


"Ukh...,"


Michele merengengkan badan nya, melihat di samping kasur yang kosong, pria itu langsung menuju ke kamar mandi membersihkan diri nya, setelah beberapa menit selesai pria itu langsung kembali ke kamar dan aneh nya baju nya sudah ada di atas kasur dan itu membuat nya tersenyum simpul.


"Enak punya istri, padahal Dia masih muda tapi sudah sangat cekatan, tadi masih di dapur dan sekarang baju ku sudah ada saja,"ujar Michele langsung memasang pakaian formal nya itu.


Pria itu menuju dapur tempat sang istri memasak, istri kecil nya itu sangat cekatan dengan afron yang mengikat pinggang nya dan rambut nya yang di sanggul ke atas menambah kesan ibu rumah tangga.


Grep..


Pria itu tiba-tiba memeluk Alice dari belakang yang sedang fokus itu, tentu Alice sedikit kaget akibat pelukan yang tiba-tiba itu, wanita itu mendengus lalu berkata.


"Tolong suami ku duduk yang sopan, istri mu ini masih memasak sarapan,"ujar Alice mengatakan itu kepada Michele agar segera melepas pelukan nya dari belakang.


"Morning kiss dulu, baru Aku duduk,"ujar Michele mengatakan itu.


Dengan sabar Alice membalikan badan nya dan meletakan spatula nya lalu mencium kening pipi hidung dan mata serta bibir pria itu tidak lupat akibat ciuman Alice.


"Morning suami, kau sangat tampan, akh pria dewasa memang sangat hot,"ujar Alice cengegesan dan membalikan badan nya lagi lalu siap untuk melanjutkan masakan nya.


"Tentu Aku bisa lebih hot di ranjang,"ujar Michele duduk di kursi meja makan itu dengan tenang.

__ADS_1


Ponsel atau pun kegiatan lain seperti membaca koran yang di lakukan pria lain di pagi hari tidak membuat Michele tertarik kecuali menatap istri nya memasak itu, Alice memasak makanan sederhana lalu meletakan nya dua piring di meja.


"Aku membuat nasi goreng udang plus saus asam manis, ini masakan indonesia, kak Anggun yang mengajarkan nya, kata nya kakak suka masakan ini, oh iya itu juga karena persedian kulkas kita yang kosong dan hanya ada bahan bahan yang terpikir kan untuk membuat ini, nanti Aku akan belanja setelah selesai kuliah, lain kali kalau sudah selesai mandi panggil Aku yah, Aku akan membantu memasang dasi,"ujar Alice terus berceloteh seperti kebanyakan istri lain nya.


Pria itu hanya tertawa kecil, lalu melanjutkan makanan nya, sesuap pria itu mencoba menyamakan selera istri nya dengan diri nya, tentu untuk Michele yang asli Italia sarapan dengan nasi itu akan membuat nya sangat kenyang, tapi entah kenapa pria itu seketika masakan istri nya sangat enak di lidah nya.


"Asalkan kau yang memasak, seperti nya lidah ku tidak akan pernah menolak, kau sangat pintar memasak sayang, sangat langka gadis cantik yang hebat di dapur serta di ranjang,"seringai Michele menatap Alice yang hanya menahan malu akibat godaan suami nya itu.


Mereka saling bercerita, awal pernikahan adalah hal yang manis mereka rasakan karena segala nya di sini mereka berbagi, setelah selesai makan pria itu mengeluarkan black card nya dari dompet dan memberikan nya kepada Alice.


"Ini pegangan untuk mu, Aku tahu kau bukan gadis boros, tapi Aku mengizinkan mu jika kau ingin membeli apa yang kau sukai,"ujar Michele mengatakan itu.


Dengan kaget Alice menerima kartu itu, gadis itu kaget bukan karena tidak pernah melihat atau memegang nya tapi gadis itu tidak tahu kalau suami nya sekaya itu.


"Karena Aku merasa Aku memang jarang membeli apa yang Aku mau, Aku juga tidak memiliki barang barang atau mobil terbaru karena tidak punya uang, tapi Aku merasa itu sangat membuat ku jadi semakin di lirik banyak wanita haha,"ujar Michele menatap istri nya.


"Iya tahu dengan suami ku kan tampan,"ujar Alice memayunkan bibir nya.


"Tampan nya kamu,"ujar Michele dengan alay membuat Alice tertawa juga.


Entah pembicaraan random apa mereka selalu membuat mereka tertawa satu sama lain, Alice menuju kamar mandi dan langsung menganti baju untuk kuliah karena ada kelas pagi, mereka berangkat bersama dan Alice di antar oleh Michele.


Di dalam mobil menuju kampus, Alice melihat Michele yang dari rumah sudah memakai jas dokter nya serta kaca mata nya, pria itu sangat tampan dengan bentukan wajah seperti lukisan indah yang terpahat rapi.

__ADS_1


"Kau sangat tampan memakai jas dokter, sayang apa Aku boleh membangun perusahaan ku sendiri?"tanya Alice mengatakan itu.


Michele yang fokus dengan setir mobil nya tersenyum lalu mengusap puncak kepala Alice.


"Aku selalu mendukung mu, jika itu membuat mu bahagia, selagi itu baik,"ujar Michele.


"Yasudah Aku behenti kuliah dan menjadi istri yang baik, bagaimana?"tanya Alice sekali lagi.


"Kau yakin? Tapi pendidikan setidaknya adalah hal yang terpenting kau itu istri ku yang pintar, sangat sayang melewatkan bakat mu di bidang bisnis, Aku juga mendengar nya Reno meminta mu menjadi Direktur setelah S1 mu bukan, Aku mendukung, asal kan kau bisa membagi waktu,"ujar Michele dengan panjang lebar nya.


Entah kenapa hati Alice menghangat perkataan Michele adalah hal yang terbaik, dulu setiap pria yang Dia pacari selalu mengkoreksi dan mengatur apa yang bagus untuk nya, tapi Michele berkata Aku akan selalu mendukung keputusan mu, bukan kah kata-kata itu adalah hal yang paling indah bukan?


"Terimakasih, memang kau suami ku yang di kirim dari surga, kau sangat memahami ku,"ujar Alice mengatakan itu dengan senang.


Tidak terasa waktu mereka berbincang mengantarkan mereka sampai di kampus Alice, pria itu membuka pintu untuk istri nya lalu mengecup bibir gadis itu sekilas dan mengengam tangan nya.


"Aku ada jadwal operasi sayang, itu memakan waktu sampai beberapa jam lama nya, dan jadwal nya ada dua, maaf jika Aku pulang telat atau tidak bisa menjemput mu,"ujar Michele dengan raut sedih mengusap kepala sang istri.


"Kok mellow sih, Aku bangga loh kamu bisa nyelamatin orang, semangat yah and fokus jangan mikirin Aku, nanti Aku akan memasak makan malam dan menunggu mu,"ujar Alice berjinjit dan mencium bibir suami nya lalu berlari menjauh.


Michele melihat punggung istri nya menghilang di sebalik ramai nya mahasiswa dan mahasiswi lain nya.


'Padahal ini baru hari kedua setelah pernikahan kami, Aku masih sibuk maaf kan Aku Al,'

__ADS_1


__ADS_2