
'Aaaaa'
teriak seorang suster yang berteriak sangat kencang dan menggema keseluruh ruangan itu. saat suster itu ingin mengecek kondisi pasien nya, tetapi bukan melihat pasien nya yang tertidur dan berbaring. ia malah melihat pasien nya itu menggantung di langit langit kamar dengan tali yang terikat pada leher nya.
Adrel yang menghabiskan waktu nya yang sekitaran dua jam untuk meredakan emosi dan mengurus adiknya itu. ia kembali dan menuju RS untuk melihat keadaan putri nya itu. saat ia melangkahkan kaki dengan biasa. tiba tiba ia berlari dengan cepat saat ia mendengar teriakan seorang suster dari ruang inap anak nya. adrel membuka pintu dengan kasar, ia membuka hendel pintu itu dengan kuat.
'Brak'
"Sea" lirih adrel, seketika badan adrel lemes melihat keadaan anak dan putri semata wayang nya itu.
shinta dan varo yang pergi sekitar sepuluh menitan itu kembali untuk melihat putri nya pun. saat ia melihat adrel terduduk di lantai dengan lemas betapa terkejut nya shinta melihat keadaan chelsea itu.
"Tidakkk, sea apa iniii"
"manusia jahat kalian, apa yang kalian pada putri ku"
"daddy apa ini"
"tolong katakan sesuatu"
kata shinta menguncang-guncang tubuh suami nya itu. adrel yang melihat itu langsung memeluk istri nya dengan tangis yang sangat pedih dan pilu untuk mereka berdua.
'hiks hiks'
teriak histeris shinta. ia tak sanggup melihat keadaan putri nya yang seperti itu. sedangkan varo tidak dapat berkata kata, hanya air mata yang lolos dari pipi nya menandakan ia sedang menangis.
'akan aku bunuh! akan aku bunuh' batin varo saat ini ia tidak dapat berpikir jernih dengan keadaan. ia sudah dikuasai emosi saat melihat ini.
Para dokter menurunkan chelsea. mereka memeriksa keadaan nya. dengan terpaksa dokter megatakan bahwasan nya, nyawa putri dari tuan william sudah tidak dapat lagi di selamatkan.
"Tuan maaf nyawa nona chelsea tidak dapat di selamatkan" kata dokter itu dengan wajah yang tertunduk.
"Bajingan"
'Bugh'
__ADS_1
Adrel memukul dokter yang menangani putri nya itu dengan kuat. ia tidak bisa menahan emosi yang memenuhi diri nya saat ini. rasa sakit dan kehilangan putri semata wayang nya membuat ia membabi buta memukul dokter itu yang sudah terkapar penuh luka.
"Aku membayar mu, tapi kenapa kau tidak mampu menyelamatkan putri ku"
"bajingan"
adrel terus mengukung dokter itu dan memukul nya dengan sangat kuat.
"daddy sudah!!! ini sudah cukup, mungkin sudah jalan takdir untuk keluarga kita" kata shinta dengan suara bergetar berusaha melepaskan pukulan suami nya.
'Grep'
adrel langsung memeluk istri nya itu. ia menumpahkan seluruh kesedihan nya itu. rasa sakit ini hal yang tidak dapat ia tahan lagi. rasa sakit seorang orang tua saat melihat anak anak nya tersakiti, dan lantas chelsea lebih sangat tersakiti.
"sayang, kenapa takdir mempermainkan kita? kenapa harus chelsea yang mendapatkan takdir tragis itu?"
"kenapa sayang?"
"aku sangat sakit, hati ku sangat sakit melihat putri ku yang selalu ceria dan tersenyum tiba tiba terbaring kaku dan pucat"
"setidak nya mengambil ku saja, kenapa harus putri kita"
Kata demi kata yang keluar dari mulut adrel, terdengar sangat pilu dan menyayat hati. ia tidak dapat membendung air mata yang terus turun dari mata nya.
"daddy sudah, bukan hanya kau yang sedih kita semua juga sedih kehilangan chelsea, ada aku, dan varo. jangan mengatakan hal buruk lagi, hal yang terbaik saat ini kita harus ikhlas atas kepergian nya" Shinta berusaha memeluk dan menenangkan suami nya, ia berusaha bersikap dewasa dan bertahan agar rasa sakit yang ia rasakan juga tidak timbul kepada keluarga yang lain.
"Tuan maafkan saya sekali lagi, saya bukan tuhan yang bisa menyelamatkan putri anda" kata dokter itu lirih dan mengeluarkan sebuah kertas dari saku jas dokter nya dan memberikan nya kepada adrel.
"apa ini?" kata adrel
"Seperti nya itu milik nona chelsea, saya menemukan nya di saku baju pasien" kata dokter itu.
Adrel yang ingin membaca surat itu seketika terhenti saat varo merebut dan membaca surat itu.
'Daddy, mommy, kak varo aku menyayangi kalian. maaf kan aku memilih jalan paling terburuk dalam hidup ku, aku bukan sudah wanita baik baik lagi. aku sudah jadi wanita kotor, aku tidak sanggup hidup dalam mimpi buruk ini, jangan bersedih. aku menyayangi kalian.
__ADS_1
-chelsea'
varo yanb sehabis membaca surat itu melempar kan kertas itu ke lantai dengan kasar.
"tidak mungkin adik ku seperti, dia sudah berjanji akan terua tetap hidup. apa kau sedang mempermain kan ku sea. cepat bangun! aku tidak akan memafkan mu, kali ini candaan mu sangat tidak lucu bagiku!" teriak varo menguncang guncang tubuh adik nya yang sudah kaku itu.
"ti ti tidak mungkin sea menulis ini" kata shinta hati nya terasa sakit membaca tulisan dan surat yang ditinggal anak nya itu.
"apa yang dia katakan, dia putri kita seburuk apapun diri nya" lirih adrel mencengkram surat itu.
...----------------...
Saat ini keluarga william tengah berduka atas kehilangan putri semata wayang mereka. pemakaman pun berlangsung hanya di datangi oleh orang orang terdekat. adrel menutup semua akses media agar tidak tersebar hal buruk yang akan mencemari nama putri nya itu. pemakaman berjalan dengan khusyuk. disana maria juga hadir, sampai sekarang ia belum tahu kalo putra nya yang menyebabkan kematian cucu nya itu.
Setelah pemakaman usai.
maria menghampiri shinta yang duduk di tepi makam anak nya.
"shinta jangan terlalu terpuruk atas kepergian sea, jika dia melihat mu seperti ini dia pasti sangat sedih" kata maria mengelus punggung menantu nya itu.
shinta hanya diam dan menatap terus makam putri nya. maria yang merasa tidak mendapat jawaban seketika berbicara kepada adrel.
"adrel dimana rian? kenapa dia tidak menghadiri pemakaman sea" kata maria.
"bunda, tolong jangan sebut nama kotor anak mu di depan kami" kata adrel yang seketika rahang nya mengeras mendengar nama rian. saat adrel yang kembali ke rumah sakit untuk mencari tahu kebeneran, bukan hal itu yang ia dapatkan tetapi ia malah mendapati putri nya terkulai sudah tak bernyawa.
"apa maksud mu, dia adikmu adrel. walaupun kalian tidak sedarah" kata maria.
"nenek sebaiknya diam" kata varo, mungkin varo saat ini bisa bersikap tenang. ia juga berpikir tidak ada gunanya ikut membentak nenek maria, sedangkan itu bukan kesalahan nya tetapi kesalah putra nya.
flasback off.
**Bersambung...
Jangan lupa like:)
__ADS_1
coment juga vote nya**.