
"Bajingan lepaskan aku, apa maksud semua ini!" umpat deren yang terus meronta-ronta minta di lepaskan ikatan nya itu.
Flasback on•••
Di dalam kamar Varo bersandar pada kasur, ia melihat istri nya itu sudah tidur karena kelelahan akibat menangis, mata sembab itu. Sangat tidak tega bagi Varo melihat orang yang paling ia cintai merasa sedih.
Send a massage 📩
Bocah iblis | : Terimakasih tuan, selanjut nya
serahkan kepada ku.
Varo | :Sebaiknya kau kerjakan dengan baik.
Bocah iblis |: Tentu.
Varo |: Karena aku mengikuti ide gila mu istriku juga sampai terluka!
Di ruang gelap bernuansa serba hitam penerangan yang minim hanya satu lampu disana, ruangan itu dibuat dengan bentuk yang seperti itu agar tidak jelas sangat mengesekusi mereka satu persatu. Samuel bersiul dengan senang dan bersuka cita karena apa yang di rencanakan nya telah berhasil. Ia melihat beberapa tikus terikat dan pingsan di depan nya.
"Astaga lihat mereka tertidur dengan nyenyak ha ha, pengeksekusian kalian akan di tunda sampai besok pagi. Jadi tertidur lah yang nyenyak para umpan" titah Samuel dengan tersenyum smirk kepada para tawanan nya yang tengah pingsan.
Samuel melangkahkan kaki nya ke luar ruangan itu dan menutup pintu nya, siapa pun mungkin tidak ingin tinggal di ruang eksekusi markas Aeros terlebih di samping mereka terdapat kandang hewan buas yang sengaja tidak di berikan makan, untuk menakuti para tahanan dan mungkin saja ada yang pernah dimakan.
krek..
Decitan pintu itu tertutup dengan sangat jelas.
"kevin buatkan aku susu hangat sebelum tidur, seperti nya aku harus meminum banyak susu agar cepat tinggi seperti mu" kata Samuel yang berlalu pergi ke kamar nya.
"Baik tuan" ujar kevin.
__ADS_1
Flasback off•••
Pagi hari nya saat para tawanan masih tertidur, Samuel bangun dengan semangat dan sudah duduk di depan mereka, disana juga ada Varo dan Rere. Sebenarnya Varo tidak ingin mengajak Rere terlebih saat Varo sangat paham bagaimana cara dan karakter Samuel saat mengseksekusi tawanan nya itu, tetapi Rere tetap bersikukuh ia juga ingin mendengar kebenaran dari mulut orang tua nya itu saaat Varo menjelaskan kemana iya mengajak ayah Rere tadi malam untuk di bawa pergi.
Varo duduk di sebuah kursi sofa yang panjang di tengah dirinya, di sisi kanan dan kiri ada Samuel berserta Rere. Sisanya Reno, kevin dan para bodyguar berdiri dari belakang mengawasi mereka.
"Tuan Varo apa kita akan membangun kan mereka? atau mau menikmati buah ini dulu" kata Samuel menyodorkan sekeranjang buah-buahan itu.
"Di tempat yang bau amis, dan darah ini dengan nikmat nya kau mengigit buah itu, aku tidak sudi" ketus Varo mendorong keranjang itu menjauh.
Ceo william itu tidak habis pikir, bagaimana ia bisa mengunyah makanan di tempat yang tidak pernah di bersihkan oleh bekas darah? dan tempat pembantaian ini. Bocah yang iya pekerjakan berbading terbalik dengan ayah nya dulu yang pernah menjabat sebagai ketua Aeros sikap pria itu tetap berwibawa serta hangat walau ketua geng berdarah dingin ini, tidak seperti Samuel yang haus dengan kasus dan mencari-cari kesalahan orang lain dan mengeksekusi nya dengan cara yang seperti itu lah.
"Kakak cantik apa kau mau? ini sangat bagus untuk bayi mu, ah aku harap dia perempuan agar aku bisa menikahi gadis cantik seperti ibu nya ini" kata Samuel berharap dengan wajah yang tersenyum.
"Tidak usah Sam, aku juga sudah sarapan tadi" kata Rere menolak dengan halus.
"Jangan bermimpi" kata Varo merangkul istri nya itu.
"Tidak apa-apa mas, ini juga menyangkut orang tua ku" kata Rere yang terus bersikeras itu, Varo sudah tidak dapat melarang nya kali ini lagi.
"Tapi kenapa mas bisa terpikir untuk menjebak ayah lalu membawa nya kesini?" tanya Rere dengan penasaran.
"Sebenarnya ini bukan rencana ku, tapi rencana bocah iblis ini sayang" kata Varo.
Flasback on••
Di markas Aeros 2 hari yang lalu
"Apa rencana mu" kata Varo duduk di ruangan itu dan menyesap minuman sampanye kesukaan nya.
"Kevin jelaskan" titah Samuel kepada bawahan nya itu.
__ADS_1
"Seperti yang sudah anda tau tuan Varo, Deren Abamsya adalah dalang dari kematian nyonya Risa" terang kevin.
Prang..
"Bajingan itu, tega sekali kepada istri nya sendiri" geram Varo melempar kan gelas sampanye yang ia pegang.
"Dan motif itu hanya demi harta nyonya Risa Ananda yang dimiliki nya, serta istri kedua tuan Deren yaitu Mona juga terlibat di dalam nya. Tuan Samuel membuat rencana seolah-olah anda bertemu dengan tuan Deren secara kebetulan di acara pesta stiff corp, Anda tentu lebih paham dari saya tuan deren juga memiliki banyak bodyguard dengan memikirkan segala hal kita akan menggunakan cara aman membuat pertemuan tuan deren dan anak nya Regita Ananda" sambung kevin dengan wajah serius.
"Jadi maksudmu kau ingin aku melibatkan istri ku pada rencana yang kalian buat?" kata Varo tidak terima dang langsung berdiri geram memegang kerah baju Samuel.
Samuel yang merasa tercekik itu hanya tersenyum smirk menatap atasan nya itu.
"Tenangkan diri anda tuan, dengan cara ini kita akan dapat membawa Deren dan Mona untuk masuk ke jebakan kita tanpa melibatkan perkelahian antara para pegawal dan lebih efektif dalam berbagai aspek" kata Kevin menenangkan Varo agar melepaskan cengkraman nya dari Samuel.
Samuel nampak mulai berpikir jernih dan berpikir dengan logis dan matang, ia melepaskan cengkraman itu dan menurunkan Samuel.
"Seperti nya kau setuju dengan rencan melihat reaksi anda tuan" terang Samuel sambil merapikan baju nya yang kusut akibat tarikan yang di lakukan Varo.
"Kalian inget tetap awasi istri jangan sampai dia terluka sedikit pun, dan jangan sampai rencana ini gagal atau kau Sam tidak akan mendapatkan bonus gaji bulan ini" jelas Varo memperingatkan Samuel dan Kevin.
"Hei ayo lah om, jangan main-main dengan gaji ku, aku mencintai uang yang aku hasilkan dengan otak pintar ku ini" geram Samuel dengan mata tajam menatap Varo.
"ingat itu!" sambung Varo berlalu pergi dari markas Aeros.
Flasback off•••
"Astaga Sam kenapa kau sangat pintar" puji Rere menatap Samuel yang duduk di seberang Varo dengan senyum yang mengembang.
"Jangan memuji ku kakak cantik, dari dulu aku memang di utus oleh malaikat untuk menjadi pria tampan dan berbakat" puji Samuel kepada diri nya sendiri sambil merapikan baju yang ia kenakan.
"Tapi--"
__ADS_1
Bersambung...