Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 66-TEMPAT PERTAMA KALI KITA BERTEMU


__ADS_3

Alice memarkirkan mobil nya di parkiran apartemen, dengan jalan santai Dia memasuki apartemen nya yang berada di lantai 15 itu, Alice memasuki lift lalu sampai di lantai lima belas, dengan langkah kecil nya sambil bersenandung Alice melirik pintu apartemen di depan nya yang terlihat banyak kardus.


"Apa orang di depan baru pindahan ya?"tanya Alice dengan kening bekerut.


Gadis itu tidak terlalu mempedulikan hingga akhirnya Alice masuk ke dalam apartemen nya, Alice langsung menganti baju nya dengan baju santai, baju kaos oversize serta hot pants hitam yang tertutup akibat kaos itu, dengan fokus Alice mulai mengerjakan tugas nya.


"Yok bisa, ya kali calon lulusan terbaik ga bisa ngerjain tugas deadline,"ujar Alice menekan tekad nya agar selesaikan tugas itu.


Otak milik Alice memang di warisi dari Dante yaitu Daddy nya yang pintar sama seperti Reno, tidak ada kata tidak mungkin bagi Alice selama Dia mempelajari nya.


Beberapa jam Alice mengerjakan tugas nya dengan penuh semangat, selama itu pula Dia terus fokus tanpa henti, hingga akhirnya beberapa menit kamar di depan apartemen nya mulai sedikit berisik, suara tawa serta candaan terdengar sangat menganggu karena terlalu keras.


Brak..


Dengan kasar Alice mengebrak meja belajar nya karena tidak tahan atas suara yang kelama lamaan semakin keras itu.


"B@ngsat siapa sih itu?"ujar Alice dengan kesal yang sudah tidak tahan dengan emosi nya yang membuat nya emosi.


Drap.. drap..


Langkah kecil Alice menuju kamar di depan nya dengan kesal gadis itu membuka pintu apartemen nya dengan emosi, tanpa basa basi Alice langsung mengetuk dengan kasar pintu itu.


Bugh.. bugh..


"Oi keluar Lu berisik tahu ga!"teriak gadis itu dengan kasar.


Krek..


Pintu itu terbuka memperlihatkan seorang wanita yang memakai baju rendahan yang memperlihatkan dada nya yang terpampang rapi di mata Alice, wanita itu menatap Alice dengan tatapan kesal nya.


"Dek apaan sih, ganggu banget,"ujar wanita itu berdecak kesal.

__ADS_1


"Kak Lu tolong pelanin yah suara nya, Gua di depan lagi belajar, tetangga baru kok songong,"ujar Alice melangkah kan kaki nya masuk ke apartemen.


Brak..


Alice membanting pintu dengan emosi nya, lalu kembali melanjutkan tugas nya.


Sementara itu Reno dan Anggun yang belum mandi itu, Reno masih duduk di balkon sambil menatap matahari sore yang terbenam indah di mata nya itu, lalu Anggun yang melihat itu berjalan pelan dan berdiri di samping suami nya.


"Hubby ayo mandi bareng,"ujar Anggun mengalungkan tangan nya di lengan Reno itu.


Pria itu melirik Anggun yang berdiri di samping nya dengan tatapan datar nya pria itu mengusap pipi Anggun dengan gemas tapi masih memasang wajah datar nya, yang membuat Anggun terpaksa mendongkak kan kepala nya menatap Reno yang lebih tinggi.


"Dasar kau benar-benar Little,"ujar Reno dengan tersenyum miring.


"Bukan, Kamu yang tinggi tahu,"ujar Anggun dengan wajah cemberut nya.


"Little, apa kau ingat saat pertama kali kita bertemu, di saat kau di indonesia?"ujar Reno masih menatap matahari yang terbenam sambil mengusap kepala Anggun.


Dia sangat mengingatnya saat Dia nekat untuk pergi mengajak Rere dan Clara ke club malam untuk menyelidiki pacar nya, hingga hampir berakhir hal yang tidak di inginkan.


"Jangan ingat kan Aku itu, hal itu membuat ku ingin membunuh mantan mu,"ujar Reno dengan suara geram nya.


"Eh bukan, lalu?"ujar Anggun dengan tatapan bingung nya kepada Reno.


Pria itu tersenyum lalu mengingat kejadian yang tidak sengaja, saat Dia bertemu dengan seorang gadis SMA yang cantik memakai seragam sekolah sedang marah-marah karena baju nya kotor, karena Reno membawa mobil dengan kecepatan tinggi, yang lupa gapapa kok Author ingetin haha.


"Saat Kau berteriak kepada mobil yang tidak sengaja mengotori baju sekolah mu, Aku turun dan meminta maaf, waktu itu Aku juga tidak terlalu mempedulikan mu, hingga akhirnya kita terus bertemu dan mengigat kalau gadis itu adalah kau sampai kita menikah Aku terkadang tersenyum mengigat gadis SMA yang mengumpat kepada ku itu adalah istri kecil ku sekarang,"ujar Reno tersenyum tulus kepada Anggun.


Seketika itu jantung Anggun berdebar, untuk pertama kali nya Reno bercerita panjang lebar tentang diri nya itu, karena Reno sangat jarang membicarakan nya dan kadang Dia hanya mengungkap kan dan menyayangi Anggun dengan tindakan yang Dia lakukan.


"Benarkah? Aku tidak ingat, mana mungkin Aku melewatkan pria tampan seperti mu haha,"ujar Anggun membenamkan kepala nya di dada bidang Reno.

__ADS_1


"Kau,"ujar Reno menarik hidung Anggun dengan gemas.


"Au Hubby sakit ih,"ujar Anggun dengan menepuk tangan suami nya dengan tatapan cemberut.


Reno tersenyum pria itu, mengusap punggung Anggun dan menempelkan tubuh nya sangat dekat kepada Anggun, sehingga Reno dapat merasakan p@yudara istri nya itu, pria itu tersenyum miring dan tangan nya mulai mengeksplor ke punggung mulus Anggun.


"Eh mau ngapain?"ujar Anggun dengan gelagapan merasakan tangan besar suami nya melepaskan kaitan br@ nya itu.


"Mau kamu,"ujar Reno menyambar bibir milik Anggun.


Seketika itu Anggun yang juga entah kenapa senang menerima itu, mereka berciuman cukup lama, Reno menekan tengkuk Anggun agar ciuman mereka terasa lebih dalam mengaksen setiap inci mulut Anggun dengan lidah nya, hingga akhirnya Reno melepaskan ciuman nya karena Anggun kehabisan nafas hingga benang-benang saliva tercipa.


"Kau sangat manis, Kau membuat ku candu, Ayo mandi sebentar lagi akan malam,"ujar Reno mengendong Anggun secara bridle style.


"Mandi aja yah loh, kamu,"ujar Anggun menunjuk wajah suami nya yang tampan itu dengan tatapan mengancam nya agar tidak melakukan tindakan aneh kepada diri nya.


Cklek..


Pintu kamar mandi terbuka, Reno melepaskan kancing kemeja nya dan semua pakaian nya begitu pun dengan Anggun yang di bantu Reno, pria itu mengisi air bath up dan mengisi nya dengan sabun yang wewangian cerry kesukaan nya milik Anggun itu.


"Sini,"ujar Reno menepuk air bath up menyuruh Anggun untuk masuk.


"Awas loh,"ujar Anggun memicingkan mata nya.


"Hmm,"ujar Reno menjawab seadanya.


Anggun masuk memunggungi Reno, pria itu mengusap punggung istri nya dengan sabun dan sesekali mengoda dengan menjilat leher Anggun, hingga Reno mulai tidak tahan dan mulai membalikan tubuh Anggun menghadap diri nya.


"Ih kan mau ngapain?"ujar Anggun yang sebenarnya juga mau itu.


"Tapi kau tidak bisa menolak bukan?"ujar Reno dengan suara parau nya menahan hasrat.

__ADS_1


Akhirnya sore hari yang berganti malam itu mereka lewatkan dengan mandi sore untuk membersihkan diri sambil berolahraga.


__ADS_2