
"Gimana kalo kita main Truth or Dare setuju ga?" tanya Anggun berdiri dan menujuk.
"Wah setuju, mau, mau" Rere sangat Antusias sambil menepuk tangan nya itu.
"Oke kita mulai, semua orang harus ikut yah, kecuali anak Clara diam aja oke Alisa" ujar Anggun kepada gadis kecil.
"Otey tante nggun" ujar Alisa memberikan tanda kepada Anggun.
"Anggun dia anak ku, sopan sedikit, aku pernah jadi guru mu" ujar Axel menatap tajam kepada Anggun.
"Hehe jangan begitu pak, saya juga pernah suka sama bapak gara gara ganteng" tutur Anggun secara blak blakan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
"Astaga Anggun kamu nikung Clara dong?" Shinta kaget menutup mulut nya.
"Mommy astaga Clara mau nya sama perjaka yah mom, jangan nuduh deh mom" ujar Clara cemberut menatap Shinta.
"Perjaka lebih asik duda lebih menarik" ujar Rere menatap Clara sambil mengedipkan mata nya.
"Oh begitu" ujar Varo menatap dengan mata elang nya seolah olah ingin menerkam istri nya itu.
"Ga ih bercanda itu kan kata kata buat Clara, kalo mas Varo mah mau gimana pun Rere sayang" peluk gadis itu manja di lengan Varo.
"Begini nih dia yang ngomong, saya yang jadi aib obrolan nya" tatap Clara kesal.
Semua orang berbahagia disana, tapi tidak tahu dengan Reno yang tidak berbicara. Pria itu tidak akan berbicara sebelum diajak berbicara terlebih dahulu, ekspresi datar dan gaya cold boy itu tidak pernah hilang dari wajah tampan nya.
"Oke everyone, aku putar yah botol nya" ujar Anggun memberi aba-aba.
Srett
Botol itu pun berhenti tepat di depan Shinta.
"Truth or Dare nih mom?" tanya Anggun dengan antusias.
"Dare aja deh" ujar Shinta.
"Oke aku yang kasih yah, mommy cium daddy sekarang pakai gaya" ujar Anggun tertawa.
Tanpa kode atau pun apa Shinta mulai mencium Adrel nekat dengan agresif, Clara yang melihat itu langsung menutup mata Alisa dengan cepat.
"Hosh hosh mommy" ujar Adrel kehabisan nafas.
"Haha jago banget mommy" terang Anggun dengan tawa merekah.
"Yang begini sih gampang, dari dulu juga mommy yang maju dulu, iyah ga daddy" ujar Shinta menyenggol lengan suami nya sambil tersenyum bangga.
__ADS_1
Semua orang juga tau masa lalu tentang kisah kasih cinta mereka berdua yang begitu ehem, yang baca nya ga skip tahu lah.
"Oke mommy sekarang yang mulai" kali ini botol berhenti tepat pada Varo.
"Haduh Varo varo, kali ini mommy yang nanya yah Truth or Dare?" ujar Shinta menatap anak nya itu.
"Truth" tanpa ragu Varo mengatakan itu dia yakin pada diri nya tidak ada satu pun hal yang bisa dia bohongkan dari nya.
"Mmm apa yah agak bingung mommy nanya nya, ah iyah tempat pertemuan pertama oranh yang pertama kali kamu suka?" tanya shinta dengan serius.
Pertanyaan itu membuat Rere yang duduk di samping Varo memasang telinga agar terdengar dengan jelas apa jawaban suami nya itu, rasa penaran nya saat ini sangat tinggi.
"Sama gadis yang nabrak aku di tangga" ujar Varo santai menjawab pertanyaaan itu.
Rere yang mendengar jawaban suami nya itu seketika cemberut menatap suami nya.
'Ish pasti Selena nenek sihir itu' batin Rere dengan kesal menatap suami nya.
"Udah kan mom?" ujar Varo menatap Shinta.
Shinta hanya menganggukan kepala nya.
'Kurang ekstrim Rere ga cemburu' batin Shinta menatap menantu nya.
"Sekarang Varo" ujar Varo sambil memutarkan botol itu dengan kencang.
Botol itu berhenti tepat di depan seorang pria yang dari tadi hanya diam dengan kensendirian nya dengan gaya cold boy nya itu siapa lagi kalau bukan Reno. Varo menyeringai miring menatap siapa yang dapat dia kerjai kali ini.
"Ekhem okey Reno Truth or Dare?" sambung Varo.
"Dare" ujar Reno singkat.
'Makan nih cium boy' batin Varo menahan tawa.
"Pilih salah satu orang disini buat di cium, eits tidak boleh di ganggu gugat" ujar Varo menunjuk Reno.
"Akh astaga permainan apa ini, mommy ga mau di cium Reno nanti daddy marah, iyah kan daddy" tutur Shinta memeluk lengan suami nya.
"Pilih yang muda nak atau cium saja Varo" ujar Adrel dengan senyum menyinggung.
Anggun yang melihat si kaku jadi bahan tantangan itu juga penasaran, entah kenapa Anggun sedikit berharap kalau dia yang akan di cium oleh Reno.
'Pembantu jangan so cakep' tatap Anggun.
Reno hanya menatap datar lalu ia berdiri dari kursi, semua orang memperhatikan siapa yang akan dia cium. Reno melangkah kan kaki nya ke arah Clara, semua merasa mulai bingung, begitu pun Axel yang mulai waspada seolah-olah wanita itu milik nya.
__ADS_1
"Reno" gumam Axel menatap kesal Reno yang berjalan pelan mendekat ke arah mereka, Clara yang sedang memeluk Alisa dalam pangkuan nya itu.
Axel menarik kursi Clara mendekat, dan menarik pinggang ramping itu lebih mendekat, seolah memperingat kan Reno agar tidak menyentuh milik nya.
"Pak Axel ish ngapain sih pegang-pegang" ujar Clara risih dengan tangan kekar Axel yang melingkar di pinggang nya.
Anggun yang melihat Reno berjalan menjauh dari nya itu sedikit kecewa dan mendudukan kepala nya kebawah.
Cup..
Sebuah ciuman singkat dari Reno membuat pipi gadis itu merona merah. Reno menarik tengkuk gadis yang menunduk itu dan mencium singkat ujung bibir gadis itu, bukan ciuman di bibir yah belum mau Reno nya. Ternyata pria itu berbalik kembali ke tempat dia duduk Anggun itu saat dia melihat Axel seperti nya tidak mengizinkan itu.
'Kaku jual mahal kau' batin Varo tersenyum smirk kepada sahabat nya itu.
Rere, Clara dan Shinta nampak terkejut dan menutup mulut mereka yang terganga itu melihat adegan manis seperti di drama. Reno melepaskan ciuman singkat itu dan kembali duduk di samping Anggun, gadis yang di cium itu hanya bisa terdiam seribu bahasa saat ini jantung nya tidak dapat di kontrol.
Deg.. deg...
'Jantung ku berdetak lebih cepat x190000 kali dari pada biasa nya, apa aku sakit? apa aku memiliki penyakit serangan jantung? aku harus memeriksa ke dokter' batin Anggun yang masih terdiam itu.
"Reno astaga ternyata kau benar menyukai Anggun" ujar Shinta menutup mulut tidap percaya.
"Nyonya sebenarnya saya malas untuk berbicara banyak tetapi ini hanya permainan tidak lebih, saya tidak mungkin mencium pria karena saya masih normal dan dua orang wanita yang tersisa adalah nona Clara dan Anggun yang bisa untuk menyelesaikan permainan ini, apa anda tidak lihat tadi bagaimana tuan Axel sangat posesif kepada gadis yang belum jelas siapa itu saat saya mendekat tadi, dan pilihan saya hanya satu yaitu nona Anggun, saya tidak tertarik dengan gadis sombong, dan cerewet seperti dia" terang Reno dengan panjang lebar.
Deg..
Seketika hati Anggun terasa nyeri saat pria itu berkata demikian, Anggun juga heran apa yang dia rasakan 'Hati ku nyeri sangat nyeri, penyakit apa lagi ini' batin Anggun menatap Reno.
Semua orang yang mendengar penjelasan disana seketika takjub, baru kali ini mereka mendengar mulut seorang Reno yang irit berbicara kalo tidak diajak itu dengan panjang lebar ingin menjelaskan hal itu secara detail dan terperinci.
"Hei apa yang ku maksud dengan tidak mengizinkan, jika kau mau mencium nya, cium saja aku tidak peduli" ujar Axel yang begitu kesal.
"Hoh pak Axel kau berbicara seperti itu, tetapi lihat lah pelukan mu pada pinggang Clara tidak lepas" sindir Rere kepada Axel.
"Jual mahal" sambung Shinta.
Axel yang baru sadar itu seketika merengangkan pelukan nya dang menjauhkan diri nya dari Clara.
"Kau" tatap Axel dengan kesal kepada Clara.
'Apa sih pak Axel gajelas banget dia yang mulai dia yang marah' batin clara menatap kesal kepada Axel yang mendorong tubuh nya pelan itu.
Anggun yang setelah mendengar perkataan Reno itu hanya diam, begitu pun Reno dia kembali menjadi pria yang kaku yang diam dengan seribu bahasa dan tatapan datar nya. Permainan berlanjut sampai malam semua orang menikmati atau mungkin tidak? karena ada beberapa mungkin yang merasa terluka.
***Bersambung..
__ADS_1
Extra part ini udah kerasa panjang belom haha***.