
"Tidak Pak, Saya ingin mencari pekerjaan lain saja" ujar Clara langsung menolak tawaran Axel.
"Apa kau yakin?" tanya Axel sekali lagi kepada Clara.
Sebenarnya pria itu juga tidak ingin meminta Clara menjadi baby sister anak nya, tetapi semenjak Axel berhenti dari sekolah Alisa selalu merengek untuk pergi ke SMA itu untuk menemui Clara, dengan sabar Axel berkata kalo Alisa tidak akan kabur dan menuruti perkataan nya Dia akan membawa Clara ke rumah mereka, beberapa hari berlalu Axel merasa heran ternyata Alisa yang nakal dan pembangkang itu menuruti semua permintaan nya hanya demi seorang gadis SMA yang bahkan belum sangat akrab dengan si kecil itu.
"Saya yakin Pak, Saya akan mencari pekerjaan lain yang lebih bisa menghasilkan uang banyak" ujar Clara mengatakan dengan asal agar bisa menerima keputusan nya.
"Aku akan membayar mu lima" ujar Axel dengan singkat.
"Lima? Lima puluh ribu?" tanya Clara dengan tatapan kesal nya.
"Bukan" tanya Axel menepis kesalahan Clara.
"Lima ratus ribu?" tanya Clara memastikan sekali lagi.
Axel kembali menggeleng karena perkataan gadis itu lagi-lagi salah, Clara yang merasa heran itu mulai beramsumsi.
"Haha tidak mungkin lima puluh juta" ujar Clara setengah tertawa karena Dia merasa memang itu tidak mungkin.
"Ya, lima puluh juta, kau mau sehari atau sebulan" ujar Axel dengan enteng nya.
Clara yang mendengar itu seketika membelalakan mata nya tetkejut tanda tidak percaya atas perkataan yang Axel lontarkan, wajah nya menatap aneh kepada pria itu.
"Mommy, tidak usah helan, uang Daddy banyak" ujar Alisa yang ikut menimpali percakapan itu.
__ADS_1
"Pak Axel ga mungkin jual narko-"
Perkataan Clara seketika terpotong akibat Axel menutup mulut kecil gadis itu dengan tangan besar nya secara spontan, dengan tatapan kesal Axel tetap fokus dengan mobil nya.
"Jaga bicara mu, ada Alisa dan itu tidak akan mungkin, Kau kira Aku hanya bekerja sebagai guru saja" kesal Axel melepaskan tutupan mulut gadis itu dari tangan nya.
"Hehe Maaf" ujar Clara menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Daddy jangan begitu, nanti Mommy sakit" ujar Alisa mengelus wajah milik Clara itu dengan lembut.
Axel yang sudah lelah mendengar pembelaan Alisa yang hanya untuk orang luar bagi nya itu kini hanya diam, beberapa puluh menit akhir nya mobil milik Axel sampai do sebuah kos yang sederhana dan terlihat sangat random tersebut berbagai gaya orang dapat di temui di sana, Axel yang melihat nya hanya mengerutkan kening, apakah Clara lebih memilih tinggal di sini dari pada panti yang udara nya lumayan segar itu? Di salah satu depan kamar sewa kos itu sebuah pemilik kos mengeluarkan barang-barang dan melempar nya keluar, Clara yang merasa barang itu milik nya langsung bergegas keluar mobil Axel dan menghampiri pemilik kos tersebut.
"Buk, sebentar kenapa barang saya di lempar seperti ini" ujar Clara dengan terkejut nya.
"Hei bocah, asal kau tahu kos ini tidak butuh penyewa yang bayar setengah seperti mu, kau bilang pas awal menyewa akan membayar setengah nya lagi, tapi sampai sekarang tidak sama sekali!" bentak pemilik kos itu kepada Clara.
"Kalau kau mendapatkan uang, lebih baik kau jadi wanita panggilan seperti anjel yang disana dan memberikan lebih kepada ku, uang nya juga bisa lebih banyak dari pekerjaan pembantu mu itu" tutur pemilik kos menunjuk wanita penghuni kos yang ada di samping kos Clara itu yang sebelumnya pernah Clara temui.
"Apa maksud Anda? Saya bukan wanita rendahan seperti itu!" ujar Clara yang sudah mulai kesal karena terus bersabar kali ini.
"Jangan naif, semua orang itu butuh uang, hal yang instan ya seperti itu" teriak pemilik kos yang tidak mau kalah.
Anjel yang melihat nama nya di bawa-bawa itu menghampiri Clara dan pemilik kos lalu membuka suara kepada mereka.
"Udah Buk Teta, jangan samakan Dia dengan saya, semua orang itu punya pilihan hidup nya masing-masing saya begini juga karena terpaksa, Clara apa kau ingin meminjam uang ku untuk membayar kos?" ujar Anjel menawarkan kepada Clara.
__ADS_1
Saat Clara ingin menjawab, Axel tiba-tiba datang dan memotong perkataan ketiga perempuan itu.
"Tidak usah, hari ini Dia akan pergi dari sini, apa kau masih harus berpikir untuk menolak tawaran ku?" ujar Axel menatap Clara dengan datar.
Clara hanya diam menduduk, tawaran Axel sangat mengiuarkan terlebih itu bukan uang yang sedikit tetapi di sisi lain di mengkhawatirkan perasaan cinta monyet nya kepada Axel akan tumbuh kembali, cinta karena terbiasa sebuah konsep yang tidak dapat dihindarkan itu, dengan keputusan berat Clara akhirnya membuka suara.
"Baiklah" ujar Clara mengambil dua tas besar nya dan pergi dari sana memasuki mobil Axel.
Sedangkan Axel masih berdiri di sana dan menatap wanita pemilik kos itu dengan tatapan tidak dapat dibaca.
"Ini kartu nama ku, akan membayar kekurang nya, lain kali jaga mulut mu atau aku akan merobek nya" ujar Axel berlalu pergi memberikan kartu nama yang di pegang pemilik kos itu.
"Sial, sombong sekali Dia" ujar pemilik kos melihat kartu nama itu dengan tatapan kesal.
Anjel yang penasaran itu juga menyempil dan melihat kartu nama yang ada di tangan pemilik kos dengan penasaran.
"Akh, Clara sangat beruntung, apa tadi itu sugar daddy nya Dia sangat tampan" ujar anjel heboh sendiri menatap kepergian mobil itu menjauh.
Di dalam mobil Clara masih diam seribu bahasa karena kekesalan nya tadi, ingin sekali Dia menarik rambut wanita itu sampai ke akar-akar nya, tetapi Dia masih bisa bertahan karena mengigat nasehat Bunda, tapi kali ini bukan itu hal yang perlu Dia pikir kan tetapi bagaimana kisah nya jika akan terus berada di dekat Axel, itu sudah membuat nya pusing dan gugup, Clara menatap Axel lalu berteriak menjambak rambut nya.
"Akh, Aku bisa gila, bisa-bisa nya terjebak dalam situasi aneh ini dan kenapa harus pak Axel" teriak Clara yang membuat Alisa dan Axel hanya kebingungan itu.
"Mommy, jangan begitu nanti cakit, benal kan Daddy" ujar Alisa menatap Clara.
"Iya" ujar Axel melirik Clara dan merapikan sekilas rambut gadis itu.
__ADS_1
Lagi-lagi perlakuan pria itu membuat jantung nya berdetak, bayangkan saja dulu waktu Clara masih di sekolah melihat Axel yang hanya diam dan bermenung saja sudah membuat nya salah tingkah, apalagi jika Dia mulai membela hal kecil tentang Clara dan memperlakukan nya semakin baik, Clara merasa bingung apa ini hanya semata-mata demi Alisa yang menyukai diri nya, mungkin saja hal itu sangat bisa di katakan benar.
'Tolong jangan seperti ini sial*an, atau Aku akan akan benar-benar memaksa mu untuk menjadi suami ku!'