
"Daddy Daddy hari ini Lenka dan Luis ingin menangkap kepiting lagi Daddy,"ucap gadis itu dengan heboh saat mereka akan berangkat pergi karena hari sudah mulai siang sungguh kesempatan yang sia-sia melewatkan liburan di bali.
"Oke sayang, Luis apa kau bisa menjaga Lenka nanti?"tanya Varo dengan tatapan tajam nya kepada pria itu.
"Tentu, dengan seginap jiwa dan raga ku, Aku akan menjaga Lenka,"ucap pria itu yang jarang banyak berbicara dan jika terkait dengan adiknya itu Dia akan menjadi pria posesif nagi gadis itu.
Varo dengan senyum senang nya mengusap surai hitam pria itu dengan senang, cukup Dia saja yang gagal menjadi seorang kakak untuk adik nya Chelsea jangan sampai adik nya juga merasakan kesalahan yang membuat nya terbebani dengan segala kesedihan.
Tapi semenjak kehadiran Rere pria itu sudah bisa iklas dengan kepergian Chelsea, Dia hanya mau mendidik pria kecil nya agar menjaga gadis kecil mereka tetap baik-baik saja, apakah itu pilihan tepat? Entahlah Varo hanya berusaha sebisa nya.
"Al, El kami pergi duluan yah,"ucap Rere pamit tersenyum kepada mereka lalu pergi dari sana.
Mobil Varo menjauh dari sana, Alice yang melihat itu melambaikan tangan nya ikut tersenyum, saat ini mereka hanya tinggal berdua keluarga Arnolda memutuskan untuk pergi ke cafe dekat pantai menikmati suasana itu.
Sedangkan Morelina? Wanita itu sudah pergi pamit dari tadi entah kenapa Dia pergi terburu-buru dengan alasan apa tidak tahu.
"Sayang Aku di ajak Kepala pemipin dokter di RS untuk makan siang di resto, apa kau ingin menemani ku?"tanya Michele mengatakan itu sambil mengengam tangan istri nya.
"Tentu Ayo Aku akan memilih dress yang sangat cantik untuk menghormati atasan mu sayang,"ucap Alice tersenyum manis mengusap pipi Michele.
Entah seringai apa yang di perlihatkan gadis itu Alice tentu senang Michele menerima ajakan nya mereka masuk ke dalam untuk menganti baju yang lebih formal.
'Aku hanya melihat apa Morelina ada di sana, jika Dia di sana berarti Dia yang menyeret suami ku lagi kesana,' batin Alice menyeringai tipis.
Mereka akhirnya berdandan seadanya, Alice memakai dress bewarna soft pink yang sangat cantik lagi-lagi itu adalah pilihan Michele untuk diri nya, pria itu seperti nya suka melihat Alice memakai baju warna soft pink.
"Sayang apa kau menyukai warna ini?"tanya Alice melihat tampilan yang di cermin terlihat sangat cantik.
__ADS_1
"Aku tidak tahu, warna itu sangat cocok dengan mu membuat ku sering membeli nya, apa kau tidak menyukai nya kau bisa menolak sayang,"ucap Michele memeluk pinggang Alice dari belakang di depan cermin.
"Bukan Aku tidak menyukai nya, Aku mengira kau menyukai warna ini, ayo kita pergi,"ucap Alice menarik tangan suami nya pergi dari villa itu.
Mereka berdua akhirnya pergi karena waktu makan siang juga sudah dekat, resto tempat janjian mereka juga tidak jauh dari sana sehingga membuat Michele dan Alice tidak terlalu terburu-buru pergi.
Bali di siang hari memperlihatkan lautan biru yang indah, membuat mata mereka di manjakan sesekali Alice menikmati liburan itu walaupun ada hama yang menganggu ketenangan nya.
Ckit..
Mobil Michele berhenti di salah satu resto mewah tepi pantai, menampilkan view yang menakjubkan dan memanjakan mata, pria itu memberikan tangan nya untuk di gandeng Alice.
"Mari Nyonya Antara,"ucap Michele tersenyum kecil.
"Terimakasih suami ku,"ucap Alice menerima dengan senang hati sehingga mereka tertawa satu sama lain mendengar pembicaraan formal itu.
Mereka berbincang sesekali melewati beberapa tempat resto, hingga akhirnya kursi yang sudah di pilih itu menjadi tempat mereka duduk di sana ada kepala dokter dan istri nya dan seperti tebakan Alice tentu di sana ada Morelina.
"Dokter Michele Antara, silahkan,"ucap pria paruh baya itu tersenyum ramah mempersilahkan duduk.
Mereka menyambut dengan berdiri terlebih dahulu dan saling menyapa hingga akhirnya duduk kembali ke kursi dan sesekali berbincang.
"Jadi apakah ini istri Anda?"tanya Bestian kepada Michele dengan senyum ramah nya.
"Benar dok, ini istri saya, maaf tidak memberitahu Anda karena istri saya memang pernikahan kami tidak terlalu terbuka,"ucap Michele mengatakan apa adanya.
Alice tersenyum ramah lalu berdiri dan mengulurkan tangan nya kepada pria itu dan istri nya.
__ADS_1
"Alice Antara,"ucap gadis itu tersenyum manis dengan ramah.
"Al kenalkan ini anak saya,"ucap pria itu mengatakan nya.
Kilatan mata Morelina tersenyum ke arah Papa nya, uluran tangan kedua orang itu saling menyambut.
"Kami sudah saling mengenal Pa jangan terlalu formal,"ucap Morelina tertawa kecil dengan manis nya.
Mereka mulai makan menikmati makanan pembuka yang datang itu, sesekali mereka bercerita tentang masalah kecil tentang kehidupan pribadi yang membuat Michele agak tidak nyaman.
"Al seperti nya baju mu itu di belikan Michele yah,"ucap Morelina tersenyum manis.
"Benar kak ini di beli suami ku,"ucap Alice mengatakan dengan apa ada nya.
Lagi-lagi Morelina mendengus kesal entah kenapa Alice sangat susah membuat nya terpancing emosi, dari atas sampai bawah entah kenapa periasaan Alice adalah barang berkualitas tinggi.
"Semua yang ada di tubuh mu sangat mewah, apa mahasiswi sekarang lebih memilih cepat menikah dan membeli kesenangan hidup mereka dan bermalas malasan untuk berusaha sendiri ya haha,"ucap Morelina dengan suara candaan nya.
Michele sedang mengunyah makanan nya itu seketika menatap Morelina tajam, belum mulai Michele itu berbicara tangan nya sudah di tahan Alice, membuat sang pemilik tubuh hanya tersenyum ramah.
"Aku mencintai suami ku, Aku hanya mengikat nya dengan janji suci kami kak Elina, Aku takut parasit akan mengambil nya, bahkan setelah Aku mengikat nya dengan tali pernikahan pun parasit masih sama berusaha menempeli nya, memang semua orang rela menghilangkan harga diri nya sekarang,"ucap Alice mengangguk angguk sambil mengunyah makanan nya.
Deg..
Seketika Morelina mendongkak kan kepala nya menatap Alice dengan kening berkerut wanita itu menatap Alice dengan tatapan kesal nya.
'Apa Dia sudah tahu sejak awal Aku menyukai suami nya? Apa benar, kenapa sikap nya tetap tenang jika itu memang benar, Aku bisa lebih membahagiakan Michele tanpa menjadi beban nya seperti diri mu,' batin Morelina mengengam garpu nya kesal.
__ADS_1
"Wanita sekarang memang tidak tahu malu bukan Al? Mereka hanya mengincar harta, Aku sangat prihatin,"ucap Morelina mengeleng.
"Kau benar kak, tapi seperti nya wanita juga bisa menjadi kaya melebihi ekspetasi mu,"