
"Apa Engeline menunggu ku?"ujar Michele sedang merapikan style an nya di cermin sambil membenarkan rambut nya sesekali.
Pria itu berencana akan pergi melepas penat setelah menghadapi pasien nya di rumah sakit, Michele punya cara tersendiri untuk menyenangkan diri nya, saat pria itu keluar dari kamar nya.
Brak..
Michele membuka pintu kamar, lalu terlihat kedua orang yang selalu Dia ingin hindari di rumah maupun rumah sakit, kedua orang tua Michele menatap anak nya dengan tatapan penuh tanya.
"Kau mau kemana? Jangan bilang bermain dengan para j@lang mu lagi,"ujar Daddy Michele kepada anak nya itu.
"Kalo iya kenapa, Aku sedang tidak ingin di ceramahi bye,"ujar pria itu bersiap pergi dari apartemen nya.
Langkah Michele harus terhenti karena Mommy nya menahan lengan anak nya itu, menjadi anak bungsu membuat Michele menjadi seorang pembangkang tetapi Dia tetap menjaga sikap dalam berbicara kepada orang tua nya tidak dengan apa yang Dia perbuat.
"El, ayo ikut Mom dan Dad keluarga Alferoz mengundang kita ke mansion, kau datanglah kesana untuk menyapa, mana tauan di sana Mommy bisa mengenalkan mu kepada anak teman Mom,"ujar wanita paruh baya itu.
'Lagi?' batin Michele mendengus kesal melihat sikap Mommy nya yang selalu merencanakan kencan buta untuk diri nya itu.
"Mom, Aku bisa mencari menantu untuk mu sendiri, Aku pergi dulu,"ujar Michele sekali lagi tapi mendapat tatapan tajam oleh sang Daddy.
Pria paruh bay itu tampak sangat tegas dalam menyikapi perlakuan Michele tetapi tidak dengan Mommy nya yang selalu memaafkan nya itu.
"Pergi, karena kau dokter keluarga Alferoz tidak ada penolakan,"ujar Daddy Michele kepada pria itu.
Pria itu menatap wajah Daddy nya yang tidak dapat di ajak kompromi lalu membanting pintu kamar nya dengan kuat, di dalam kamar Michele menganti baju nya dengan pakaian formal nya itu, pria itu keluar dengan raut kesal kepada Mommy dan Daddy seolah-olah Dia merajuk.
"Kau sudah Tua El, jangan memasang wajah puppy eyes mu,"ujar Mommy Michele terkekeh melihat kelakuan anak nya.
"Ayo pergi, nanti telat,"ujar Michele mengalihkan perhatian Mommy nya itu.
Mereka akhirnya pergi dengan satu mobil, lalu Michele yang duduk di belakang Dia tidak mau menyetir dan malah asik berikirim pesan dengan teman nya memberitahu kalau Dia tidak akan datang malam ini karena ada acara keluarga.
Di sisi lain mansion Alferoz terlihat sangat ramai oleh kedatangan para tamu, mobil mewah milik tamu undangan tersusun rapi dari berbagai merk terkenal, sedangkan Anggun dan Reno saat ini menyambut para tamu dan menerima kado ucapan selamat.
__ADS_1
"Nyonya muda Alferoz ternyata itu Anda Nona Edward,"ujar salah satu anak pengusaha yang tidak tahu menahu dan ikut ke acara itu.
"Tuan Elvin? Kami memang tidak terlalu banyak membicarakan hubungan kami kepada orang lain,"ujar Anggun tersenyum kepada pria itu.
"Selamat sekali untuk kalian, ini hadiah kecil dari kami,"ujar pria itu meletakan nya di samping Anggun yang memang terdapat banyak kado yang lain.
Sementara itu Reno juga berbincang dan mendapat ucapan selamat dari kolega bisnis ayah nya yang sekarang menjadi kolega nya di perusahaan itu, Anggun berjalan menuju taman, sementara itu Reno yang melihat langkah istri nya menjauh memilih pamit.
"Saya pamit dulu mau kesana,"ujar Reno kepada beberapa orang itu dengan raut wajah nya yang datar tanpa permisi dan langsung berkata seperti itu.
"Silahkan, silahkan Tuan Alferoz,"ujar beberapa orang itu membiarkan Reno pergi.
Anggun duduk di kursi taman sesekali melirik bintang, lalu seseorang duduk di samping nya ternyata itu adalah Reno yang tersenyum tipis kepada Anggun.
"Ada apa kok pergi, kau lelah Little?"ujar Reno bertanya kepada istri nya itu.
"Tidak, Aku tidak lelah, Aku hanya berharap Rere dan Clara datang tapi mereka bilang tidak bisa karena terlalu mendadak dan si junior yang sedang sakit membuat Clara tidak bisa harus melakukan penerbangan lama,"ujar Anggun dengan wajah cemberut menatap Reno.
Drt.. drt..
Saat mereka tengah berbincang tiba-tiba ponsel Anggun berdering, wanita itu langsung melihat siapa penelpon nya ternyata teman nya itu sedang melakukan panggilan vidio grup bersama.
Panggilan tersambung..
Tanpa basa basi Anggun langsung mengangkat telpon dengan raut wajah tersenyum kepada kedua orang sahabat nya yang terlihat sudah free dan sedang tidak mengendong anak nya, yang paling heboh.
"Aaaaa Anggun ternyata Kau menyusul, astaga gadis berandalan kita sebentar lagi juga akan punya anak,"ujar Clara antusias di seberang ponsel sana.
"Aku juga turut senang Anggun, maaf kalau kita tidak bisa memberikan ucapan selamat langsung,"ujar Rere kepada sahabat nya itu.
Hiks hiks..
"Hei kenapa kau menangis cengeng,"ujar Clara kepada Anggun.
__ADS_1
Anggun hanya merasa terharu entah efek hamil atau apa Dia sangat mudah terpengaruh perasaan nya apa lagi di saat seperti ini, ternyata sahabat nya itu masih mengingat diri nya walaupun ucapan nya cuman dari seberang ponsel.
"Diam Cla, Aku terhura nih,"ujar Anggun tertawa kecil.
"Terharu!!"ujar kedua orang berkata serentak lalu ikut tertawa bersama Anggun.
Mereka saling menanya kabar dan melempar canda, sedangkan Reno hanya bisa terus melihat dan mengamati istri nya yang tersenyum puas itu karena mendapat ucapan dari sahabat nya.
"Eh tapi kok bisa sih Nggun?"ujar Clara yang pura-pura bod0h.
"Jangan mengoda ku, tentu saja bisa,"ujar Anggun yang kesal kepada Clara.
Reno yang mendengar itu malah nemplok ke pipi Anggun dan masuk ke dalam VC mereka, pria itu menjawab perkataan Clara.
"Tentu bisa, karena kami melakukan nya,"ujar Reno dengan raut wajah datar.
Ternyata para suami sahabat Anggun yang sedang duduk di samping itu juga mulai masuk ke dalam VC nya dan memperlihatkan wajah mereka masing-masing jadi lah seperti sedang VC berenam.
"Jangan sombong, Aku lebih pengalaman,"ujar Axel kepada Reno.
"Kau yang jangan sombong, Aku sekali bikin langsung empat,"ujar Varo kepada Reno dan Axel.
"Aku tidak bertanya,"ujar Reno dengan wajah datar nya.
Sementara itu para pria berdebat, para wanita mulai memarahi suami mereka satu persatu karena malah ikut dalam obrolan para wanita itu.
"Apaan sih, sumpah ganggu ini kamu Honey,"
"Kamu juga apa-apaan sih Mas kok pamer begitu,"
"Hubby kalau mau ngobrol sama Kak Varo sama Pak Axel pake HP sendiri lah,"
Dan akhirnya para suami mendapat ceramah karena malah menganggu obrolan para wanita muda itu.
__ADS_1