Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 83-MENCINTAI MU


__ADS_3

"Kamu tadi pingsan gapapa sekarang?"tanya Anggun melirik suami nya itu penuh khawatir padahal tadi mah biasa aja Nyonya Alferoz.


"Iya tidak apa-apa,"ucap Reno mengengam tangan istri nya dan melirik sang putra dan putri.


Reno mengambil anak perempuan nya dan mengendong nya dengan tegang, seperti nya Dia mengingat cara mengendong anak Tuan Varo nya dahulu saat si kembar lahir.


"Sayang apa kalian sudah memilih nama?"tanya Alessia kepada kedua orang itu.


"Sudah Mom, anak kami yang laki-laki akan kami beri nama Stevanno Dean Alferoz,"ucap Anggun tersenyum menatap bayi tampan nya yang sudah di berikan Dante kepada nya dan mengecup kening si sulung.


Lalu bergantian kepada anak perempuan mereka yang di tatap semua orang.


"Dan ratu kecil kami Stevanie Dhea Alferoz,"ucap Reno tersenyum dengan lebar.


Keenan dan semua orang yang melihat itu tersenyum bahagia melihat nama kedua penerus Alferoz yang sangat bagus-bagus.


"Cup cup keponakan tampan Aunty mmm, namanya panjang banget manggil nya Stev, evan, vanno atau Dean yah,"ucap Alice yang malah terkekeh sendiri memeluk sang keponakan.


"Sayang kamu udah pinter yang gendong baby, tinggal bikin nya aja,"ucap Alessia mengoda sang anak.


Lalu Alice yang berdiri di samping suami nya itu berbisik pelan ke telinga Michele.


"Lucu yah sayang, mau bikin baby juga,"bisik Alice pelan.


"Yasudah ayo pulang,"ucap Michele dengan raut wajah tegas nya menatap Alice.


Gadis itu terkekah kecil mendengar jawaban Michele yang to the point itu.


"Bukan sekarang juga, nanti,"ucap Alice yang menanggapi nya dengan kekehan lucu.


Semua orang tampak bahagia dengan kehadiran baby Alferoz yang baru, hingga keesokan hari nya saat Anggun masih di RS para sahabat nya dan sahabat suami nya sudah datang berkunjung.


"Huaaa Anggun,"teriak Rere menangis heboh memeluk si gadis bar bar itu dengan gemas.


"Anggun Aku juga,"ucap Clara memeluk sahabat mereka berdua.

__ADS_1


Sedangkan para pria dan anak-anak duduk di sofa saling berbincang dan mengucapkan selamat.


"Haduh bro kita udah nikah nya dekatan, anak nya juga lahir nya dekatan yah, tapi yang lebih senior sih tetap Axel,"ucap Varo kepada pria itu yang hanya diam menatap Varo menaikan turun alis nya.


"Sebelum Aku tua seperti sekarang memang Aku sudah menikah,"ucap Axel berdecak kesal mendengar sindiran Varo.


"Haha bercanda,"ucap Varo menepuk bahu Axel.


"Uncle uncle, siapa nama nya Dia cantik sekali baby,"ucap Lukas menoel noel gadis yang ada dalam gendongan Reno.


Seketika Reno terkejut langsung memindahkan posisi anak nya.


"Lukas, jangan sentuh Dhea seperti itu, kamu masih kecil jangan playboy,"ucap Reno was was kepada Lukas


Yah Reno memang sudah paham Lukas melihatkan ciri-ciri sifat buaya nya sejak dini, Reno sangat paham itu saat ada perawat tadi saja Lukas malah mengoda dan pura-pura bertanya agar menerima ciuman pipi gembul nya.


"Haha Ren tenang anak ku masih kecil,"ucap Varo tertawa kepada asisten nya itu.


"Tidak ada yang tidak mungkin Tuan,"ucap Reno tajam.


"Selamat yah Nggun, padahal dulu ngatain Kak Reno pembantu kok bisa kesampaian bikin anak bareng sih?"tanya Rere tertawa mengoda wanita itu.


"Kau ini, memang nama nya cinta itu ga harus flat harus ada lika liku nya sampai-sampai orang yang Aku cap begitu, malah kesampain punya anak berdua,"gumam Anggun melirik suami nya yang mengendong putri mereka dengan tatapan waspada.


"Kalian tidak tahu? Kita para pengikat bule tampan dari Willian, Arnolda hingga Alferoz kita ini para gadis kecil hebat, walaupun kehidupan ku terkekang karena memiliki suami super pencemburu,"ucap Clara menimpali perkataan teman-teman nya.


"Haha kau benar Cla,"ucap Rere mengatakan itu dan juga melirik suami nya yang masih tampan walaupun mereka sudah memiliki anak.


Tapi para gadis juga tidak kalah menjaga tubuh mereka agar tetap bagus, agar suami mereka tetap cinta tapi kata para pria sih walaupun sudah berubah tetap aja yang paling mereka cintai adalah istri mereka.


Brak..


Pintu terbuka lebar, memperlihatkan Samuel yang merapikan rambut nya yang tampak tampan itu, pria itu sudah hampir remaja saja saat terakhir kali Rere melihat nya.


"Anggun, astaga keponakan ku,"ucap Samuel tampak takjub melihat dua bayi sekaligus.

__ADS_1


"Kenapa kalian bisa memiliki dua bayi, wow kau sangat hebat Ren,"ucap Samuel.


Alice dan Michele yang juga datang dari belakang tersenyum menyapa semua orang, Alice mendekat kepada Samuel dan mengetuk kepala pria itu dengan kesal.


Duk..


"Al kepala ku!"teriak Samuel kesal.


"Hehe kapan lagi berani sama psyco, ekhem maksud ku apa kau bod0h berpikir lah dengan benar tentu itu bisa,"ucap Alice dengan kesal mendengar penuturan Samuel sebelum nya.


"Kau ini, keponakan ku sangat cantik, apa Aku lahir terlalu cepat kenapa anak kalian sangat cantik-cantik,"ucap Samuel yang sebenarnya hanya bercanda dan tidak memikirkan hal seperti itu.


Seketika semua orang menatap tajam kepada Samuel, hawa di ruang itu terasa mencekam setelah diri nya mengatakan itu.


"Haha bercanda bercanda selera ku wanita dewasa,"ucap Samuel dengan canggung dan semua orang pun kembali berbincang dengan normal.


Samuel menghela nafas nya lalu duduk di sofa lain, sambil memainkan ponsel nya karena Kevin melaporkan hal baru yang menganggu ketenangan nya di saat itu lah Lenka yang sudah lama tidak melihat Samuel dengan senang mendekati Samuel.


"Kak Sam, apa Aku kenal kak Sam?"tanya gadis itu dengan polos.


Membuat Samuel yang mendengar itu menaikan satu alis nya dan tidak menanggapi nya.


"Kak Sam! Lenka cantik, janji tidak kak Sam mau nikah sama Lenka,"ucap gadis itu dengan wajah cemberut.


Samuel yang mendengar itu seketika ingin tertawa tapi Dia tahan dan memilih mengikuti permainan bocah di depan nya.


"Tidak mau,"ketus Samuel.


"Kenapa,"ucap Lenka menunduk lesu dengan pipi mengembung.


"Pernikahan itu hanya untuk dua orang dewasa yang saling mencintai, kau masih bocah dan belum dewasa, tidak bisa menikah,"ucap Samuel kembali fokus dengan ponsel nya.


"Maka cintai saja Lenka setelah dewasa, Kak Sam cintai Lenka saja dan kita akan menikah,"ucap gadis itu tersenyum.


Samuel yang mendengar itu menghentikan ketikan ponsel nya dan hanya menaikan satu alis nya mendengar jawaban pintar Lenka, kenapa otak kecil nya malah memutar balikan perkataan nya.

__ADS_1


'Gadis pintar,'


__ADS_2