Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
Part 24- Malam tertunda


__ADS_3

Ciuman singkat yang di lakukan oleh rere. mampu membuat hasrat seorang varo william menambah sekian menjadi jadi. ia merasa ingin menerkam gadis itu.


"sudah kan, lepaksan aku sekarang" ujar rere berusaha untuk berdiri.


varo yang sudah terbawa suasana itu seketika mencium bibir mungil rere dengan ganas dan penuh hasrat, ia menahan tengkuk rere agar memperdalam ciuman mereka. varo menahan kepala rere agar ciuman itu tidak terlepas. rere yang juga mulai bisa membalas ciuman itu, menikmati nya sedikit demi sedikit.


Nyonya besar di keluarga william siapa lagi kalo bukan shinta. saat shinta baru balik dari luar dan masuk melewati ruang tamu ia tidak sengaja melihat adegam ciuman anak dan mantu nya ber barink di lantai.


"astaga apa mereka tidak tahan sampai melakukan nya disana" shinta tersenyum dengan bahagia.


ia mengedar kan seluruh pandangan nya ke penghuni yaitu pembantu nya. ia melihat beberapa pelayan di rumah hanya menonton dan mengintip dari jauh.


"pak zen" panggil shinta kepada seorang pria paruh baya kepala pelayan pria di rumah itu.


"saya nyonya" sahut pak zen menghampiri shinta.


"kenapa kau tak melarang mereka melakukan nya disana" shinta menunjuk varo dan rere yang masih terhanyut dengan ciuman mereka tanpa menyadari keadaan di sekitar.


"maaf kan saya nyonya saya tidak berani dengan tuan varo" ujar zen.


"yasudah, biar aku saja, atau ini akan lebih berbahaya untuk mata ku" seru shinta kepada diri nya sendiri.


shinta menghampiri varo dan rere yang mencium itu.


"hmm, maaf kan mommy sudah menganggu kalian, mommy tau kalian bersemangat untuk membuat kan mommy cucu tapi apa tidak sebaik nya di kamar saja" ujar shinta.


varo dan rere yang mendengar suara seseorang berbicara, seketika menghentikan aksi mereka dan langsung berdiri. rere menatap shinta.


'astaga apa yang aku lakukan, ini sangat memalukan' gerutu rere pada diri nya sendiri


"tentu mommy menganggu" ujar varo dengan datar.


"kau anak bodoh, maka nya aja istri di kamar bukan di sini" gerutu shinta.


varo yang tak menjawab perkataan shinta. ia langsung menggendong rere menaiki tangga ke kamar atas mereka.


"semangat sayang buat cucu untuk mommy" teriak shinta dari bawah.

__ADS_1


Di kamar varo membaring kan tubuh rere di atas ranjang. pria itu sudah sampai puncak nya menahan hasrat nya. ia mulau mencium leher jenjang gadis itu.


"om apa yang kau lakukan geli" ujar rere menjauh kan kepala varo dari leher nya.


varo tidak menggubris itu ia hanya melanjut kan aksi nya mencium leher jenjang putih milik istri nya itu.


"tidak ada penolakan" bisik varo dengan suara serak seperti pria yang sudah menahan hasrat nya.


"apa nya" rere yang tak tau maksud perkataan varo bertanya. tetapi tidak jawab.


ia mencium bibir rere dengan rakus dan sangat menikmati nya. rere yang juga terhanyut nikmat dunia itu mulai membalas satu persatu perlakuan varo kepada nya. varo melepaskan baju kemeja dan celana kerja nya. dan memampang kan tubuh atletis pria tersebut dengan jelas. hanya tersisa sebuah celana boxer yang di pakai varo.


Glekk


rere yang melihat pemandangan di depan nya hanya bisa meneguk saliva nya dengan kasar.


varo terus mencium dan mengigit semua apa yang ia bisa lakukan untuk menyalur kan hasrat nya. meninggal kan beberapa kiss mark di bagian leher rere. varo berusaha melepas dress yang dikenakan rere. sehingga terpampang lah tubuh putih mulus milik istri nya itu.


"jangan menatap ku seperti itu" pipi rere bersemu merah.


tanpa tinggal diam varo memulai aksinya ia melucuti semua pakaian dalam milik rere sehingga rere sudah tak mengenakan apa apa lagi. ukuran dada yang di miliki seorang gadis seumuran rere bisa di bilang lumayan.


glekk


varo menatap dengan intens tubuh indah milik istri nya itu. ia mulai meremas gundukan milik rere serta menghisap nya dengan puas.


"ahh" rere menahan ******* nya yang sudah ia tahan sejak tadi.


"jangan menahan nya" ujar varo.


"a akuu ah " rere kembali mendesah saat tangan varo mulai memegang bagian **** * nya. varo membuka celana boxer nya yang sudah sesak itu. akibat hasrat yang tak ter tahan kan.


"eh eh pisang, terong gede" ucap rere menutup mata nya dengan kedua tangam nya.


varo yang melihat reaksi rere merasa lucu. dan tersenyum miring. ia memposisi kan badan nya agar bisa memasuki rere. saaat ingin melakukan nya aksi ny di cegat oleh rere.


"jangan om, ga muat" rere berusah berdiri dan pergi dari tempat tidur.

__ADS_1


"nikmati saja, dan diam" ujar varo yang mulai kesal ia sudah menahan hasrat nya untuk memasuki rere untuk kesekian kali nya.


varo memegang kedua tangan rere ke atas dan mulai memasuki nya. varo berusaha menerobos masuk.


'sial ini sangat sempit' batin varo.


ia melakukan nya secara perlahan dan mulai memasuki nya.


" ah sakit" rere mencakar punggung varo karena merasakan sakit akibat yang varo perbuat.


"hei punggung juga sakit" kesal varo.


varo mendiamkan sejenak keadaan mereka seperti itu. saat rere sudah mulai merasa lebih baik ia mulai menggerak kan pinggul nya dan mengatur ritme semakin cepat dan menguasai tubuh rere. tanpa tinggal diam ia juga meremas kedua gundukan rere dengan lembut.


" ah ah ah ah" rere mendesah dengan sejadi jadi nya.


Dan untuk pertama kali nya varo dan rere melakukan hubungan suami istri yang sesungguh nya mereka sudah melakukan itu sampai larut malam. varo yang sungguh ketagihan dengan tubuh rere.


"hosh hosh" varo sudah merasa lelah dan merebah kan tubuh nya di samping rere.


"******* mu sangat indah" bisik varo di telinga rere.


rere yang mendengar itu hanya bisa menahan malu 'astaga apa yang telah aku lakukan' batin rere.


akibat kelelahan dalam sekejap mereka berdua sudah ter tidur lelap dan pergi ke alam mimpi. untuk pertama kali nya entah kenapa varo sangat ketagihan dengan wanita nya. ia tidak selanjut nya apa yang akan ia lakukan. apakah perbuatan nya ini akan membuat terjebak lebih lama dalam pernikahan tanpa dasar cinta ini. atau tanpa ia sadari ia sudah memiliki rasa kepada seorang gadis kecil yang sekarang sudah menjadi istri nya tersebut.


Pagi hari nya di saat matahari sudah mulai naik dan dapat di pastikan ini sudah bukan pagi lagi tetapi siang hari. varo dan rere masih setia dengan tidur mereka.


Di meja makan


"varo sama rere kok ga di bangunin sayang?" ujar adrel yang sudah selesai sarapan itu.


"biarin aja mungkin mereka cape semaleman bikin cucu buat aku" senyum shinta dengan sumringah.


Bersambung.....


Terimakasih yang sudah like~~

__ADS_1


__ADS_2