Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

Mobil mewah milik dokter Michele membelah jalanan ibu kota di siang hari yang ramai, gadis itu hanya diam di mobil begitu pun dengan Michele sampai ke mansion, mereka berhenti di depan mansion.


Drap.. drap..


Alice masuk ke mansion tanpa mengajak Michele, pria itu tentu juga keluar karena malas di mobil dan melangkah kan kaki nya ke dalam mansion, Alice melewati ruang keluarga yang terdapat Anggun dan Reno serta Keenan yang sedang seperti juri master chef itu.


Anggun yang melirik Alice lewat itu, menyapa adik ipar nya itu yang pulang ke mansion, bukan nya Dia bilang akan kembali ke apartemen.


"Alice, ada yang tertinggal?"ujar Anggun dengan tatapan melirik gadis itu sekilas.


"Ponsel nya kak Michele ke bawa kemarin,"ujar Alice mengatakan itu tanpa menatap Anggun.


Bumil itu hanya beroh ria dan menatap sekeliling nya mencari sosok Michele yang mengambil HP nya itu, Michele yang sedang lewat itu di panggil oleh Anggun.


"Dokter Michele sini!"ujar Anggun menyuruh pria itu mendekat.


Tapi Michele tampak ragu karena Reno yang duduk di depan Anggun dengan cara bersimpuh dan ada tiga piring di depan Anggun yang berjarak itu, Michele hanya terdiam, Reno yang melirik dokter itu tidak bergerak merasa kesal.


"Kau lama kesini El, kaki ku keram, istri ku ngidam pengen jadi juri master chef, cepat!"ujar Reno dengan suara tajam nya memerintah.


Michele yang mendengar itu seketika tentu terkejut dan langsung mendekat kepada Alice dan duduk di salah satu depan piring.


"Bukan nya sudah ada Keenan?"tanya Michele melirik asisten Reno yang terlihat jadi seorang nyamuk itu.


"Kan juri master chef itu ada tiga, jadi mumpung kau di sini, gantiin tukang kebun aja,"ujar Anggun kepada dokter itu.


Pria itu yang mendengar nama nya di sebut dan hanya di bilang sebagai penganti tukang kebun itu hanya tersenyum dengan kesal tanpa menatap Anggun.


'Suami sama istri mulut nya sama-sama lemes, ya kali Gua jadi peganti tukang kebun, Michele yang ganteng dan pintar ini,' batin Michele hanya tersenyum sabar.


"Nona apa bisa mulai? Wajah saya sudah lalatan karena bekas kue yang belum bersih,"ujar Keenan dengan wajah pasrah nya itu.


"Oke ayo mulai, silahkan kamu letakan makanan nya dan sebutkan masakan apa yang kamu buat hari ini,"ujar Anggun dengan wajah serius seolah olah berakting itu.

__ADS_1


Keenan dan Michele hanya mengikuti drama bumil itu termasuk Reno yang lebih tersiksa karena meladenin semua sikap istri nya yang semakin menjadi jadi itu.


Reno meletakan cake nya yang bagus itu dan meletakan nya di tengah-tengah meja, dengan wajah datar Reno mulai berbicara.


"Nama saya Reno Alferoz, hari ini saya membuat menu cake rainbow ala ala saya,"ujar Reno dengan wajah datar dan lelah nya.


Cut.. cut..


Anggun berteriak dengan tatapan tidak suka nya lalu melipat tangan nya di dada, Reno yang melihat itu hanya bingung.


"Kamu kenapa?"tanya Reno dengan bingung.


"By, di mana mana ga ada peserta yang natap juri yang kayak mau makan juri nya itu, yang ada mereka tidak bisa selera makan,"ujar Anggun menjelaskan dengan wajah cemberut nya.


Seketika pria itu baru sadar atas kesalahan nya, Reno hanya bisa menghela nafas lalu memulai akting nya kembali dengan senyum mengembang.


"Nama saya Reno Alferoz, masakan saya hari ini terbilang unik karena ini masakan ala ala saya rainbow cake dengan coklat asli Belgia,"ujar Reno tersenyum aneh dan dengan suara berusaha ramah nya.


Michele yang menatap itu seketika perut nya sakit dan ingin berusaha tertawa tapi di tahan, tentu itu sangat lucu di mana seorang Reno Alferoz yang di kenal pemarah dan cold boy itu sangat bisa hangat di musim semi untuk istri dan demi istri tercinta nya.


Reno yang mendengar salah satu orang menahan tawa itu menatap ke arah Michele dengan tatapan membunuh nya.


"Kau mau di antar ke tempat yang mana, antartika atau gurun pasir?"tanya Reno dengan tatapan dingin nya.


"Sa saya bercanda Tuan,"ujar Michele dengan gugup nya.


"By serius!"ujar Anggun menatap suami nya itu.


Pria itu kembali menatap Anggun dan kembali memasang wajah ramah nya dan berakting, mereka mulai makan dan mengkoreksi makanan itu seolah-olah mereka memamg seorang juri.


'Ribet ternyata punya istri,' batin Michele yang mengelengkan kepala nya pelan menatap tingkah Anggun.


Drap.. drap..

__ADS_1


Derap langkah kaki Alice mengema di seluruh ruangan itu, gadis itu sudah terlihat menganti pakaian lagi, dengan memegang jaket dan ponsel Michele.


"Ayo pergi,"ujar Alice kepada pria itu.


Michele meletakan piring cake nya dan pamit pergi dari sana kepada Anggun dan Reno, pria itu yang baru sadar kalau Michele datang bersama Alice itu memberhentikan langkah pria itu.


"Kau apa kan adik ku?"ujar Reno dengan tatapan membunuh nya.


"Ren kau ini kenapa selalu curiga kepada ku, motor adik mu tadi kempes, maka nya Aku mengantar nya kembali ke apartemen, kau tahu Daddy mendapatkan apartemen untuk ku dari Daddy mu,"ujar Michele yang tidak bisa lagi berbicara formal itu.


"Ya Aku tahu, ya jangan sampai saja kau bohong, Aku gorok kau,"ujar Reno yang kembali fokus kepada Anggun.


Michele melangkah kan kaki nya keluar sambil memegang leher nya merasakan bagaimana rasa nya di gorok seorang Reno Alferoz itu, seketika membuat nya tertawa.


"Kau saja takut darah,"gumam Michele.


Drap... drap..


Alice menatap Michele yang datang dan langsung masuk ke mobil itu, pria itu menampung tangan dan meminta ponsel nya.


"Ini ponsel dan jaket mu, terimakasih dan jangan pikun lagi,"ujar Alice yang berterimakasih tapi juga mengejek.


"Apa semua anggota keluarga Alferoz berterimakasih sambil mengejek itu wajar?"gumam Michele pelan menyindir Alice yang menatap diri nya.


"Wajar,"ujar Alice memasang wajah datar nya.


Mobil milik Michele melaju dengan santai menuju apartemen mereka yang satu gedung, tidak ada percakapan antara mereka satu sama lain, Alice yang fokus dengan pikiran nya begitu pun dengan Michele, beberapa puluh menit berlalu mobil itu berhenti di gedung apartemen.


Brak..


Alice turun terlebih dahulu dan melangkah kan kaki nya masuk ke dalam ruangan nya meninggalkan Michele memarkirkan mobil itu, pria itu sebelum keluar mobil melirik jaket nya dan membawa nya, dari jaket itu tercium aroma khas Alice, membuat Michele mengendus nya karena kecanduan.


"Apa dia mencuci nya?"batin Michele mecium jaket itu hingga akhirnya.

__ADS_1


Tap..


"Apa yang kau lakukan mencium jaket mu? Seperti seorang maniak saja,"


__ADS_2