Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

Dugh..


Pukulan kecil di layangkan oleh Liona kepada adik nya itu, bisa-bisa nya Dia mengatakan itu di saat mereka semua sedang santai-santai saja karena menurut nya bercanda nya itu tidak lucu.


"Adik bod0h jangan bercanda hal yang tidak-tidak yah,"ujar Liana dengan kesal kepada pria itu.


"Aku tidak bercanda, umm Daddy kamu tahu kan tentang masalah ku, Reno berpikir Aku akan mempermain kan adik nya padahal Aku tidak pernah melakukan nya sama sekali, kalian tahu kan Aku ini tidak normal, jadi Aku bilang kepada keluarga Alferoz Aku akan menjelaskan nya dengan serius dengan mengajak Daddy dan Mommy,"ujar pria itu duduk di antara Daddy dan Mommy nya.


Sedangkan Liona dan Liana juga kembali duduk dan mendengar nya dengan serius, karena mereka mengira tadi adalah hal yang bercanda di katakan oleh Michele kepada mereka.


"El kau itu ke Alferoz untuk bekerja bukan pacaran, lagi pula Nona muda Alferoz umur nya sangat jauh dengan mu, apa kau yakin Dia serius dengan mu?"tanya Daddy Michele dengan tatapan serius nya.


Pria itu menunduk dan memainkan jari nya mendnegar ucapan Daddy nya skenario yang paling buruk mungkin Alice yang belum dewasa untuk Michele bisa saja berpaling, tapi pria itu meyakin kan diri nya kalau Alice tidak melakukan hal itu.


"Daddy Aku mohon, Aku mencintai nya, gadis kecil itu berbeda Dia mengakui ku, Dia tidak seperti gadis yang hanya melihat penampilan ku sekarang,"ujar Michele mengatakan itu kepada Dadd nya.


Mommy Michele mengengam tangan anak nya itu lalu menatap anak bungsu nya itu dengan senyuman yang terukir manis di wajah nya lalu berkata.


"Jika kamu bahagia, Mommy bahagia, besok Mom dan Dad akan datang, kami hanya bisa menjelaskan semampu kami, Michele kita ini hanya keluarga seorang datar yang sudah mengabdi pada Alferoz selama bertahun-tahun, menjalin hubungan dalam ikatan bisnis yang sudah lama ini mungkin akan sangat sulit untuk Alferoz, terlebih dengan reputasi mu yang mereka tahu, apa lagi Reno kan?"ujar Mommy Michele mengatakan itu.


"Makasih Mom, bagaimana pun cara nya Michele akan melakukan nya demi Dia, karena gadis yang Michele ingin kan hanya Dia,"ujar pria dengan tatapan yakin nya.


Pria paruh baya itu yang melihat tekad anak nya hanya bisa tersenyum kecil, terlebih sifat Michele yang dulu sangat susah bersosialisasi dan selalu di katai oleh teman-teman nya membuat hati nya terluka, dan selalu gagal dalam urusan percintaan nya, Dia berpikir orang di luar sana tidak akan tahu Michele yang asli nya seperti apa.


Kalau di luar pria itu adalah tipe buaya, cassanova dingin ketus, tapi itu semua tidak ada di rumah mereka karena hanya mereka yang tahu bagaimana Michele yang sebenarnya, pria yang selalu memelas kepada Mommy nya dan selalu bertengkar dengan kakak nya.


"Baiklah,"ujar Daddy Michele.

__ADS_1


"Aku mendukung asal kan adik cupu ku ini bahagia,"ujar Liana mengatakan itu.


"Aku juga,"ujar Liona yang ikut bahagia mengatakan itu.


"Terimakasih Aku sayang kalian semua, memang cuman keluarga tempat ku mengadu,"ujar pria itu sambil memeluk mereka semua.


Mereka sangat jarang akur, tapi sekali nya akur akan membuat iri dengan kekompakan dan kerukunan mereka.


"Sayang sayang tapi jarang pulang,"ejek Liana kepada adik nya.


"Karena kalian berdua membuli ku, ogah banget,"ujar Michele kesal mengatakan itu.


Bruk..


"Kak sakit, kau sangat suka memukul ku seperti nya otak ku akan miring karena ulah mu,"ujar Michele.


Hahah..


'I really love you Alice, i wanna be mine,' batin Michele tersenyum.


Begitulah akhirnya obrolan di lewati dengan santai, Michele juga memilih untuk tidur di rumah nya dulu karena mau balik juga sudah kemaleman jadi Dia memilih besok saja kembali ke apartemen, pagi hari nya Michele bangun lebih pagi karena Dia hari ini ada beberapa orang yang akan berkonsultasi kepada nya.


Tak.. tak..


Suara jarum jam di sebuah kamar bernuansa hitam, tapi banyak barang figuran seperti mainan kecil itu adalah milik Michele, pria itu mematikan alarm nya lalu berjalan ke kamar mandi dengan wajah datar nya lalu bercermin.


"Apa Aku tampan? Seperti nya Aku harus membeli jas baru untuk nanti,"ujar Michele bergumam sendiri di depan cermin kamar mandi nya.

__ADS_1


Setelah selesai mandi, pria itu bergegas turun dan membawa jas dokter nya, memakai celana hitam dan kemeja biru nya itu, sudah sangat tampan, pagi hari di kediaman keluarga Michele sangat teratur, nama nya keluarga dokter, bangun teratur adalah prinsip mereka dan makan di pagi yang sehat dan bergizi sesuai aturan mereka.


"Pagi Mom, sis,"ujar pria itu duduk di meja makan.


"Pagi Boy,"ujar mereka serempak, Liana dan Liona sudah memakan sarapan nya begitu pun dengan Mommy Michele yang mengambil makanan untuk anak nya itu.


"Daddy mana?"tanya pria itu.


"Lagi olahraga di luar,"ujar wanita paruh baya itu.


"Nanti Aku jemput yah siang nya, Aku berangkat dulu,"ujar pria itu keluar dari rumah nya.


Mobil Michele langsung membelah jalanan ibu kota Roma yang sudah ramai karena memang hari kerja, mobil nya langsung menuju ke rumah sakit internasional Alferoz, sebenarnya kakak nya juga bekerja di sini tapi mereka di bidang yang berbeda dan lantai yang berbeda kadang malah tidak sempat bertemu walaupun bekerja di satu rumah sakit yang sama.


Drap..


Reno memakirkan mobil nya dan melangkah kan kaki nya menuju ke dalam rumah sakit, pria itu masuk lift dan menuju ruangan nya berada di lantai 3, pria itu membuka pintu ruangan nya yang di sana bertuliskan nama nya dokter Michele Antara.


"Welcome berkas-berkas,"ujar Michele melihat berkas yang menumpuk dan harus Dia diagnosa itu secepat nya.


Krek..


Pintu terbuka menampilkan seorang perawat cantik masuk sambil memegang papan buku di dada nya lalu tersenyum kepada Michele.


"Dokter Michele, jadwal Anda akan ke datangan pasien yang ingin berkonsultasi setalah operasi kepada Anda setelah 10 menit ke depan, saya akan membantu,"ujar perawat itu.


"Baiklah terimakasih, jangan lalai Aku ingin cepat menyelesaikan nya,"ujar Michele langsung duduk di kursi nya.

__ADS_1


Sementara itu di mansion Alferoz sangat heboh, karena pagi ini Anggun dan Reno ingin mencek kehamilan Anggun, tapi Alice sedang berteriak di dapur untuk ikut dengan mereka.


"Tungguin Alice kak!!"


__ADS_2