
Reno melangkah kan kaki nya keluar dari kamar nya lalu menuju Keenan yang sedang duduk di ruang tamu dengan fokus kepada laptop nya, Reno duduk di samping pria itu dengan melipatkan kedua tangan nya di depan dada.
"Bagaimana?"ujar Reno dengan tenang nya.
"Sudah ketemu, apa Anda mau melihat nya langsung?"tawar Keenan mengarahkan laptop itu kepada Reno.
"Hmm,"ujar pria itu melihat semua informasi yang di dapatkan Keenan.
Pria itu melihat nya dengan teliti, akh betapa bodoh nya pria itu tidak pernah merasakan perubahan istri nya menjadi gadis yang lebih baik bukan karena orang lain dan demi orang lain tapi untuk diri nya sendiri.
"Cari lokasi istri ku sekarang Aku berikan waktu 5 menit, dan siapkan jet pribadi ku, kau akan menghandle semua pekerjaan ku,"ujar Reno dengan santai.
Keenan yang mendengar itu seketika terdiam dan tidak mencerna, karena melakukan hal itu sendirian dan Tuan nya akan pergi.
"Kenapa diam?"ucap Reno menatap Keenan.
"Tidak Tuan,"ujar Keenan melanjutkan pekerjaan nya.
Asisten Tuan Alferoz itu mulai bertindak, cari informasi? Oh itu mudah karena Dia pernah menjadi ketua divisi c, mencari informasi dan keberadaan seseorang sangat mudah, lalu jet pribadi akan di urus oleh bodyguard yang lain serta pilot yang di suruh bersiap, pekerjaan itu hanya di kerjakan dalam hitungan menit.
"Bawahan ku sudah melihat CCTV dan memastikan lokasi nona Anggun, jet pribadi sudah siap saya di lapangan mansion Tuan, Saya juga akan menghandle pekerjaan,"ujar Keenan tersenyum getir mendapat pekerjaan yang banyak.
"Kerja bagus, Aku akan menaikan gaji mu sepuluh kali lipat selama Aku pergi,"ujar Reno berjalan menuju lapangan landasan jet pribadi di mansion itu.
Seketika Keenan yang mengikuti langkah Reno yang berjalan di depan nya langsung menatap nya dengan tatapan berbinar, oh tidak sepuluh kali lipat organ manusia di jual juga melibihi gaji yang Dia terima apalagi di kali lipatkan.
"Anda sangat murah hati, pergilah selama yang Anda inginkan, asal uang saya lancar,"ucap Keenan menunduk hormat ketika Reno ingin masuk ke jet pribadi nya itu.
"Kau jika tentang uang mulut mu sangat bermanis-manis,"ujar Reno dengan kesal.
"Saya selalu jadi bawahan yang berguna,"ujar Keenan kepada Reno.
"Hmm, oiya beritahu kepada keluarga ku, kalo Aku dan Anggun akan pergi honeymoon,"ucap Reno langsung masuk ke dalam jet.
"Semangat jebol gawang Tuan,"ucap Keenan kepada pria itu.
__ADS_1
Jet pribadi Reno terbang entah kemana arah tujuan nya, hanya Reno yang tahu karena yang nyuruh ke lokasi mana bukan author, sambil tersenyum pria itu berbaring di dalam pesawat.
'I'm coming little,'
Di sisi lain
Seorang gadis cantik terus berbaring di kasur nya, dengan mata yang sembab dan tisu yang bertebaran di mana-mana, tidak ada semangat hidup pada diri nya saat ini.
"Hiks hiks kenapa di dunia ini harus ada yang nama nya patah hati,"
"Resek banget ini hati Gua cenat cenut ga ada berhenti nya,"
"Kangen Hubby, kok Gua malah kabur sih be*go banget,"
"Balik ga yah? Tapi kalo balik, Gua udah keren-keren bikin surat sok mau pergi ke ujung dunia,"
"Aaa hiks hiks bingung, dasar Tuan es Gua kangennnnnnnn,"
Anggun, gadis itu terus berteriak di kamar nya, tangisan yang tidak berhenti dan mellow drama yang menghantui diri nya membuat Dia bingung harus bertindak seperti apa
"Pengen telpon Hubby, kangen suara hmm hmm hmm nya, apaan sih gila Gua,"teriak Anggun merasa bodoh sendiri.
Tok.. tok..
"Bukan nya rumah ini udah ga ada pembantu lagi? Siapa yang datang, kalo iya pun kan biasa nya bibi cuman datang siang buat bersihin rumah habis itu balik, hantu?"gumam Anggun yang langsung merasa takut itu.
Dengan langkah pelan, Anggun mengendap-endap mendekati pintu itu, suara ketukan terus terdengar.
Tok.. tok..
Tok.. tok..
"Hih serem udah kayak jadi pemeran utama film horor Gua,"gumam Anggun dengan wajah yang terlihat ketakutan.
Karena Anggun tidak terus membuka pintu itu, seseorang yang berada di depan pintu seperti mendobrak pintu itu dengan paksa.
__ADS_1
Brak..
Brak..
"Bang*sat siapa, jangan macam-macam!"teriak Anggun sambil memegang tongkat golf yang ada di belakang pintu kamar nya.
Brak..
Akhirnya pintu itu terbuka memperlihatkan seseorang menggunakan pakaian serba hitam jas hitam kacamata hitam, Anggun yang melihat itu kaget dan terus berjalan mundur, dan berusaha menutup mata nya sambil melayang-layangkan tongkat golf itu ke depan wajah nya sambil berteriak, kamar yang memang lampu nya tidak di hidup kan itu membuat penglihatan Anggun terbatas.
"Pergi hantu, pergi, maafkan Aku, maafkan Aku,"teriak Anggun berlari menuju toilet kamar nya.
Tapi handle pintu kamar mandi itu di tahan kuat oleh orang itu, dengan tatapan terkejut Anggun berteriak dan menangis histeris saat tangan nya di tarik keluar.
"Akh jangan lakukan apa pun, atau suami ku akan membunuh mu!"teriak Anggun yang sangat ketakutan dan badan yang bergetar.
Orang itu langsung memeluk Anggun dengan dekapan yang kuat, Anggun yang merasa kehabisan nafas akhir nya terjatuh.
Bruk..
"Lah kok pingsan?"ucap Reno menatap Anggun yang malah tiduran di lantai.
Pria itu berjongkok dan menepuk nepuk pelan pipi Anggun dengan tangan kekar nya untuk membangunkan Anggun, beberapa menit Anggun pun merespon dan kembali membuka mata nya, gadis itu kembali berteriak ketakutan, hingga sebuah tangan menutup mulut nya.
"Emmm emm,"Anggun terus memberontak.
Pria itu langsung memeluk Anggun kembali tapi dalam porsi yang pelan dan tidak terlalu membengkap nya, pria itu mengelus rambut Anggun yang sontak membuat Anggun merasa heran.
"Hu hu hubby,"ujar Anggun dengan gugup karena takut salah mengenal pria yang berani memeluk nya.
Anggun sempat berpikir, kenapa orang itu bisa masuk hanya dua pria yang akan bisa masuk ke rumah nya kalo tidak Papa yah jelas itu suami nya Reno.
"Hmm,"ucap Reno masih memeluk Anggun dengan kelembutan.
"Hah jadi benar itu kau, mengkagetkan ku saja!"teriak Anggun memukul punggung pria itu yang memeluk nya.
__ADS_1
Reno melepaskan pelukan itu dan menatap wajah Anggun yang juga menatap nya, mata nya terlihat sangat sembab dan merah dengan tatapan bersalah Reno mengusap wajah Anggun dengan tangan nya, gadis itu yang mendapatkan sebuah sentuhan membuat hati nya kembali berdetak kencang dan membuat pipi nya memerah karena malu.
"Jangan menangis lagi, maafkan Aku Little,"