
"Dia istriku,"ujar Michele menjawab seadanya.
Seketika mata Elina membulat besar mendengar penuturan Michele yang sangat mendadak di telinga nya itu, wanita itu melirik Alice yang memasang wajah polos itu.
"I i i istri mu? Kapan kau menikah? Mendadak sekali,"ujar Elina dengan raut wajah kaget kepada Michele.
"Sudah 3 hari, kami baru menikah, apa kau bisa keluar? Aku ingin berdua saja dengan istri ku,"ujar Michele dengan suara nada datar nya kepada semua orang yang Dia temui kecuali kepada Alice nada bicara pria itu sangat manis.
Morelina yang di usir secara halus itu hanya tersenyum getir, tentu Dia kaget padahal baru di tinggal beberapa bulan saja pria itu sudah menikah dan lebih aneh nya lagi baru menikah tiga hari semenjak kepulangan nya kemarin.
"Masih sebiji jagung,"gumam Morelina pergi dari ruangan itu meninggalkan Alice dan Michele.
Pintu di tutup ekor mata Alice mengikuti arah kaki Morelina yang menutup pintu ruangan itu dengan raut wajah tanda tanya di kening nya.
"Sayang siapa sih itu kakak nya? Aku pernah lihat di foto kamar kamu ada Dia juga, Dia dokter di sini juga yah, kok jarang lihat,"ujar Alice menanyakan itu.
"Ya, Dia junior ku, sudah jangan mengurusi orang, ayo duduk,"ujar Michele mengandeng tangan sang istri dan mengajak nya duduk di sofa ruangan itu.
Alice yang memang tidak terlalu peduli itu mengikuti langkah kaki Michele ke sofa dan duduk bersama sang suami, gadis itu meletakan paper bag nya ke atas meja lalu arah pandangan nya menatap ke arah Michele yang juga menatap nya.
Grep..
Gadis itu mengatup pipi suami nya yang terlihat lesu pada wajah tampan itu, Alice tahu pasti Dia sangat lelah atas pekerjaan nya yang di lalui.
"Kasihan suami ku harus bekerja keras, terimakasih kerja keras nya, ayo makan Aku membuatkan mu makanan yang akan membuat mu senang,"ujar Alice membuka kotak makan itu.
Pria itu melihat ke arah tangan Alice yang membuka kotak makanan nya, alis nya terangkat melihat makanan kesukaan nya.
"Kau membuatkan nya? Dari mana kau tahu?"tanya Michele dengan tersenyum.
"Aku menanyakan nya kepada Mommy, apa kau tahu, apa pun yang menyangkut dengan diri mu membuat ku sangat penasaran,"ujar Alice dengan bangga nya menyatakan itu.
Michele hanya tersenyum miring mendengar penuturan Alice, tentu mereka belum tahu banyak kebiasaan satu sama lain, mereka baru bepacaran satu minggu lebih dan langsung menikah, kalau ada yang serius ngapain di lewatin iya kan Alice?
__ADS_1
"Terimakasih, suapi Aku,"ujar Michele dengan manja nya.
"Ck, kan punya tangan sayang,"tutur Alice yang ingin menyendokan makanan nya juga ke mulut nya.
Ya, karena saat di rumah Mommy Michele tadi gadis itu belum makan atau pun tidak ikut makan bersama karena ingin makan bersama suami nya itu.
"Tapi mau nya di suapin kamu,"ujar Michele memasang wajah kesal nya seperti anak kecil.
Sungguh aneh pria tampan dengan badan gagah tinggi yang kalau di lihat bisa memukul orang itu, malah merengek manja di depan istri nya yang berbadan kecil dan pendek itu.
"Yaudah iya, Aku suapin kita satu berdua aja gapapa kan?"tanya Alice menyendokan makanan nya ke mulut nya terlebih dahulu.
"Iya,"ujar Michele mengangguk kan kepala nya.
Gadis itu tersenyum lalu menyendokan makanan nya ke mulut Michele, begitu lah mereka makan saling bergantian dengan satu piring dan sendok makan yang sama.
"Enak ga masakan Aku?"tanya Alice menyuapi Michele yang sangat lahap itu, pria itu makan sambil terus menghadap kepada Alice.
"Enak dong, istri nya siapa dulu,"ujar Michele dengan tersenyum penuh kemenangan.
Brak..
"El! Bangs@t Lu, bisa-bisa nya Lu giniin kita!"teriak seorang lelaki dengan membawa koper di tangan nya dan di ikuti beberapa pria lain.
Seseorang yang membuka pintu itu langsung melihat kan wajah garang nya kepada Michele pria itu membiarkan koper nya langsung duduk di depan sofa kosong di depan sofa yang di duduki Michele dan Alice.
"Berisik Rev, mending makan, masakan istri Gua enak,"ujar Michele menatap sahabat nya itu.
Ternyata pria itu adalah Revian dan teman-teman nya yang lain, mereka baru pulang berliburan ke luar negeri tanpa Michele karena pria itu katanya ada jadwal mendadak dan tidak bisa ikut tour kali ini.
"Si @njing udah ngomong istri Gua aja,"tutur Vendi yang tidak kalah kesal.
Bagaimana mereka tidak kesal? Saat pernikahan Alice dan Michele para sahabat nya itu tidak datang dan Michele juga tidak memberitahu nya, mereka baru tahu saat Mommy Michele memberitahu Revian kenapa tidak datang ke acara pernikahan Michele, apakah anak nya dan sahabat nya itu bertengkar.
__ADS_1
"Baru jadian langsung cus nikah, parah El, Gua kira Lu sama Alice kayak kemarin,"ujar Revian kepada Michele masih tidak menyangka.
"Nikah, udah tua, Lu juga nikah,"ujar Michele masih menerima suapan Alice.
"Alll kok Lu yang cantik ini mau sih sama si culun,"ujar Revian tidak terima Michele lebih dulu menikah dari pada mereka.
Gadis itu yang melihat kedatangan Michele dengan heboh nya dari tadi hanya diam dan tertawa mendengar keluh kesah dari Revian yang menurut nya lucu itu.
"Kak El benar, mending kak Revi nikah udah tua kan, sebangsat-bangsat nya kak Revi, Alice doain untung-untung masih ada yang mau haha,"ujar Alice yang mendoakan tapi juga mengejek nya itu.
Sungguh Alice sikap nya itu masih belum hilang suka mengatai orang tapi dalam mode juga mendoakan yang baik menurut nya.
"Wah parah ini istri dokter Antara suka jujur,"ujar Revian yang seperti nya sedikit kesal dan meneguk minuman yang ada di meja itu.
Mereka akhirnya tertawa dan Michele juga menceritakan nya kepada sahabat nya itu, sesekali Revian mendengus kesal mendengar cerita Michele dan Alice yang mendadak menikah dan mendahului nya.
Gluk..
Alice meminum minuman nya hingga tandas, lalu gadis itu memberikan gelas bekas nya kepada Michele, tapi di tahan oleh Alice.
"Tunggu, lap dulu,"ujar Alice melap bekas bibir nya pada gelas.
"Eh jangan di lap, jangan,"ujar Michele menahan lap an tangan Alice.
"Eh tapi bekas Aku ada kuman nya,"ujar Alice mengatakan itu setengah tertawa.
"Minum lagi,"ujar Michele memberikan gelas itu dan mengisi air nya lagi, dengan tatapan cemberut nya.
Alice menuruti dan meminum lagi, dan memberikan gelas bekas minum nya.
"Gapapa kuman kamu bergizi,"tutur Michele tersenyum manis menerima gelas itu.
Saat Michele sedang mengombal itu, padahal teman teman nya sedang menatap lalu mengejek para duo bucin itu.
__ADS_1
"Haduh panas ga punya ayang,"serempak teman Michele.