
Mansion Arnolda yang luas dan megah itu sekarang terasa ramai, kalo sebelum nya sehabis makan malam Alisa akan di suruh langsung ke kamar, tapi sekarang tidak gadis kecil itu bisa menghabis kan waktu dengan Clara si babysister baru, mungkin itu hanya nama saja karena Alisa tidak mengagap Clara sebagai babysister nya, mereka berdua berbincang dengan panjang di ruang keluarga itu, di depan ruangan itu terdapat sebuah televisi yang besar serta sofa yang berbahan alas sutra, karpet di ruangan itu mungkin bagi Clara bisa di pakai tidur saking nyaman nya.
"Ayo kita nonton bersama"Ujar Clara mendudukan Alisa di pangkuan nya.
"Seperti nya seru Mom" ujar Alisa dengan antusias nya.
Mereka berdua yang sudah tidak tahu ingin melakukan aktivitas apalagi, terlebih Alisa tidak ingin diajak bermain Dia bilang ingin menonton televisi bersama.
"Kau ingin menonton apa Alisa?"Tanya Clara mengambil remote itu.
"Aku ingin nonton kaltun mommy" ujar Alisa memberikan pendapat.
Clara bingung cara menggunakan remote itu, bukan nya terlalu kampungan di panti Clara hanya memiliki satu tv dan mereka tidak memakai remote untuk menganti Chanel dan langsung pada tombol yang ada di televisi.
"Alisa kok di tv nya ga ada pencet-pencet nya, kakak ga ngerti, coba kamu hidupin" ujar Clara bingung.
"Tidak apa-apa Mommy, Alica idupin" ujar Alisa mengambil remote dari tangan Clara dan menghidup kan televisi itu.
"Hmm kartun apa yang akan kita tonton sayang?" pikir Clara bertanya kepada Alisa.
"Setelah mommy aja, lica ikut nonton aja" kata Alisa dengan wajah nya yang lucu.
"Kakak ingin nonton cerita kartun yang mainan nya hidup itu, tapi Kakak lupa judul nya, apa kau tau Alisa?" tutur Clara dengan bingung berusaha mengigat sesuatu hal itu.
"Yang sepelti apa Mommy, coba celita kan lagi gimana" tanya Alisa yang juga ikutan penasaran.
"Itu tokoh utamanya mainan cobby dan namanya budi! nah itu dia" kata Clara dengan antusias karena bisa mengigat peran utama dari kartun yang suka Dia nonton.
"Hmm sepelti nya Alica tidak tau" dengan wajah yang serius.
Axel yang sedari tadi melihat interaksi kedua gadis itu yang berdiri agak jauh dari ruang keluarga menatap mereka, Axel memilih mendekat, pria itu langsung duduk di samping Clara karena memang Clara masih mendudukan Alisa dalam pangkuan nya. Alisa yang melihat Daddy nya datang dengan antusias ingin bertanya kepada Axel.
__ADS_1
"Daddy tahu tidak film kaltun nama nya budi?" tanya Alisa yang penasaran kartun apa yang di sarankan Clara itu.
"Budi?" ujar Axel mengerut kan kening nya dengan heran.
"Iyah Budi mainan cobby itu, Pak Axel tahu ga?" ujar Clara bertanya menatap pria yang duduk di samping nya itu.
"Apa yang kau masuk toy story?" tanya Axel kepada gadis itu.
"Hei itu dia, kau sangat pintar" puji Clara sambil menepuk lengan Axel.
"Sejak kapan orang luar nama nya Budi, nama nya Woody kau ingat itu" ujar Axel menjitak kening Clara.
Pletak..
"Haha mommy lucu, namanya Budi" tawa Alisa mengejek Clara itu.
"Aduh sakit, ya saya kan tidak tahu Pak" cemberut Clara menatap kesal pria itu.
Axel dan Clara menatap Alisa yang mengatakan itu dengan tatapan heran, apakah gadis kecil itu tidak sadar diri atas kelakuan nya sendiri?
"Apa kau mengatakan Daddy bocah? bukan nya kau dan Clara yang bocah" tatap Axel kepada anak nya itu.
"Eh Aku bukan bocah, Alisa aja" kesal Clara menatap Axel.
Setidaknya Axel harus mengatakan kalau diri nya itu remaja bukan malah mengatakan nya bocah.
"Kau juga masih 18 tahun ingat itu" ujar Axel menatap Clara dengan tatapan datar nya.
"Aku bocah tapi bisa membuat bocah juga" ujar Clara dengan santai nya berkata seperti itu.
Pletak..
__ADS_1
Axel kembali menjetik kening gadis itu karena perkataan nya yang vulgar, apa Dia tidak tahu bagaimana Alisa nanti akan bertanya itu bisa saja terjadi, Clara blak blakan nya dikurangi dong kasian Axel.
"Masih kecil otak mu sudah tidak waras" ujar Axel menatap Clara dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan.
"STOP!!" teriak Alisa berdiri di atas sofa itu antara Clara dan Axel yang saling berdebat.
"Mommy sama Daddy belicik, ayo nonton" ujar gadis itu duduk di tengah mereka.
Axel hanya diam membuang muka dan memilih menonton dengan diam, begitu pun Clara yang hanya diam karena kesal karena Axel mengatakan diri nya bocah, tentu gadis itu tidak terima. Bibi Ani yang dari tadi melihat jauh perdebatan ketiga orang itu hanya bisa tersenyum bersyukur menatap keadaan, mansion terasa ramai karena kehadiran Clara, Alisa juga menjadi sangat ceria dan penurut.
'Nyonya seperti nya Nona Clara adalah gadis yang baik kepada Alisa, apa anda juga melihat nya, Dia sangat tulus kepada Alisa tidak seperti wanita berpakaian glamor yang hanya ingin harta dan tahta saja' batin bibi Ani.
Malam terus berjalan, semua orang sekarang sudah tertidur lelap sebenarnya ini belum begitu malam karen masih pukul sepuluh, tetapi aktivitas di mansion itu sudah berhenti oleh para pembantu rumah yang sudah beristirahat dan hanya satpam yang berjaga saja, saat ini Clara masih di kamar Alisa karena gadis itu sedang menidur kan Alisa, tidak butuh lama Alisa pun tertidur lelap, Clara masuk ke kamar lewat pintu penghubung, gadis itu duduk di ranjang Dia masih bimbang apakah keputusan nya sudah tepat kali ini.
"Sebaiknya Aku berbicara dengan Pak Axel" ujar Clara keluar kamar nya dan berjalan menuju kamar Axel.
Tok..tok..
Gadis itu mengetuk pintu kamar Axel dari luar, tidak ada orang yang membuka, gadis itu berusaha terus menerus hingga akhir nya tidak ada satu pun orang yang membuka.
"Hehe masuk ah, kayak nya udah tidur mau lihat wajah jelek Pak Axel lagi tidur" gumam Clara dengan nakal nya.
Entah ide gila apa lagi yang di rencanakan gadis itu tidak ada yang tahu, Clara membuka pelan pintu kamar itu, kamar itu ternyata sudah gelap dengan perasaan puas Clara berjalan mengendap endap menuju kasur Axel, terlihat sebuah gundukan di atas kamar yang dapat di pastikan itu adalah Axel, dengan pelan Clara membuka selimut itu, perlahan tapi pasti hingga akhir nya tidak ada orang di dalam selimut itu hanya sebuah bantal guling saja.
"Lah kok ilang? Kemana sih, gagal nih mau foto wajah jelek nya Pak Axel" ujar Clara pelan.
"Tentu hilang, karena orang nya ada di belakang mu" ujar Axel.
Sebuah suara bariton itu membuat tubuh Clara menegang karena kaget, gadis itu berdiri tegap dan kaku sambil merapalkan Doa.
'Ketahuan, habis deh di jitak ini mah'
__ADS_1