
"Aduh telinga ku siapa yan---"
Belum sempat Lukas menyelesaikan kalimat nya Dia sudah berbalik dan menatap guru BK dengan tatapan tajam nya yang di terima Lukas.
Pria itu seketika tersenyum dan menyengir menatap guru nya yang memasang wajah kesal kepada Lukas.
"Yang apa? Lanjutkan perkataan Anda,"ucap guru BK itu dengan tatapan tajam nya.
"Ga deh buk bercanda, nanti hilang loh cantik nya,"goda Lukas tersenyum manis.
Bukan malah mleyot guru itu malah menambah tarikan nya kepada telinga Lukas, membuat pria itu meringis kesakitan.
"Lari lapangan 20 keliling kalau sudah kembali ke kelas, jika kau masih melanggar, mungkin ibuk akan memanggil orang tua mu Lukas,"ucap wanita itu dengan ancaman nya.
"Lah loh kok gitu, salah saya apa Buk, main panggil-panggil aja perasaan belum ada buat masalah hari ini,"ucap Lukas dengan heran kepada guru itu.
"Tawuran dengan anak sekolah lain, ini sekolah inter Lukas, kau ini jangan membuat peraturan aneh! Cepat ikuti perintah ibuk,"ucap guru itu dengan tegas melepaskan tarikan nya.
Dengan pelan Lukas mengusap telinga nya yang terasa sedikit sakit karena tarikan guru tersebut, Dia hanya mendengus lalu berlari menuju lapangan bersama teman-teman nya yang sudah kena hukum dan berlari.
Bel sekolah sudah berbunyi kelas Luis, Leon dan Lukas yang memang di lantai atas itu berada di lantai dua, guru masih belum datang, dengan tatapan nya Luis melirik ke arah lapangan karena Dia memang duduk dekat jendela.
"Lukas Dia bertingkah,"ucap Leon melirik Luis.
"Biarkan,"ujar Luis seadanya dan fokus kembali ke buku.
Sedangkan para siswi perempuan kelas unggulan itu sudah berteriak histeris menatap Lukas yang tidak memakai seragam dan memperlihat kan perut six pack nya sambil berlari yang di hiasi dengan keringat menambah kesan ketampanan nya.
"Aaa ayang Lukas!"teriak para siswi itu dengan histeris.
Sementara yang di teriaki melirik ke atas dan tersenyum mengoda kepada setiap siswi yang melihat nya, membuat para siswi sampai-sampai ada yang oleng karena di goda seorang pria tampan Lukas William.
"Lukas tadi mengedipi ku!"
__ADS_1
"Bukan kau tapi Aku b0doh,"
"Aku,"
Begitulah para siswi yang meributkan hal yang tidak masuk akal menurut pemikiran Leon karena itu membuang waktu mereka.
"Luis,"ucap seorang gadis.
Gadis itu dengan wajah di manja manjakan mendekat kepada Luis lalu memberikan sebuah kotak kado, Dia adalah salah satu siswi terkenal dengan kecantikan nya.
"Hmm,"ucap Luis melirik sekilas.
"Ini untuk mu, Aku tadi membuat nya,"ucap gadis itu dengan senyum manis.
Pria itu melirik kotak yang ada di meja nya, padahal di bawah laci nya juga sudah penuh oleh kotak kado berbagai jenis bentuk membuat pria itu risih.
"Tidak usah,"ucap Luis dengan tatapan datar nya.
Saat Luis menatap tajam gadis itu suara dari pengeras suara sekolah terdengar ricuh memanggil nama Luis berulang kali.
"Kepada Luis William dari kelas 12 A IPA di persilahkan menemui sensei untuk latihan karate,"ucap penyiar yang ada.
Luis memang mengikuti eskul karate entah kenapa dengan mengikuti eskul tersebut adalah sebuah ketenangan sendiri bagi diri nya, Luis langsung membawa tas nya dan pergi meninggalkan gadis itu yang menatap punggung Luis dengan tatapan cemberut nya.
"Sia@l Luis itu suka wanita tipe apa,"gumam Wendi kesal.
Leon mendengar itu mengeleng mendengar penuturan gadis itu yang menurut nya aneh di telinga nya.
"Gadis b0doh,"gumam Leon.
Di sisi lain terlihat seorang siswi cantik dengan wibawa nya berdiri di depan audoturium membuat orang tercengang mendengar pidato ketua osis itu siapa lagi kalau bukan Lenka, walaupun berada di sekolah khusus perempuan, tidak ada yang membenci Lenka karena kelebihan nya, malah Lenka orang nya sangat friendly dan mudah akrab sehingga membuat orang menyukai diri nya.
"Dan karena sebentar lagi saya akan lulus dari SMA ini, menjadi ketua osis termuda selama 3 tahun adalah hal yang berkesan, jadi untuk para adik-adik jangan pernah berhenti mengembangkan bakat mu, karena saya yakin, tidak ada yang tidak mungkin termasuk menjadi osis, sekian acara ini, kita akan bubar,"ucap Lenka tersenyum lalu turun menerima tepuk tangan yang meriah dari guru dan murid.
__ADS_1
Menjadi osis di sekolah Lenka tidak seperti kebanyakan sekolah lain, osis di sekolah khusus perempuan ini untuk masuk saja seleksi nya susah dan sampai ada yang bilang jika kau pintar dan berpengaruh masuk osis akan langsung menjadi murid populer.
Prok.. prok..
Dengan langkah santai nya Lenka melepas jas osis nya bewarna abu-abu itu melihat teman-teman nya yang sudah menunggu nya, mereka berjalan bersama sambil di lihat, memang osis tahun ini hanya di isi anak populer.
"Lenka kau sangat keren seperti biasa,"ucap teman Lenka sang wakil osis.
"Kau meragukan Lenka Ananda William?"ucap Lenka dengan senyum manis nya.
"Yasudah proposal untuk acara kalian serahkan kepada guru pembimbing dan minta tanda tangan nya, Aku akan pergi terlebih dahulu bye,"ucap Lenka melambaikan tangan nya.
Mereka mengangguk dan pisah jalan, Lenka dengan mengendong tas punggung nya berjalan kecil menuju sekolah kakak nya yang belum pernah Dia kunjungi dan itu hanya sekali saat Lukas bermasalah Dia ikut ke acara pertemuan orang tua dan guru.
"Mau pulang langsung di jemput supir malas, mending main, ini jam istirahat kan,"gumam Lenka yang melirik jam tangan nya.
Hampir 10 menit Lenka berjalan Dia sampai dan masuk ke sekolah inter campuran, karena seragam Lenka beda semua pandangan tertuju kepada nya terlebih ada gadis cantik dari sekolah khusus inter wanita memakai seragam vest pink itu celingak celinguk membuat para pria penasaran.
Lenka melewati lapangan, saat Dia ingin menelpon Luis menanyakan pria itu di mana seseorang menatap diri nya dari jauh.
"Bos, wah itu cewe dari sekolah sebelah cantik banget,"ucap teman Lukas kepada pria itu yang sedang meneguk minuman air mineral nya.
Pria itu melirik lalu dengan menyipit mata nya Dia baru sadar kalau itu adalah adik nya, dengan kesal Lukas menonjok pelan kepala teman nya.
"Jangan ganggu yang itu, Dia adik Gua si@lan,"umpat Lukas berjalan dan melempar botol air mineral ke wajah teman nya.
"Oh jadi itu adik bos Lukas yang sering Dia katakan,"gumam teman-teman Lukas menangguk.
Dengan berjalan perlahan, pria itu berdiri di belakang Lenka mengejutkan sang adik.
"Lenka!"teriak Lukas mendadak di telinga Lenka.
"Ayam, Lukas!!!"
__ADS_1