Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S2 BAB 36-TIMEZONE


__ADS_3

Veronica yang sedang berjalan menuju taman itu melihat menantu nya dari jauh seperti sedang melamun, Veronica memutuskan mendekat duduk di samping Clara lalu menyapa nya.


"Cla" ujar Veronica.


Clara yang di panggil itu menatap Veronica agak sedikit kaget, lalu mengusap air mata nya dengan cepat ketika melihat kehadiran Ibu mertua nya Veronica yang menatap Clara tersenyum sendu kepada menantu, Veronica sangat paham perasaan gadis itu saat ini tanpa Dia ceritakan pun.


'Kasian Clara, apa Aku terlalu terburu-buru menikah kan mereka? Tapi itu tidak mungkin! Anak bodoh sampai kapan Dia akan membuat menantu Ku bersedih' batin Veronica dengan kesal.


"Mom" balas Clara sambil menatap Ibu mertua nya itu sambil tersenyum.


"Sayang, Mom tahu Kau sangat khawatir dengan pernikahan mu ke depan nya, tapi Mommy menikah kan kalian bukan tanpa alasan" ujar Veronica menatap menantu nya itu.


"Maksud Mommy apa?" tanya Clara yang bingung dengan alasan yang di maksud.


"Kalian itu sudah saling mencintai, tapi kalian satu sama lain tidak bisa saling jujur, dan terutama Alisa Dia butuh sosok tulus seorang Ibu, dan sosok itu ada pada diri Mu" jelas Veronica kepada Clara.


"Mom apa Kau yakin bahwasan nya Pak Axel mencintai ku, Aku merasa tidak ada ruang untuk Ku di hati nya walapun hanya sedikit, Dia masih sangat mencintai Kak Clarissa, Aku tahu itu" gumam Clara menekuk kepala nya sambil menahan tangis.


"Cla, kalian itu sosok gadis yang sama-sama dicintai Axel, biar waktu yang menjawab, jika ini tidak berjalan lancar sesuai firasat Mommy, jangan bersedih karena Kau tetap Mom anggap sebagai anak Mommy" senyum Veronica dengan tulus.


"Terimakasih Mom" ujar Clara bernafas lega karena sedikit tenang mendengar penjelasan itu.


Axel yang sudah mengantar teman nya keluar mansion itu kembali masuk, saat Dia ingin menuju kamar Dia menatap kedua wanita yang ada di hidup nya itu sedang berbincang, saat Axel ingin menghampiri Clara berteriak memanggil diri nya.


"Daddyyyy" teriak Alisa berlari dan meloncat ke tubuh Axel.


Bruk..


Axel menangkap tubuh anak nya itu dan mengendong nya.

__ADS_1


"Kau ini jangan seperti itu, bagaiman jika Daddy tidak menangkap mu" kesal Axel kepada Alisa.


"Daddy udah janji main ke timezone ayooo" ujar Alisa dengan manja membujuk Daddy nya itu.


"Benarkah? Daddy merasa tidak berjanji" gumam Axel yang pura-pura lupa itu.


"Kasian Mommy deh, harus nikah sama pria pikun kayak Daddy" ujar Alisa mengejek Daddy nya itu.


Axel menarik hidung mancung anak nya itu dengan gemas.


"Daddy ga pikun, bercanda" kesal Axel.


"Yaudah ayo, ajak Mommy juga yah, itu Mommy sama Grandma, Go!" ujar Alisa tersenyum menunjuk ke arah kedua wanita itu.


Axel hanya pasrah mengikuti anak nya itu, Axel berjalan mendekati Clara dan Veronica lalu berdiri di samping nya, Alisa yang masih di gendongan Axel itu menyapa Clara.


"Mommy go ke timezone sama Daddy" ujar Alisa dengan semangat nya.


"Itu tempat banyak permainan Mom, Mommy ikut yah sama Daddy, kita kan udah keluarga main bertiga" bujuk Alisa sambil menatap dengan wajah tersedih nya agar mau pergi.


"Tapi nanti Grandma tinggal sendiri dong" ujar Clara menatap anak nya itu.


"Gapapa Cla, gih pergi kapan lagi kalian jalan bertiga" ujar Veronica menyuruh menantu nya itu ikut kemauan Clara.


"Yaudah ayo" ujar Axel berlalu pergi dari taman.


Clara memilih menganti pakaian sebentar ke kamar menggunakan dress lucu di atas lutut, gadis itu mempoles kan sedikit make up tipis ke wajah nya, rambut nya di biarkan tergerai dan menambah kesan cantik dari Clara, saat ini mobil Axel menuju mall terbesar di Ibu kota, mall milik keluarga William pasti nya, Axel yang sedang membawa mobil itu menatap sekilas Clara yang lagi-lagi membuat diri nya kesal.


'Ck kenapa Dia memakai baju seperti itu lagi, Dia jadi terlihat seperti seorang wanita!' batin Axel.

__ADS_1


Setelah beberapa menit mobil Axel sampai di sebuah Mall, pria itu turun dari mobil mengendong Alisa, sedangkan Clara hanya mengekor dari belakang, Alisa yang menatap itu merasa heran kepada Daddy nya.


"Daddy pegang tangan Mommy, nanti Mommy di culik orang tampan loh" ujar Alisa kepada Axel.


Axel berhenti dan membalikan badan nya, Clara yang menatap Axel berhenti itu Dia juga berhenti, mereka saling berhadapan, Axel menatap istri nya itu dari atas sampai bawah yang terlihat sangat cantik dan manis, tiba-tiba perkataan Bunda Eti mengigatkan Axel bahwasan nya jagalah Clara nanti di ambil pria lain, karena gadis nya itu sangat cantik, mata mu aja yang katarak ga bisa lihat. Axel menghela nafas nya lalu mengegam tangan gadis itu, dan mereka jalan beriringan.


"Kau, Aku tidak suka melihat Kau memakai pakaian seperti ini, bagaimana jika pria lain melihat mu!" tegas Axel saat mereka berjalan beriringan.


"Daddy cemburu yah, wajar sih Mommy kan cantik kayak Alisa" potong anak nya itu dengan tersenyum.


"Tapi Pa-, tapi honey pakaian Aku ini biasa saja, ini tidak terbuka sama sekali lengan panjang ini loh" gerutu Clar kepada suami nya itu.


Axel yang mendengar Clara memanggil nya dengan panggilan sayang hanya tersenyum miring tanpa menjawab lagi penuturan gadis itu, mereka sudah sampai di timezone kedua gadis itu tampak takjub melihat berbagai permainan, Axel yang menatap itu hanya bisa mengelengkan kepala nya.


"Aku sampai lupa kalo istri ku masih berumur sembilan belas tahun, wajar saja Dia masih suka melihat hal seperti ini" gumam Axel menghela nafas nya itu.


"Mommy, Ayo main itu" tunjuk Alisa.


"Apa boleh Mommy ikut?" tanya Clara yang merasa bingung.


"Tentu Mommy, Daddy juga go" teriak Alisa.


Tangan kanan gadis itu Dia pakai menarik tangan Axel, sedangkan tangan kiri nya Dia pakai menarik tangan Clara, Axel hanya pasrah diajak bermain demi anak nya itu, sedangkan Clara dan Alisa sangat menikmati permainan demi permainan yang mereka coba, mereka bertiga terlihat seperti keluarga yang sangat harmonis jika di pandang, Axel saat ini mencoba bermain basket dengan memasukan bola itu, Clara yang terus gagal memasukan nya dengan kesal cemberut dan malah berhenti, Axel yang melihat itu mengendong tubuh kecil istri nya untuk mendekati keranjang basket.


"Honey ngapain sih, malu dilihatin" teriak Clara memberontak.


"Sudah Ayo" gumam Axel yang malah tersenyum melihat diri nya dengan mudah mengangkat ketiak gadis itu dengan ringan.


"Haha Mommy, kayak anak kecil aja" tawa Alisa menatap kedua orang tua nya itu.

__ADS_1


Clara terus memasukan bola dengan banyak,, Axel yang menatap Alisa dan Clara yang bahagia dengan permainan itu hanya bisa tersenyum puas, baru kali ini Dia bisa bermain bersama Alisa, karena Dia selalu sibuk dan jarang keluar bersama anak nya.


'Mommy ternyata tidak salah memilih Clara sebagai Ibu untuk Alisa, yang salah Aku disini yang masih belum bisa mencintai nya dengan perasaan setengah-setengah ini'


__ADS_2