
Clara menurunkan Alisa di depan kelas gadis itu, sikap Clara saat ini sangat dewasa Dia sangat cocok menjadi orang tua umur yang muda tidak menghalangi Dia terlihat bersikap sangat dewasa di depan gadis kecil itu.
"Sana masuk, kakak tungguin disini, yang rajin belajar nya jangan males loh" ujar gadis itu berdiri di depan Alisa dengan tatapan tegas nya.
"Siap Mom, jangan kemana mana yah tunggu di sini" ujar Alisa mengatakan itu kepada Clara.
"Iya sana" ujar Clara menyuruh gadis itu segera masuk ke dalam kelas.
Clara melihat dari jendela Alisa yang sangat diam memperhatikan perkataan demi perkataan guru nya, Clara melihat gadis itu lewat jendela kelas, karena merasa sedikit bingung ingin melakukan apa, Clara memutuskan untuk duduk di kursi taman depan kelas itu, gadis itu cukup lama dan sabar menunggu kelas Alisa Dia hanya diam bermenung sambil menendang kerikil kecil itu.
Disisi lain, seorang pria mendapatkan sebuah notifikasi pesan dari bodyguard suruhan nya, pesan itu berisi sebuah foto gadis yang sedang diam termenung Dia adalah Clara, saat ini Axel hanya diam menatap foto itu.
"Cantik" gumam Axel tersenyum miring.
Saat Axel sedang bicara seperti itu, Roy datang dan ikut melihat HP tuan nya itu.
"Cantik sekali Nona Clara padahal baru beberapa jam kita tinggal, Tuan seperti nya Nona Clara sangat banyak di incar pria" tutur Roy yang malah seenak nya berkomentar.
"Kau diam, Dia tidak cantik, jangan memuji nya" ujar Axel dengan kesal menatap Roy.
Tring..
Kali ini sebuah pesan lagi-lagi masuk, Di pesan itu terlihat sebuah foto seorang pria memeluk Clara dengan kuat, pria itu sangat tampan tidak kalah dengan Axel.
"Sial siapa Dia" ujar Axel berdiri dari duduk nya itu, sambil memukul kursi pesawat itu dengan kesal.
"Haha Tuan baru saya bicarakan" tutur Roy yang malah tertawa lebar.
Axel tidak menajawab perkataan asisten nya itu Dia malah langsung menelpon bodyguard yang Dia utus untuk memgawasi Clara dan juga Alisa itu.
"Halo Tuan Axel" ujar pria di seberang sana.
"Siapa pria itu" tegas Axel dengan kesal kepada bodyguard nya.
"Saya tidak yakin, tapi seperti nya Dia teman Nona Clara tuan" ujar bodyguard Axel.
__ADS_1
Axel langsung mematikan ponsel nya dengan kesal lalu menatap Roy dengan tatapan membunuh nya.
"Roy, Aku tidak mood, batalkan saja proyek itu, kita tidak perlu memperluas jaringan perusahaan, suruh pilot untuk kembali" ujar Axel kembali duduk sambil memejamkan mata nya.
Roy yang mendengar itu seketika membalakan mata nya, apa ini? padahal mereka sudah mempersiap kan proyek ini selama sebulan lebih, dan Roy susah membujuk para perusahaan luar untuk bekerja sama dengan mereka, kini usaha nya sia-sia, Roy merasa sangat menyesal harus memanasi bos nya itu.
"Tu tu tuan apa maksud Anda, Saya-" perkataan Roy terpotong saat Axel lansung menjawab.
"Kalo Aku bilang batalkan ya batalkan saja, Aku sudah tidak mood, kalo soal kerja sama Aku bisa minta tolong Varo, kau urus saja sisa nya!" teriak Axel mempertegas keputusan nya itu kepada Roy.
'Batalkan enak sekali Anda berbicara seperti itu, yang tekanan batin Saya bos!!" teriak Roy dalam diam nya.
Saat Clara sedang duduk sambil bermenung, seorang pria lalu datang lalu menarik lengan Clara berdiri dan langsung memeluk gadis itu dengan kuat, Clara yang di peluk itu tentu langsung terkejut dan hendak mendorong tubuh pria itu dengan kuat.
"Bajingan, lepasin Gua ga" teriak Clara kepada pria itu.
Pria itu hanya diam dan terus memeluk Clara, hingga akhirnya pria itu tertawa dan menatap Clara.
"Haha, cantik nya awet mulut bar bar nya juga awet yah" ujar pria itu melepaskan pelukan nya dan menatap manik cantik mata gadis itu.
"Reyhan?!" ujar Clara dengan wajah yang terkejut nya.
"Weh apa kabar nih, nambah ganteng aja Lu" ujar Clara mengoda pria itu.
"Oiya, mau ga jadi pacar Gua haha" ujar Reyhan tertawa kepada gadis itu.
"Bacot Lu, BTW ngapain Lu disini njir, jangan bilang Lu jemput anak Lu, parah sih Rey baru beberapa bulan lulus" ujar Clara menutup mulut dan mengeleng kan kepala nya seolah itu sangat dramatis.
"Matamu, Gua mau jemput keponakan sorry nih masih segel" ujar Reyhan menatap gadis itu dengan mata mengoda nya.
"Pftt haha, ngakak Lu ga cocok ngomong begitu" tutur Clara menepuk bahu pria itu dengan kuat.
Saat mereka asik mengobrol, ternyata kelas pun sudah usai, Alisa yang keluar kelas langsung mencari sosok Clara yang Dia sayangi itu, Alisa langsung berlari dan memeluk kaki gadis itu sambil menatap gadis itu ke atas.
"Mommy" teriak Alisa kepada Clara.
__ADS_1
Reyhan yang mendengar panggilan Clara oleh gadis kecil itu merasa heran sambil menatap nya dengan bingung.
"Mom? Hah!" ujar Reyhan menatap tidak percaya kepada Clara.
Clara menatap Alisa yang baru sampai itu dengan senyum mengembang nya
"Udah balik yah cantik, Ayo pulang" ajak Clara kepada Alisa.
"Ayo Mom" ujar Alisa membalas gandengan tangan Clara.
"Rey, pamit dulu yah" ujar Clara berlalu pergi dari depan Rey.
Rey yang menatap kedua gadis itu hanya bisa diam mematung otak nya masih berproses, siapa gadis kecil itu? kenapa Dia memanggil Clara dengan sebutan Mommy? banyak pertanyaan yang muncul di benak Reyhan. Saat Clara keluar berjalan menuju depan gerbang seorang anak kecil beridir dengan segerombol teman nya sambil menteriaki Alisa.
"Oi anak nakal" teriak salah satu gadis di sana.
"Apaan cih" kata Alisa dengan kesal menatap gadis itu.
"Alisa itu nakal karena Dia ga punya Mommy, ga ada yang ngurusin Dia, maka nya punya Mommy dong, punya Daddy kok ga punya Mommy sih" ujar anak kecil itu menatap Alisa dengan tatapan mengejek nya.
"Erin kalo ngomong jangan gitu yah, ini Mommy Alisa yang ini, cantik kan" ujar gadis itu berlari menuju tempat Clara yang sedang berbicara dengan seorang guru.
"Mommy" ujar Alisa menatap Clara dengan tatapan sendu nya.
"Eh apa sayang" ujar Clara mengendong Alisa ke dalam pelukan nya.
"Mereka bilang Alica ga punya Mommy, jadi Alica nakal, padahal Mommy Clara kan Mommy Alica"ujar gadis itu memeluk leher Clara dan menjatuhkan kepala nya dengan sedih.
Clara mendekat kepada segerombol anak kecil itu dan menatap mereka dengan heran, pakaian mereka sangat bagus, mereka sangat bersih cantik, tidak ada kekurangan tetapi sikap mereka sangat di sayangkan, sebagai anak orang kaya apakah aturan tidak berlaku bagi mereka, dengan seenak nya merendahkan orang lain.
"Adik semua nya, jangan ganggu Alisa lagi yah, Alisa baik Dia ga nakal kok, kalian harus saling berteman" ujar Clara menasehati semua anak kecil itu.
"Kakak diam aja, palingan kakak cuman Nanny Alisa iya kan" ujar gadis itu menjawab dengan kesal kepada Clara.
"Dia Mommy Alica!" teriak Alisa dengan tegas kepada teman-teman nya.
__ADS_1
"Alisa benar, kakak ini bukan kakak nya Alisa, tapi Mommy, siapa bilang Alisa ga punya Mommy, Dia punya Mommy, jadi kalian jangan ganggu Alisa lagi" ujar Clara mengendong Alisa dan membawa nya pergi menuju mobil jemputan dari pak Entis.
'Mommy? jadi Dia mengaku istri ku, berani sekali'