Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S2 BAB 39-MASALAH


__ADS_3

Axel yang mendengar permintaan Clara yang tiba-tiba membuat kening nya berkerut heran, kenapa gadis itu meminta sesuatu hal yang aneh bagi nya.


"Bekerja? untuk apa, Aku akan memberikan mu uang bulanan" jawab Axel dengan datar menatap Clara.


Seperti nya Axel kurang setuju dengan perminataan istri nya itu, hal itu dapat tergambar jelas dari ekspresi Axel yang tidak mengenakan, Clara yang tidak mau menyerah itu terus berusaha membujuk Axel


"Aku bekerja karena Aku ingin menghasilkan uang sendiri, lagi pula kalo di mansion Aku hanya berdiam diri, Alisa juga hari biasa kan sekolah, untuk pekerjaan lain saja para pembantu mu melarang Ku untuk membantu mereka, Aku tidak suka berdiam diri" jelas Clara kepada Axel.


"Tidak usah, tetap di mansion saja" ujar Axel yang membantah permintaan itu.


"Kau ini, Aku tidak akan merepotkan mu, Aku akan pergi sendiri dan pulang sendiri, Aku juga mencari pekerjaan lagi di restoran sendiri, tidak akan merepotkan mu 100 persen" kesal Clara kepada pria nya itu.


Axel hanya diam menatap manik mata Clara yang sangat serius dengan permintaan nya, bukan masalah merepotkan atau tidak tetapi entah kenapa Axel merasa tidak rela harus melepaskan istri nya untuk bekerja di luar, di dekat nya saja masih ada pria yang berani mengoda istri nya apalagi saat pria itu berjauhan, memikirkan nya saja sudah membuat Axel kesal.


"Itu tidak mungkin terjadi" gumam Axel mengigat hal itu.


"Apanya" kesal Clara kepada suami nya itu


"Kau boleh bekerja" ujar Axel kepada Clara dan berlalu pergi.


"Hore, terimakasih" ujar Clara melompat lompat di atas kasur karena bahagia.


"Tapi Kau bekerja di perusahaan Ku" seringai Axel kepada Clara.


Clara yang mendengar itu seketika berhenti melompat, lalu dengan kesal melompati tubuh Axel yang tidak berdiri jauh dari nya.


Bruk..


"Astaga Kau sama saja seperti Alisa" ujar Axel menatap lekat mata istri kecil nya itu.


"Aku tidak mau, bukan tanpa alasan Aku tidak mau bekerja di perusahaan Mu itu, Aku cuman lulusan SMA!!! Apa kau lupa? lagi pula di SMA nilai ku sangat jelek aku bukan murid pintar" rengek Clara di gendongan Axel itu.


Axel menurunkan dengan pelan tubuh Clara sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku akan menyuruh Roy membantu mu, urusan nya paham atau tidak itu tergantung Kau, tidak ada penolakan selain bekerja di tempat, jika Kau nekat bekerja ke luar, Aku akan mengempur setiap malam sebagai tanda perizinan" seringai Axel mendekat kan wajah nya kepada Clara.


Glek..


Clara meneguk saliva nya dengan kasar, lalu menatap kepergian Axel yang membuat nya malah tambah kesal.


"Tidak asik, ancaman mu!" teriak Clara dari dalam kamar.


Axel berlalu pergi ke kantor dan meninggalkan istri nya yang masih cemberut di kamar karena ulahnya tersebut.


"Mmm apa Aku terima saja yah? Lagi pula Aku tidak suka hanya diam bermenung tidak memiliki pekerjaan, tidak apa-apa mana tau di kantor Aku akan mendapat kan teman baru" gumam Clara yang sekarang malah antusias sendiri.


Clara melirik jam dinding kamar nya, Dia sangat terkejut ketika beberapa menit lagi Alisa akan terlambat ke sekolah, Clara dengan sigap langsung turun dari kasur dan membangunkan putri nya itu, Alisa langsung menurut meski masih setengah sadar dari bangun nya, dengan telatan Clara memakai kan seragama dan menyiapkan bekal untuk anak nya, kali ini Clara memilih ikut dengan Alisa karena Dia lagi-lagi tidak tahu harus berbuat apa di mansion, di dalam mobil menuju sekolah.


"Li maafin Mom yah jadi telat kamu nya" ujar Alisa mengusapa kepala anak nya itu.


"Tidak apa-apa Mommy, kan Alisa yah minta di bangunin sama Mommy aja gamau orang lain" jelas gadis itu dengan pengertian nya.


"Mom, minggu depan Alisa ada acara drama sekolah loh, Mommy datang yah" ujar gadis itu dengan antusias bercerita ke Clara.


Alisa yang mendengar Daddy nya disebut hanya membuang muka dengan kesal karena Dia pasti tahu itu tidak mungkin terjadi, semenjak mereka tinggal di Inggris pun Alisa jarang mendapat perhatian karena semenjak meninggal nya Clarissa pria itu sibuk keluar mencari kesenangan seperti meminum minuman keras, bukan bermain wanita yah.


"Ga bakal mau Daddy, Dia sibuk terus Mom, dulu juga Daddy mending kerja dari pada nengok Alisa, kata nya harus mandiri" kesal Alisa menjelaskan itu kepada Mommy nya.


Saat mereka tengah asik mengobrol, saat masuk persimpang mobil mereka di cegat oleh beberapa mobil dengan kecepatan tinggi, Pak Entis yang tidak bisa mengontrol laju mobil yang ada di depan nya memilih mengerem demi keselamatan kedua majikan nya itu.


Cit..


Soal ban mobil berdecit karena rem yang mendadak itu.


"Ada apa Pak Entis?" tanya Clara dengan heran kepada supir nya itu.


"Nyonya seperti nya ada yang mencegat mobil kita" ujar Pak Entis yang berusaha mengunci mobil dari dalam.

__ADS_1


Brak.. brak..


Kaca mobil di ketuk dari luar dengan kasar oleh beberapa orang memakai jas hitam dan kaca hitam, mereka berteriak dengan kasar kepada penghuni mobil itu.


"Hei serahkan cucu keluarga Arnolda!" bentak pria dari luar itu mengetuk dengan kasar kaca mobil.


Clara dan Alisa saat ini sangat panik, tetapi Clara berusaha menengkan hati nya demi Alisa dan memeluk gadis itu dengan erat, Dia bersumpah Akan melindungi Alisa dengan nyawa nya sendiri.


"Mom hiks hiks Alisa takut" ujar gadis itu mendekapkan kepala nya di pelukan Clara.


"Sayang kamu tenang, Mommy janji akan menjaga Mu" gumam Clara sambil terus memeluk anak nya itu.


Pengawal Alisa dan Clara yang hanya berjumlahkan dua orang itu langsung berusaha menghajar puluhan orang yang mengusik majikan mereka itu tetapi bukan karena kalah ahli tetapi kalah dalam jumlah, pengawal keluarga Arnolda akhir nya di lumpuhkan. Pak Entis dengan tangan bergetar mengambil ponsel nya dan mengirim pesan darurat kepada Axel dan langsung mengirim lokasi mereka saat ini. Dengan kesal pria yang ada di luar memecahkan kaca di bagian Clara duduk dan membuka paksa pintu mobil itu, Pak Entis yang melihat itu berusaha membantu majikan nya itu.


"Dasar pria tua jangan ikut campur" ujar pria itu mendorong Pak Entis.


Brak..


Pak Entis tersungkur karena kekuatan pria itu lebih besar dari pada diri nya. Pria itu menarik tangan Alisa dengan paksa keluar, tetapi Clara dengan sigap Clara memukul dengan sekuat tenaga pria itu.


"Pergi Kau jangan ganggu putri ku!" bentak Clara memberontak sambil memukul pria itu.


"Ck ini sangat menyebalkan, paksa mereka" teriak pria itu kepada anak buah nya.


Dengan paksaan Clara dan Alisa di seret keluar dengan perlakuan kasar nya, Clara yang melihat Alisa menangis itu berusaha memberontak dan melepaskan diri.


"Kau jangan sentuh anak ku" ujar Clara mengigit tangan pria itu, dan langsung memeluk Alisa.


"Hiks hiks Mom sakit" ujar Alisa berusah meminta pertolongan.


"Jika kalian ingin membawa kami, biarkan Aku mendekat kepada anak Ku, jangan berlaku kasar!" bentak Clara menegaskan itu.


Pria yang dapat di ketahui sebagai pimpinan suruhan itu menarik kuat rambut Clara dan menatap nya.

__ADS_1


"Untung saja kalian berharga, jika tidak Aku dengan senang hati membunuh mu bersama putri mu" bisik pria itu.


__ADS_2