
Varo dan Axel pulang terlebih dahulu menuju mansion Alferoz, niat untuk berlibur dan berkunjung ke kediaman Alferoz tapi mereka malah mendapat berita buruk seperti ini adalah hal yang tidak terduga.
Drap.. drap..
Derap langkah kaki Varo dan Axel terdengar jelas di mansion itu, banyak para bodyguard yang berjaga di mansion meningkat kan keamaanan, sementara itu Rere dan Clara sedang menunggu di ruang keluarga.
"Mas, bagaimana?"tanya Rere melihat suami nya yang baru datang.
"Kalian kenapa di sini di mana anak-anak?"tanya Varo kepada istri nya itu.
"Mereka sudah tidur Mas, Aku dan Clara menunggu kalian karena kami tidak bisa tidur menunggu kabar Alice,"ujar Rere menatap suami nya itu.
"Aku dan Axel juga belum tahu kabar Alice, besok pagi kita berkunjung, sebaik nya kita tidur dulu,"ujar Varo kepada istri nya itu.
Rere mengikuti langkah suami nya menuju kamar mereka, sementara itu Clara hanya menatap suami nya yang tatapan datar itu sambil bingung.
"Kenapa?"tanya Clara yang heran sendiri.
"Gapapa, mau lihat kamu aja ga boleh?"tanya Axel kepada istri nya.
"Boleh,"ujar Clara menepuk sofa yang kosong di samping nya menyuruh Axel untuk duduk.
"Honey,"ujar Clara menatap suami nya yang tiduran di paha nya itu.
"Hmm,"ujar Axel menatap wajah istri nya.
"Apa orang kaya selalu seperti ini yah? Aku khawatir dengan Alisa dan Stevel nanti,"ujar Clara menatap Axel dengan wajah kekhawatiran nya.
Pria itu hanya tersenyum simpul melihat betapa sayang nya Clara kepada Alisa atau pun Stevel tanpa membedakan kasih sayang mereka sedikit pun, Clara tidak pernah membedakan anak sambung atau pun anak kandung nya.
Axel menaikan satu tangan nya dan mengusap pelan pipi Clara dengan senyum yang terus terukir di wajah pria itu.
"Kau tenang saja, Stevel akan menjaga Alisa sampai putri kita mendapatkan pria nya sendiri,"ujar Axel tersenyum kecil.
"Aku harap pria itu baik seperti diri mu dan penyanyang seperti mu,"ujar Clara tersenyum manis.
"Benarkan Aku seperti itu?"tanya Axel dengan kening berkerut.
"Dasar, jangan pikun nanti ketahuan kau lebih tua dari ku haha,"ujar Clara tersenyum kepada suami nya.
__ADS_1
Akhirnya malam itu di lewati dengan perasaan yang sudah lega, karena mereka tahu orang yang sudah melakukan hal itu kepada Alice sudah di berikan pelajaran, begitu pun dengan Alice yang seperti nya sudah baik-baik saja.
Pagi hari nya
Mansion kembali ramai, karena semalam memang semua orang pulang, dan hanya Anggun dan Reno yang menginap di rumah sakit untuk menjaga Alice, semua orang rencana nya akan berkunjung ke tempat Alice di rumah sakit.
"Clara, Alisa apa yang sedang kalian buat?"tanya Alessia kepada sahabat menantu nya itu.
"Ini cake coklat Mom untuk Alice, kata nya Alisa ingin memberikan cake coklat sebagai hadiah kunjungan,"ujar Clara sedang membantu anak nya itu.
"Iya Oma, nanti kalau Oma mau Alisa kasih kok,"ujar gadis itu kepada Alessia.
"Kau sangat lucu, terimakasih,"ujar Alessia gemas melihat Alisa.
Sementara itu si kembar membawa hadiah kunjungan mereka yang mungkin membuat Varo dan Rere tertawa dan juga merasa heran karena tidak bermanfaat sama sekali.
"1 Luis buku,"
"2 Leon buku,"
"3 Lukas mobil-mobilan,"
Mereka semua berbaris sejajar dan melapor kepada ibu negara dan bapak negara itu, Varo hanya menatap datar anak anak nya, sementara itu Rere terus tersenyum melihat tingkah lucu mereka.
"Lenka apa yakin mau kasih unicorn yang paling Lenka suka?"tanya Rere sekali lagi kepada putri nya.
"Yakin Mom! Supaya Kak Alice cepat sehat, biar beli unicorn lagi sama Lenka! Siap lapol,"ujar gadis itu berdiri tegak lurus sambil memangku unicorn nya.
"Lukas kenapa mobil-mobilan, Kak Alice bukan pria,"ujar Varo menatap heran kepada putra nya.
"Suka-suka Lukas dong, kok Daddy yang sewot, siap lapor!"ujar pria kecil itu juga tegak lurus sehabis mengatakan itu.
"Sudah terserah, Luis dan Leon kalian bagus,"ujar Varo kepada dua anak nya yang lain.
"Siap Daddy!"ujar kedua orang itu juga ikut ikutan.
Semua orang melihat keluarga William itu hanya tertawa melihat pemandangan dan tontonan lucu di pagi hari yang membuat mereka tidak terlalu memikirkan masalah kemarin.
"Haha anak kalian sangat disiplin,"ujar Ananda kepada Varo dan Rere.
__ADS_1
"Begitulah Ma,"ujar Rere yang juga gemas melihat anak-anak nya.
Drap.. drap..
Langkah Samuel turun dari lantai atas, dan mengucapkan selamat pagi ke semua orang yang sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
"Pagi! Mom Aku mau sarapan,"ujar Samuel kepada Alessia.
"Makan, ambil sendiri, kau lama, orang-orang sudah sarapan dari tadi,"ujar Alessia ketus kepada keponakan nya itu.
Samuel memang lebih sering memanggil Alessia dan Dante dengan panggilan Mom serta Dad seperti Reno, dan Alice walaupun mereka bukan anak dan orang tua kandung, karena Samuel dari kecil memang bersama keluarga Alferoz karena suatu insiden yang mungkin saja masih melekat di otak pria kejam itu.
"Mom!!"rengek Samuel kepada Alessia yang mengabaikan nya.
"Minta pelayan membuat kan nya, kau kira buat apa pembantu banyak kalau tidak bisa di suruh,"ujar Alessia menghembuskan nafas nya pelan.
"Benar juga,"ujar Samuel berlalu ke meja makan.
Sementara itu pagi hari di rumah sakit, Alice sudah bangun pemandangan yang Dia lihat ketika bangun adalah bahwasan nya Reno dan Anggun tidur di sofa yang luas untuk di gunakan tidur, mereka tidur saling berpelukan satu sama lain, sungguh pemandangan yang menyilaukan bagi Alice melihat pasutri baru itu.
"Kan Aku sudah bilang! Mending Mommy aja yang jagain, Aku orang sakit bukan obat nyamuk,"teriak Alice kepada dua orang yang tidur itu.
Reno melenguh dan terbangun dari tidur nya, begitu pun Anggun yang baru bangun dan langsung berlalu pergi ke toilet untuk mandi di ikuti Reno yang mengekor dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Dan lihat lah, mereka tidak menyapa ku, dasar Tuan es kemarin aja khawatir, ucap kek Morning Alice, Morning Baby, Morning cantik, ini lah ini ngapain itu loh,"ujar Alice yang mengerutu sendiri.
Kedua orang itu keluar dari kamar mandi dengan badan segar, Anggun menghampiri Alice.
"Alice Aku sama Hubby mau keluar cari sarapan dulu, sarapan kamu bentar lagi bakal nyampai, mau nitip?"tanya Anggun.
"Boleh, mau kebab hehe,"ujar Alice.
"Ok,"ujar Anggun berlalu pergi bersama Reno.
"Makan sarapan!"ujar Reno dengan tatapan tajam nya.
"Gini amat punya kakak,"ujar Alice menghela nafas nya.
Badan Alice masih sakit-sakit Dia masih tidak bisa mandi, tapi karena perasaan badan nya yang lengket membuat Alice terpaksa ingin mengelap badan nya sendiri, saat Alice membuka kancing baju nya dan sudah memperlihatkan kulit mulus nya, pintu ruangan itu kembali terbuka.
__ADS_1
Krek..