Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
Part 52- Ikatan


__ADS_3

Axel langsung berdiri ketika alisa mengatakan sesuatu hal yang mengejutkan itu. telpon milik alisa di minta oleh anggun agar anggun bisa berbicara lebih jelas.


"Clara dalam perjalan RS milik tuan varo, dia di tusuk orang pak, kalo bapak ingin menjemput alisa datanglah kesana" anggun mematikan ponsel itu.


pip


Karena ambulans sudah sampai dan mengantarkan mereka ke rumah sakit.


"Maafin aku cla, maafin aku, kenapa harus kamu bela belain gantian aku cla kenapa"


Setelah sampai di RS clara langsung di tangani oleh dokter yang sudah di perintah oleh varo. para bodyguard itu sudah memberitahu tuan nya itu. Di luar ruang UGD nampak Rere,Anggun dan Alisa. Anggun hanya bisa terdiam dengan terus memeluk Alisa dan Rere yang masih shock itu. Entah apa yang Anggun rasakan air mata wanita itu, sama sekali tidak tumpah, ia hanya diam tanpa bisa berkata kata.


Tap.. tap..


Suara langkah kaki mendekati mereka yang sedang duduk dk ruang tunggu. Varo, Reno dan Axel datang dan menemani ketiga gadis itu.


Flasback off•••


'hiks hiks'


"Mas kenapa Clara bela belain dirinya buat ngelindungi aku, kenapa mas dia malah khawatir sama bayi aku padahal waktu itu dia berdarah, tapi dia masih sempat khawatir aku sama bayi aku, kenapa mas" Suara Rere bergetar mengatakan itu, semua yang dia ucapkan sangat berantakan karena masih sangat shock atas kejadian yang barusan menimpa mereka.


"Kalo Clara liat kamu gini, dia makin sedih. Dia juga nyelamatin kamu karena dia sayang sama kalian, jangan sedih begini nanti dia makin khawatir sama kamu" kata varo yang berusaha menenangkan gadis itu dalam pelukan nya.


Di sisi lain


Nampak Anggun yang menjauh dari sudut ruang tunggu itu, dia terduduk terdiam di lantai dengan pikiran kosong nya. Tanggapan yang harus ia berikan, ia tidak tahu sama sekali.


'sial sial' batin anggun menjambak rambut nya.

__ADS_1


Reno dari jauh melihat Anggun yang terlihat aneh. Pria itu sedikit merasa heran kenapa Anggun tidak menangis seperti yang lain nya. Entah lah mungkin itu hanya perasaan Reno saja.


Axel yang memeluk putri nya itu, dan ingin membawa nya untuk pulang dan berganti pakaian. tetapi gadis kecil itu menolak dengan keras sebelum melihat clara bangun dan berbicara kepadanya.


"hiks daddy kapan mommy bangun nya, daddy panggil doktel lagi, suruh bangun mommy nya yah" kata gadis itu dengan wajah yang sudah di penuhi air mata.


"mommy bentar lagi bangun, kita pulang dulu yah. nanti balik lagi" kata Axel membujuk anaknya itu.


"Ngga au, mau nya mommy bangun" kata gadis itu yang terus meminta hal itu kepada Axel.


'kenapa alisa sangat sedih seperti ini, apa yang gadis itu berikan sampai anak ku terikat pada nya dasar gadis kecil cepatlah bangun, aku tidak ingin melihat alisa menangis terus.' batin Axel memperhatikan pintu ruang UGD itu.


Tiba tiba Samuel dan Kevin datang menghampiri Varo yang sedang duduk bersama istri nya itu di ruang tunggu UGD. Varo yang melihat kedatangan Samuel langsung berdiri di depan bocah itu.


"Sam katakan siapa mereka, kenapa suruhan mu sangat bekerja tidak baik! aku sudah mempercayakan hal yang paling berharga bagi ku padamu!" kata Varo dengan suara meninggi.


"Tenanglah tuan Varo William, apakah seperti ini sikap mu kepada anak kecil, aduh aku sangat takut" Kata Samuel yang berdiri di sebalik tubuh Kevin.


"ha ha, kau sangat tau bocah kecil ini om" kata Samuel menepuk-nepuk bahu Varo.


"Baiklah ayo kita berbicara" kata Samuel.


Samuel melangkahkan kaki nya pergi ke tangga darurat Rumah sakit untuk berbicara empat mata dengan varo, mungkin saja enam mata karena ada kevin juga disana yang setia mendampingi Samuel.


"Seperti yang anda tau tuan, penyerangan hari ini berkaitan dengan kematian nyonya Risa. Aku memang belum menitrogasi dua tikus itu, tetapi aku yakin dengan info yang sudah ku gali mereka memang suruhan orang yang sama, dan ini sangat menarik ha ha" tawa Samuel terdengar mengerikan untuk anak kecil seumuran nya.


"Nona Chelsea william"


"jangan mengatakan nama adik ku!" kata varo membentak samuel.

__ADS_1


"Apa kau tidak mau mendengar nya? Nona sea seperti nya bukan bunuh diri tetapi di bunuh" kata Samuel dengan santai nya.


Varo yang mendengar itu terdiam dan memproses kata demi kata yang di lontarkan oleh Samuel.


"Jadi benar? aku yakin itu, sea tidak akan melakukan hal bodoh itu. Sam cepat katakan kepada ku siapa pembunuh itu?" teriak Varo.


"Aku tidak tahu, dia bermain dengan sangat bersih. Pemimpin tikus itu sangat pandai, ia tidak langsung turun tangan tetapi ia hanya bermain dan melihat pertunjukan ini dari jauh, ah aku sangat ingin menangkap nya dan ingin menguji siapa yang pintar dan lebih licik diantara kami, tapi bersabar lah tuan Varo aku sendiri yang akan menyiksa nya ha ha" tawa Samuel yang menggema di ruangan itu.


"Kau memang. tidak tau caranya gimana aku mau secepet nya Sam" Varo pun berlalu pergi dari ruangan itu.


Varo melangkahkan kaki nya menuju tempat istri nya yang duduk termenung itu.


"Sayang ayo kita pulang dahulu, aku sudah meminta para dokter untuk memindahkan clara ke ruangan VVIP" kata varo mengajak istri nya pulang, karena hari semakin larut.


"Aku tidak mau mas, aku mau menemani clara saat dia sudah bangun" kata Rere menggelangkan kepala nya pertanda tidak mau.


"tolong dengarkan aku, apa kau sedang menyiksa anak kita dengan keegoisan mu ini" kata Varo mengegam kedua tangan istri nya itu.


Rere terdiam mendengar perkataan suami nya itu, dia juga berpikir tidak mungkin seegois ini hanya demi memenuhi keinginan nya.


"kalian pulang lah, aku dan alisa akan menginap disini, lagi pula alisa sangat keras kepala dia tidak mau pulang sebelum melihat gadis itu bangun" kata axel yang menyakinkan hal itu kepada Rere bahwasan nya dia akan menemani clara.


"Baiklah ayo kita pulang mas, terimakasih pak axel sudah menjaga Clara, aku pamit dulu" kata Rere yang bangun dari kursi.


"Anggun apa kau yakin pulang sendiri?" tanya Rere kepada Anggun yang masih duduk terdiam itu.


"Tentu re, aku membawa mobil kemari, jangan mengkhawatirkan ku" kata Anggun berlalu pergi keluar RS terlebih dahulu.


'*aku melihat nya disini apa yang akan kau lakukan'

__ADS_1


Bersambung*...


jangan lupa like;)


__ADS_2