
"Kak Clara anak mu itu tidak akan mendegar kan kita berisik, karena Dia baru sebesar ini"ucap Samuel yang malah tertawa mendegar perkataan Clara.
Axel menatap Samuel dan memukul kuat pundak pria itu, sehingga membuat Samuel terbatuk-batuk.
"Jangan mengatakan anak ku, atau Aku akan menggantung mu di monas,"ucap Axel dengan kesal menatap Samuel.
"Baik Tuan, Saya menyesal,"ucap Samuel menunduk pasrah kepada Tuan Arnolda itu.
"Mas sudah, Dia itu masih kecil jangan di ganggu,"ucap Clara kepada suami nya itu.
'Padahal Aku sudah seorang pria, mereka semua masih menatap ku anak kecil,' batin Samuel hanya diam.
Kevin sang kaki tangan Samuel di Aeros itu, duduk samping Tuan nya, tetapi pria itu tidak berbicara sama sekali mulut nya bagaikan terkunci sifat nya yang dingin tidak jauh beda nya dengan Reno si manusia kulkas yang duduk di samping Kevin sambil masih menatap ponsel nya.
"Anggun, semenjak Aku pergi, apa kau sukses mendekati Kevin?"ucap Samuel mengoda gadis itu.
Ohok ohok..
Anggun yang sedang makan sate itu seketika tersedak mendegar penuturan Samuel, padahal Dia juga baru beberapa kali mendekati Kevin dan tidak ada lampu hijau untuk nya, dan tiga tahun ini juga Anggun pergi ke Italia untuk berkuliah.
"Jangan bercanda Sam, Aku mendekati Kevin waktu itu hanya ingin berkenalan,"ucap Anggun menyangkal semua itu.
"Oh, benarkah begitu Kevin?"ucap Samuel menatap pria yang duduk di samping nya.
"Ya, itu benar Tuan,"ucap Kevin menjawab pertanyaan Sam.
"Lagi pula, selama tiga tahun ini Aku ada di Italia menemui calon suami ku,"ucap Anggun kesal kepada Samuel.
"Italia? Suami?"gumam Samuel.
'Oh jadi Dia' batin Samuel tersenyum miring.
"Yah tapi tetap saja, Kau tidak bertemu dengan nya, apa mungkin suami mu itu makhluk halus yang tidak bisa terlihat"ujar Rere tertawa kecil.
__ADS_1
"Jadi orang tua mu menikahi mu dengan makhluk halus Anggun,"ucap Clara yang sangat terkejut menutup mulut seolah olah tidak percaya itu.
"Sayang jangan seperti itu, bisa jadi orang itu marah mendegar nya,"ucap Axel kepada istri nya itu.
"Kalau Dia marah dan tahu berarti Dia memang makhluk halus yang bisa melintasi dimensi apapun dan melihat Anggun sedang apa, dimana dengan siapa. Anggun sebaik nya kau jangan main di belakang atau Dia akan menghantui mu,"ucap Clara yang menatap Anggun dengan wajah ketakutan nya yang di buat buat.
Seketika bulu kuduk Anggun berdiri mendegar perkataan Clara, gadis itu juga merasa heran Mama dan Papa nya selalu mendapat keluhan dari sang calon suami kalo Dia bersikap terlalu acuh tak acuh dengan sikap nya kepada orang dan cara nya berbicara kasar.
"Kau benar, Dia selalu mengatakan kepada orang tua ku agar Aku menjaga sikap, tetapi kenapa Dia bisa tahu, apa dari Mama, Papa ku yang menceritakan nya,"ucap Anggun yang memulai mempercayai perkataan Clara.
"Benar tuh kan perkataan Clara,"ucap Rere yang juga menyetujui itu.
"Kalian ini sudah jangan berpikir aneh, orang tua mana yang mau menikah kan anak nya dengan makhluk halus, dan kau sayang jangan memprovokasi keadaan,"ucap Axel kepada istri nya itu dengan gemas.
"Haha iya iya, Aku bercanda Anggun,"ucap Clara kepada gadis itu.
"Aish Kau ini jangan banyak bicara saja,"ucap Anggun dengan kesal.
Tring..
Anonymous : Sebaiknya kau cepat kembali, ini sudah sesuai dengan perjanjian kita, atau Aku sendiri yang akan menyeret mu langsung kesini!
Reno : *Jangan terlalu kesal, atau kau akan cepat mati,
Anonymous : Lama tidak menemui ku, kelakuan mu mulai meningkat, Aku sudah mengikuti keinginan mu! sekarang tepati perjanjian kita*!
"Ck si*al,"gumam Axel menatap pesan itu lalu mematikan ponsel nya.
Saat ini si kembar yang duduk sedikit jauh, mereka hanya bermain berempat entah apa yang mereka mainkan sehingga para kembar betah dengan kebisingan mereka, Samuel melirik gerombolan anak kecil yang berkumpul itu sambil mengerutkan kening nya.
"Mereka anak siapa?"tanya Samuel menatap semua orang yang ada di sana.
"Hei mereka bagian William apa kau lupa! Aku sudah pernah mengirim foto anak anak ku kepada mu, untuk menjaga identitas mereka!"kesal Varo menatap Samuel.
__ADS_1
"Ah iya Aku ingat, apa di antara mereka ada seorang gadis yang cantik seperti Kak Rere,"ucap Samuel mengoda Varo agar pria itu merasa marah.
"Tentu gadis kecil ku Lenka yang paling cantik,"ucap Varo dengan bangga nya.
"Sam, berkenalan lah dengan anak ku, kau juga bagian dari kami,"ucap Rere dengan ramah kepada pria remaja itu.
"Sesuai keinginan mu Nyonya William,"ucap Samuel mendekati para anak kecil itu.
"Kalo Aku memiliki seorang putri Aku akan menjodoh kan nya dengan Samuel, Dia sangat tampan, Aku tidak dapat membayangkan cucu ku yang tampan,"ucap Clara kepada Samuel yang melangkah pergi kepada si kembar.
"Jangan sampai sayang, Sam itu pria gila yang hobi memotong daging manusia, jangan lihat luar nya saja,"kesal Axel yang mendegar ucapan istri nya itu.
"Axel benar, tetapi Aku menyukai Samuel karena otak nya yang pintar untuk kelangsungan William sangat berguna,"ucap Varo menatap Samuel.
Samuel mendekati para anak kecil yang sedang bermain itu, lalu menatap Lenka yang memiliki pipi chubby dan tubuh yang bontot itu sedang tertawa melihat Leon, dengan sigap Samuel menarik pipi gadis itu merasa gemas
"Hei cantik, apa kau anak Nyonya yang di sana?"ucap Samuel menunjuk Rere.
"Sakit, Om jahat, Uis, Eon, Ukas,"teriak Lenka berdiri di belakang pria kecil yang juga bertubuh bontot itu.
Luis yang jarang berbicara itu seketika menatap kesal kepada Samuel dan berlari dengan langkah mecil mendekati Samuel dan memukul mukul lengan pria itu, Samuel hanya membiarkan nya saja karena itu memang tidak terasa sakit.
"Jangan sakiti Lenka, atau Luis akan membuat Om menangis,"ucap Luis dengan tajam.
Sementara Leon dan Lukas memeluk adik kecil mereka yang cemberut menatap ke arah Samuel itu, ketiga pria kecil itu seolah olah menjadi pengawal untuk adik perempuan mereka.
"Jangan cubit Lenka lagi, awas,"ucap Leon yang masih memeluk Lenka.
"Hei ayo lah kalian ini kenapa, Om hanya menyayangi nya bukan menyakiti nya, Om ingin berkenalan dengan kalian semua, okey nama mu Luis"tunjuk Axel kepada Luis yang masih memukul lengan nya.
"Lalu kau Leon,"yang masih memeluk Lenka erat dengan mata tajam.
"Dan kau Lukas,"ucap Samuel yang sudah menghafal nama anak William tersebut.
__ADS_1
Sebenarnya Sam juga berkenalan agar Dia lebih tahu detail keluarga William saja bukan ada maksud apa-apa terlebih Dia adalah pemimpin Aeros yang menjaga kelangsungan William.
"Kalian sangat sangar ternyata, nanti kalo sudah besar ayo kita saling memukul sampai kalian keluar darah,"ucap Samuel tersenyum dengan seram.