
Setelah drama yang terjadi tadi akhirnya mereka tertidur di tengah malam, guling yang akhir nya berhasil di lempar Anggun itu membuat Reno hanya pasrah dan memilih tidur di sofa. Di kamar lampu nya yang redup itu Reno masih terbangun sambil berbaring di sofa kamar, sementara itu Anggun sudah pergi ke alam mimpi nya.
"Aku belum bisa menerima seorang gadis, tetapi Aku berharap kau bisa membuat ku mencintai mu,"gumam Reno menatap Anggun dari jauh.
Pria itu membuka selimut nya dan berjalan mendekat kepada Anggun yang berbaring, dengan hati-hati Reno berbaring di samping Anggun, lalu memeluk pinggang ramping gadis yang menghadap ke arah nya.
"Kau sangat cantik, jika tidak cerewat seperti biasanya,"ucap Reno menyapu helain rambut Anggun yang berjatuhan di wajah gadis itu.
Reno larut dalam lamunan nya menatap wajah Anggun, lama pria itu menatap wajah cantik istri nya hingga akhir nya tatapan pria itu jatuh kepada bibir tipis dan kecil serta bewarna merah muda di depan nya, tatapan pria itu seolah-olah terhipnotis.
Deg.. deg..
Pria itu mengusap bibir Anggun dengan ibu jari nya lalu, mencium nya perlahan, ciuman itu lama-lama mulai dalam, Reno menikmati nya sendiri tanpa balasan dari Anggun, hingga akhir nya pria itu tersedar saat Anggun melenguh.
"Mmmh,"ucap Anggun yang merasa terusik dalam tidur nya.
'Sia*l apa yang Aku lakukan,' umpat Reno menutup mata nya dengan lengan nya sendiri merasa malu atas perbuatan nya.
Deg.. deg..
Jantung pria itu terus berdegup kencang akibat kelakuan nya sendiri, Reno menatap wajah Anggun dengan ekspresi yang tidak dapat di baca.
"Apa jantung ku ini seolah-olah mengatakan Aku menyukai mu, apa kah seseorang yang jatuh cinta akan merasakan detak jantung yang tempo nya tidak beraturan seperti ini?"gumam Reno menatap istri nya.
Huft..
Reno mendegus nafas nya dengan kasar, lalu juga mengusap wajah nya dengan frustasi.
'Apa yang kulakukan dengan orang yang sedang tertidur,' batin Reno kesal sendiri.
Pagi hari nya
__ADS_1
Seperti biasa Reno sudah berangkat dahulu ke kantor, Anggun yang juga bersiap pergi itu hanya kesal mengingat kejadian semalam, bayangkan saja cuman gara-gara guling nya di buang, Reno lebih memilih tidur di sofa dari pada dengan diri nya di kasur.
"Aku tidak memiliki penyakit menular, kenapa suami ku sangat gila,"gumam Anggun kesal menatap pantulan diri nya di cermin.
Sarapan sendiri, serta berangkat ke kantor di jemput oleh asisten nya Chen Fei adalah rutinitas Anggun setelah menikah bersama Reno, Anggun turun membeli roti yang sangat terkenal di toko roti Roma itu.
"Rasa apa jadi nya Nona?"ucap pelayan itu melihat Anggun yang berdiri sambil memegang dagu nya berpikir serius.
"Sebentar, roti ini sangat penting dalam hidup ku,"ucap Anggun.
Gadis itu masuk ke dalam mobil dengan tatapan yang di iringi Chen Fei membawa roti milik Nyonya nya itu.
"Akhirnya Aku membeli semua rasa,"ucap Anggun dengan pasrah melihat satu paper bag yang berbagai jenis rasa roti yang ada.
Tring.. tring..
Di sisi lain seseorang yang juga baru keluar dari kafe itu, menatap tersenyum ke arah mobil Anggun yang pergi menjauh dari tempat nya Dia berdiri.
"Anggun akhirnya kau sudah kembali lagi ke Italia,"gumam orang itu sambil tersenyum dan masuk ke dalam mobil nya.
Grep..
Reno mengambil ponsel itu dengan cepat, membuat mata Anggun tertuju ke arah ponsel nya yang di ambil Reno, gadis itu terlihat sangat kesal.
"Kembali kan ponsel ku!"ucap Anggun dengan kesal.
Pria itu tidak menjawab sama sekali, Dia melihat ponsel Anggun yang belwallpaper kan wajah Oppa korea yang tampan, menu ponsel itu langsung menuju sebuah percakapan Anggun dengan seorang pria bernama Gabriel itu.
"Little apa maksudnya ini, kau tidak sopan memuji seorang pria lain padahal kau memiliki suami,"gumam Reno dengan kesal mencengkram ponsel itu.
Di dalam pesan tersebut terdapat sebuah percakapan Anggun dengan pria lain kesan nya kayak orang pacaran, tapi seperti nya Reno salah paham karena Anggun dengan Gabriel memang sering seperti itu mereka hanya menganggap itu candaan semata.
__ADS_1
"Kenapa kau marah? Kau cemburu?"ucap Anggun langsung to the point.
Brak..
Bukan nya mendapat jawaban dari Reno, tapi Dia malah melihat ponsel kesayangan itu harus hancur di injak oleh suami nya di depan mata nya sendiri, Anggun tergangaga tanda tidak percaya.
"Tidak ada ponsel, internet, atau pun televisi, kembali ke kamar dan pelajari buku ini,"ucap Reno dengan kesal.
Anggun mengambil buku masak itu yang di lempar Reno ke depan nya, gadis itu melempar kembali ke depan wajah Reno membuat suasana terasa tegang dan mencekam.
"Enak sekali kau merusak ponsel ku, lalu kau menyuruh ku!"teriak Anggun berdiri menatap Reno yang duduk itu.
Rahang pria itu mengeras mendapat ajuan suara teriakan Anggun kepada nya, dengan kasar Reno menarik tangan Anggun dan membawa buku itu menuju ke kamar mereka.
Brak..
Suara pintu di buka dengan kasar, Reno menjatuhkan tubuh gadis itu ke kasur dan melempar buku itu tepat mengenai wajah Anggun, rasa perih di rasakan Anggun akibat cekalan tangan Reno kepada diri nya serta lemparan buku itu.
"Jangan membuat ku marah, ingat perjanjian kita Anggun Edward, kita di sini hanya pion yang di jadikan budak orang tua, sebaiknya kau menurut dan belajar menjadi istri yang baik,"ucap Reno menatap tajam.
Gadis itu terkejut dengan perkataan Reno, rasa tidak percaya kepada pria itu membuat diri nya semena-mena dan juga ingin melawan perbuatan yang tidak adil menurut nya.
"Kita jalani saja seperti yang kau bilang, hubungan ku dengan pria lain toh tidak akan tahu oleh keluarga, jika kau tidak memberitahu nya kan?"ucap Anggun dengan tatapan kesal.
"Jangan sampai kau berani menghancurkan nama baik keluarga mu sendiri hanya karena kebodohan mu,"ucap Reno yang menatap nya juga tajam.
"Perset*anan dengan kontrak s*ialan itu, Aku akan hidup dengan caraku sendiri,"teriak Anggun kepada Reno yang pergi dari ruangan itu.
Brak..
Tring..
__ADS_1
Pesan masuk
"Sepertinya Gabriel bukan pria yang mengincar Nona Anggun Tuan"