Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S2 BAB 79-WELCOME JUNIOR


__ADS_3

"Roy apa yang kau lakukan?"geram Axel menatap tajam asisten nya itu.


"Tuan ada telpon un-,"perkataan Roy terpotong akibat Axel lebih dahulu menyela perkataan pria itu dengan kesal.


"Apa kau lupa peraturan ku, jangan ada yang menganggu ku!"ucap Axel kepada Roy yang langsung mendapat tanda perigatan itu.


Asiten itu hanya meneguk saliva nya dengan kasar ketika mendegar perkataan dari Axel yang cukup meninggi itu.


"Nyonya akan melahirkan!"ucap Roy dengan lantang agar Axel sadar.


Seketika itu Axel yang mendegar jawaban itu langsung terdiam mematung mendegar jawaban asisten nya.


"Tuan? Apa anda baik-baik saja?"tanya Roy dengan bingung yang malah membuat Axel diam tersebut.


Ck..


Axel berdecak kesal dan langsung menyambar jas nya lalu memasang nya, pria itu langsung keluar ruangan meeting tersebut.


"Kau bod*oh harus nya bilang dari tadi!"bentak Axel kepada Roy.


'Perasaan dari tadi Aku sudah berusaha memberitahu nya,' batin Roy yang hanya sabar.


"Tuan, Nyonya sekalian meeting akan di tunda untuk hari, karena ada hal mendesak, sisa nya akan di urus sekretaris CEO,"ucap Roy dengan singkat dan padat.


Pria itu juga langsung tergesa-gesa masuk ke dalam lift, di mana Axel berada, Roy yang menatap raut wajah Axel yang tenang itu hanya bernafas lega, mungkin karena Axel sudah pernah merasakan istri nya melahirkan, jadi Dia berusaha agar tidak panik.


Sementara itu Axel yang terlihat tenang itu sebenarnya memikir kan hal aneh-aneh di dalam otak nya, seketika perkataan Veronica terbayang di benak nya.


"Axel, seorang wanita adalah makhluk yang mulia, tanpa ada wanita tidak akan ada penerus keluarga kita, peran seorang wanita hamil bukan lah perkara mudah, hidup dan mati seorang berada di ujung tanduk saat berjuang menempuh membawa sang buah hati ke dunia ini, jika tuhan menkehendaki yang baik, kita dapat berbahagia, jika tidak kita akan berbelasungkawan, jadi jangan pernah sekali pun menganggap seorang wanita rendah di mata mu, jaga istri mu,"ucap Veronica menatap putra nya.


"Pasti Mommy, Axel akan menjaga Clarissa,"ucap pria itu.


'Aku mengigat perkataan itu, kenapa Aku memikirkan hal aneh-aneh,' batin Axel dengan gugup.


Axel mengigat ketika kejadian di mana Clarissa menutup mata terakhir kali di mata nya, pria itu tidak bisa menyelamat kan wanita yang Dia cintai sendiri.


"Sayang, bangun lah jangan tinggal kan Aku dengan Alisa,"

__ADS_1


"Cla bangun!!"


"Alisa masih membutuhkan mu Cla,"


"Jangan tinggalkan Aku!!"


Axel mendecak kesal mengigat kenangan buruk itu berputar di otak nya, bagaimana pun melahirkan itu bagi seorang wanita taruhan nya adalah nyawa bukan perkara mudah.


'Cukup Clarissa, jangan Clara juga,'batin Axel.


Ting..


Pintu lift terbuka, Axel masih diam termenung, sehingga Roy dengan terpaksa setengah berteriak kepada Tuan nya itu agar tersadar dari lamunan nya.


"Tuan!!"ujar Roy menatap heran kepada Axel.


"Iya, ayo,"ucap Axel langsung tersadar dan keluar dari lift itu.


Di sisi lain


Rumah sakit internasional of william, Clara, Veronica dan Alisa sudah sampai di rumah sakit itu, perawat yang berjaga itu langsung gerak cepat untuk membawa pasien ke ruangan VVIP yang sudah di sediakan oleh keluarga William.


"Nona tetap tarik nafas secara teratur,"ucap perawat yang mendorong brangkar pasien itu menuju ruangan khusus.


"Sebaiknya, Nyonya dan yang lain nya cukup sampai di sini,"ucap perawat masuk dengan tergesa gesa.


Dokter pun masuk ke dalam ruangan saat ini tempat Clara melahirkan, Veronica terus jalan mondar mandir karena memikirkan Axel yang juga tidak kunjung datang itu.


"Mom!!"teriak Axel berlari mendekati Veronica.


Wanita paruh baya itu, menatap sumber suara, orang yang Dia nanti akhir nya sampai juga, dengan nafas yang memburu dan keringat yang bercucuran.


"Kau langsung masuk saja, temani Dia,"ucap Veronica kepada anak nya itu.


"Baiklah Mom, Alisa tetap di sini,"ucap Axel berlalu pergi dan masuk ke dalam ruangan itu.


Huft..

__ADS_1


Veronica menghembus kan nafas nya, ketika melihat kepala rumah tangga itu sudah datang mengantikan kegelisahan yang Dia rasakan tadi, tapi Veronica saat ini masih terus menunggu dan jalan mondar mandir.


"Nyonya besar, sebaiknya Anda duduk saja,"ucap Roy yang melihat Veronica sedikit tegang.


"Perut ku sangat mulas ketika mendegar Clara akan melahirkan sejak di mansion tadi, untung ada Rakan yang membantu, Aku jadi tidak terlalu panik, dari tadi perut ini sudah sangat mulas, jadi pengen berak ya ampun,"ujar Veronica memegang perut nya.


Saking panik nya wanita paruh baya itu, seketika sambil menunggu Clara di ruangan itu, Dia sudah bolak balik toilet hingga beberapa kali karena mulas.


"Eek nya tidak ada, tapi perasaan nya ada,"kesal Veronica yang kembali mondar mandir itu.


"Grandma, duduk nanti tambah mulas,"ucap Alisa kepada Grandma nya itu.


Veronica hanya mengangguk dan duduk, tetapi wanita itu malah kalo diam ingin bolak balik lagi WC, begitu lah Nyonya besar kalo panik bawaan nya mulas.


Sementara itu di ruangan persalinan


"Nyonya, ikut intruksi saya tarik dan hembuskan, mengejan ketika saya memberikan perintah,"ucap dokter itu yang menatap jalan lahir anak keluarga Arnolda.


Di sisi kanan Clara, ada Axel yang terus mengegam tangan gadis itu, lebih tepat nya bukan Axel yang mengegam tapi Clara yang mencengkram kuat, hingga kuku gadis itu menancap di tangan kekar Axel.


"Akh sakit sayang,"teriak Axel melihat tangan nya megeluarkan goresan darah.


"Berisik, jangan mau enak nya doang, bikin nya enak, gilirin gini teriak huft huft hah ,"ucap Clara mengumpat kesal kepada suami nya itu.


"Sayang Aku gapapa,"ucap Axel tersenyum menatap istri nya yang sempat nya marah di saat situasi seperti itu.


"Ayo Nyonya, kepala nya sudah terlihat dorong sekuat tenaga Nyonya,"ucap dokter itu menitruksikan.


Huft huft hah


"Akhhh,"Axel dan Clara berteriak bersamaan, kalo Axel teriak gara gara Clara jambak rambut pria itu dengan kasar dan mencabut beberapa rambut itu, sementara Clara berteriak karena perjuangan nya selesai untuk melahirkan junior.


Seketika itu Axel hanya meringis kesakitan, Clara yang melihat itu hanya tertawa kecil betapa tersiks nya suami nya itu.


"Tuan, Nyonya, anak kalian sangat tampan seperti kedua orang tua nya,"ucap dokter memberikan bayi itu ke dalam pelukan Clara.


Clara terharu untuk pertama kali nya, Dia merasakan melahirkan yang sesungguh nya, berjuang seperti seorang Ibu lain nya.

__ADS_1


'Welcome to world junior'


__ADS_2