Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 49-AKU MENCINTAIMU


__ADS_3

Bruk..


"Kata nya mau pergi keluar hari ini, lupa yah kak Sam?"tanya gadis itu kesal memukul boneka unicorn nya ke wajah pria itu.


'Ck ngapain janjian segala semalem, mending Saya tidur, huh,' batin Samuel yang kesal sendiri.


"Kamu pergi sarapan dulu gih sama Daddy, nanti kakak turun juga, siang kita pergi,"ujar pria itu kepada Lenka.


"Janji loh ya,"ujar gadis itu menunjuk.


Lenka turun dari tubuh pria itu, tubuh bontot nya terus menatap tajam Samuel sampai keluar pintu dan mengarahkan telunjuk nya seolah olah berkata.


"Awas aja Lu bohong tak hik,"begitulah kira-kira mungkin.


Samuel memilih tidur kembali, hoho lupakan soal jalan jalan Dia lebih suka melepaskan kulit tubuh seseorang dari badan nya dari pada harus bermain dengan seorang anak kecil seperti Lenka, itu sangat menyenangkan.


Semua orang sangat heboh di ruang makan, si kecil yang susah di atur agar segera naik ke kursi khusus mereka, tapi malah lari-larian di sini, dengan kesal si Twins di teriaki oleh Varo dengan tegas.


"Kalo Daddy bilang come here, dalam hitungan tiga belum duduk, tidak boleh cemilan selama sebulan,"ujar Varo tegas itu.


"One..."


Seketika Lukas dan Lenka yang sedang bermain itu langsung naik ke kursi mereka dengan cepat, sementara itu Luis dan Leon mah sudah anteng duduk tampan di kursi mereka, sedangkan para orang dewasa menyiapkan makanan.


"Hebat yah sekarang udah bisa masak, biasa nya masak nasi goreng asin,"ujar Clara mengoda sahabat nya itu.


"Tentu, ini untuk suami ku,"ujar Anggun yang malah seperti nya ikut bucin-bucinan itu.


"Sudah ayo makan,"teriak Alessia dengan keras.


Sementara itu Reno yang baru turun, hanya menatap datar mansion mereka yang sangat ramai, pria itu duduk di samping Anggun, lalu melirik adik nya yang sudah mulai makan.


"Al, di mana Sam?"tanya Reno dengan bingung.


"Kayak gatau aja itu kebo psyco,"ujar Alice melanjutkan makanan nya.

__ADS_1


"Tuan, apa Anda tidak berniat memindahkan Sam ke indo?"tanya Reno kepada mantan Tuan nya itu.


"Kau ini,"ujar Varo menghela nafas nya karena Reno selalu memanggil nya Tuan.


Reno dulu pernah memanggil pria itu nama tapi saat mereka menjadi mahasiswa tapi itu cuman beberapa kali, semenjak mereka membuat genk di kampus yang di ketua Varo, Reno selalu memanggil pria itu Tuan dan lebih enak di pendengaran dan cara bicara nya.


"Santai bro, kulkas sudah terbiasa, lupakan saja,"ujar Axel menyuapi makanan untuk istri nya itu, karena Clara sedang mengendong Baby boy.


"Ya Aku berniat, tapi kau tahu, Dia paling suka tinggal di sini, mau menarik nya ke indo tapi di mana pun Dia berada pekerjaan nya sangat baik,"ujar Varo kepada Reno.


"Hmm,"ujar Reno mengangguk tanda paham.


Anggun menyiapkan makanan untuk suami nya itu, dan membuat minuman untuk yang lain nya juga, dan meletakan piring di depan Reno.


"Mau apa lagi?"tanya Anggun menatap suami nya yang sedang berbicara.


"Ini aja Little, makasih"ujar Reno memakan makanan nya itu sebelum nya mencium pipi wanita nya itu.


Mereka semua makan sambil menikmati hidangan yang ada, beberapa menit selesai makan mereka semua memilih melakukan kegiatan yang memang ingin mereka lakukan, untung di mansion banyak pembantu, kotor dikit langsung di bersihin jadi mansion itu kayak ga pernah kotor karena pembantu nya siap siaga.


Sementara itu para kepala keluarga baru memanfaatkan waktu mereka membicarakan bisnis karena mumpung bertemu ye kan jarang-jarang, kalo ga bisnis pasti bahas banggain istri atau ga anak emang bapak-bapak.


"Axel, apa kau tidak berniat memperluas bisnis mu?"tanya Reno kepada sahabat nya itu.


"Tidak, Aku lebih baik sibuk dengan istri ku dari pada dengan dokumen perusahaan,"ujar Axel santai yang memang tidak terlalu suka mempersulit hidup yang penting punya uang.


"Jangan bertanya lagi, sampai air liur mu kering, Dia tetap menolak,"ujar Varo kepada Reno.


"Kau benar Tuan,"ujar Reno mengangguk kepada Varo.


Samuel masih terlelap kembali dalam mimpi nya, hingga akhir nya Lenka datang dengan raut wajah yang kesal membanting pintu di temenin Alisa itu.


"Kak Sam, ish ayo,"teriak Lenka berteriak di ujung pintu kamar itu.


Samuel mengerjapkan mata nya lagi-lagi si kecil itu menganggu tidur nya yang berharga, Samuel mendudukan tubuh nya dengan wajah bantal nya Alisa yang memang jarang berinteraksi dengan Samuel itu melihat kagum.

__ADS_1


"Wah pria tampan, memang beda kalo bangun tidur,"ujar Lenka terkagum melihat Samuel itu


"Yaudah keluar, nanti kakak turun beneran sekarang,"ujar Samuel kepada dua gadis itu.


"Awas bohong ya,"ujar Lenka menarik tangan Alisa keluar.


Alisa dan Lenka yang sudah sampai di luar kamar itu saling bergandeng tangan menuju tempat Daddy mereka berada.


"Kamu mau kemana sama kak Sam Lenka?"tanya Alisa kepada gadis itu.


"Mau jajan pakai Black card, kakak mau ikut?"tanya Lenka dengan antusias.


"Ayo nanti ikut ya,"ujar Alisa kepada gadis kecil itu.


Mereka akhir nya turun ke bawah dan menemui Daddy mereka, sang Daddy udah sibuk ladenin pembicaraan Tuan putri mereka, sedangkan Reno pergi dan menarik tangan istri nya yang sedang mengobrol itu.


"Pinjam sebentar,"ujar Reno kepada dua sahabat nya itu.


Rere dan Clara yang melihat tingkah Reno yang tidak berubah itu hanya bisa menganggukan kepala mereka tanda setuju, lalu Reno mengajak Anggun ke taman mansion, satu sebuah mawar merah yang dulu pernah Dia katakan akan memberikan mawar kuning, Reno hanya menyesali perkataan itu.


Lalu sebuah buket mawar persis seperti dulu yang Dia bawakan Dia berikan kepada Anggun, gitar di tangan pria itu siap memainkan sebuah melodi untuk sang kekasih.


"Little, hari itu Aku melihat kau dan Jason di taman, bunga mawar yang khusus Aku siapkan untuk mu, Aku buang saat tahu bahwa kau berkata mencintai Jason, seketika dunia ku hancur, karena baru pertama bagi ku tidak bisa mengapai apa yang ingin ku miliki, tapi maaf juga selalu tidak mencari tahu kebenaran atas kesalahan mu,"ujar Reno memberikan bunga mawar itu.


"Jadi bunga mawar yang di kursi taman yang Aku lihat milik mu Hubby, bo*doh nya Aku mengatakan kalau bunga itu milik pria malang, padahal itu milik pria yang Aku cintai, tapi satu kata yang tak pernah kau katakan walaupun hubungan kita baik, Aku mencintaimu, seberat itu kah kata sakral itu bagi mu?"tanya Anggun sedikit cemberut.


"Kau tidak perlu kata, cukup ungkapan tapi jika kau memang mau mendengar nya, pasang telinga mu baik-baik karena kata ini tidak akan Aku ulangi lagi Little, karena ini hanya sekali seumur hidup, Nona Anggun Alferoz AKU MENCINTAI MU,"


Dibalik senyum ku


Ada cinta untuk mu


Dibalik matamu ada hati yang menunggu.


__ADS_1


__ADS_2