Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 1-KEBERANGKATAN H-2 ITALIA


__ADS_3

Brak..


"Maaf, maaf Mama, Papa, Tante, Om, Anggun telat,"ucap gadis itu menunduk di depan semua orang di dalam ruangan pertemuan keluarga.


"Anggun Kau ini kebiasaan,"ucap Mama Anggun menatap anak nya itu.


Anggun mendongkak kan kepala nya ke atas lalu tersenyum kaku kepada semua orang, Dia mengaruk tengkuk belakang nya itu. Saat akan menoleh sosok yang Dia kenal ada di sana sedang duduk tersenyum menyeringai kepada nya.


"HEH SAMUEL?!!"teriak Anggun menunjuk kepada pria yang memakai jas rapi seperti yang lain nya.


"Yo Anggun, Italia begitu sempit sampai pertunangan pun di sini Aku ikut hadir,"ucap Samuel tertawa licik.


......................


Dua hari sebelum kejadian


Drt.. drt..


"Halo Anggun,"ucap wanita paruh baya di seberang telpon sana.


"Iyah Ma apa, di sini masih pagi, Anggun masih ngantuk Ma,"rengek gadis itu dengan manja kepada Mama nya.


"Kau ini, karena di tinggal sendiri sifat malas malasan mu itu tidak hilang, masih untung ada yang mau menikahi mu,"ucap Mama Anggun dengan kesal kepada putri nya itu.


"Cepat bangun, dan langsung berangkat ke Italia, pertemuan nya dua hari lagi, perjalanan ke sini cukup lama, sebaik nya kau berangkat sekarang,"ucap Mama Anggun yang tegas kepada putri nya.


"Iya iya Mama bawel, Anggun mau pamit sama teman-teman Anggun dulu,"ucap gadis itu langsung mematikan ponsel nya.


Panggilan terputus


"Ck, bocah ini masih sama saja seperti dulu, Dia kira umur nya masih belasan,"ucap Mama Anggun Ananda Edward yang menatap ponsel yang sudah di matikan telpon nya oleh Anak nya.


"Bagaimana?"ucap seorang pria yang sedang duduk di sofa menatap istri nya.

__ADS_1


"Dia akan datang,"ucap Mama Anggun singkat.


Lumuis Edward, Papa Anggun itu hanya diam menatap datar ke depan, sungguh sebenarnya Dia juga tidak ingin melakukan perjodohan bisnis terlebih lagi Anggun itu adalah anak tunggal mereka, beban yang Dia tanggung terlalu besar.


"Sayang, Aku sudah memutuskan nya, lagi pula kita cuman punya Anggun, Aku akan meminta Dia menjabat sebagai CEO, Anggun adalah gadis pintar, Aku akan meminta izin kepada calon suami nya,"ucap Lumuis lirih.


"Seterah, Aku hanya bisa mendukung keputusan mu itu,"ucap Ananda mengusap punggung suami nya itu.


"Terimakasih,"ucap Lumuis tersenyum kepada istri nya.


Sementara itu Anggun mengeliat di kasur nya, lalu berdiri dan memasukan beberapa baju di dalam koper nya, serta skincare dan lain nya, gadis itu menjalankan kaki nya menuju bathroom, cipratan air shower terdengar jelas di ruangan itu.


Tok.. tok..


"Non, Nona Rere dan Clara sudah ada di ruang tamu,"ucap pembantu Anggun tersebut.


"Yaudah bi, suruh tunggu bentar, Anggun lagi mandi ini,"ucap gadis itu setengah berteriak dari dalam kamar mandi.


"Baik Non,"ucap ART itu pergi meninggalkan kamar Anggun.


"Mana si kembar Re?"ucap Anggun menatap sahabat nya itu.


"Kamu ngabarin nya ngedadak Aku ga sempet harus nagajak si kembar dulu,"ucap Rere kepada sahabat nya itu.


"Akh, seperti nya Aku akan merindukan empat curut itu,"ucap Anggun memelas sedih.


"Apaan sih Lu Nggun, nanti juga kan balik lagi ke sini, kan perusahaan suami lu pusat nya di sini,"ucap Clara kepada Anggun.


"Benar sih, tapi ya sudahlah,"ucap Anggun menunduk malas menatap lantai.


"Hei jangan cemberut seperti itu, kita memang tidak bisa menghadiri pernikahan mu, Kau tahu Aku sedang hamil besar dan Aku tidak tahu Rere mungkin saja bisa,"ucap Clara itu melirik Rere.


"Aku akan meminta izin kepada Mas Varo, seperti nya Dia mau,"ucap Rere tersenyum kepada Anggun.

__ADS_1


Gadis yang di bicarakan itu hanya mengangguk lemas, Dia tidak menyangka di umur yang ke 21 tahun ini Dia akan menikah dengan orang yang tidak Dia kenal dan cintai.


'Aish tidak mungkin Aku mengharap kan mantan pacar ku yang breng*sek itu,'batin Anggun menghilang kan pikiran nya tentang si presiden mahasiswa yang pernah menghiasi hari nya.


"Tidak apa-apa jika kalian tidak bisa datang, Clara Lu jaga ponakan Gua yang benar yah, calon orang tampan ga boleh di sia-sia in,"ucap Anggun kepada sahabat nya itu.


Anggun melirik jam di dinding, seperti nya sudah waktu nya Dia akan pergi dari rumah mewah yang tidak sebesar mansion William atau pun Arnolda ini, hanya sebesar rumah biasa tapi beda nya desain nya memang lebih mewah dan memiliki dua orang pengurus rumah saja.


"Seperti nya Aku harus pergi, jangan menangisi Aku yah teman, doa kan saja sahabat mu ini sukses di negri orang,"ucap Anggun memeluk kedua sahabat nya secara perlahan karena takut perut Clara ke jepit.


Puk puk...


Rere dan Clara menepuk punggung sahabat mereka perlahan, kedua gadis itu sangat paham dengan posisi Anggun saat ini karena Dia juga pernah merasakan apa yang di rasakan Anggun, tetapi beda nya Anggun di paksa menikah karena keuntungan bisnis, tentu itu lebih menyakit kan perasaan Anggun.


"Semangat yah, di tunggu kembali di sini,"ucap Rere.


"Yaudah jangan lupa nanti kirim hadiah kado pernikahan, jangan pelit suami kalian itu kaya yah,"ucap Anggun tertawa kepada teman nya.


"Iyah pasti,"ucap Rere dan Clara serempak itu.


Anggun pun melangkah kan kaki nya ke dalam taksi di antar teman-teman yang juga ingin pulang, pertemuan singkat itu cukup menyampaikan salam perpisahan.


'Emang kalo sama sahabat itu paling susah di tinggalin, padahal waktu 3 tahun ga ketemu juga pisah nya juga kayak gini deh, tahu-tahu mereka udah anak nya gede lah hamil lah, sekarang giliran ku,' batin Anggun menatap dari luar jendela taksi tersebut.


Di sisi lain


Di ruangan kantor utama CEO William, tampak Reno memberikan sebuah kertas kepada Varo, pria itu menghela nafas nya dengan pelan, akhir nya orang berbakat nya itu harus pergi meninggal kan nya.


"Aku tidak mau, tapi pria itu mengancan ku si*al,"umpat Reno dengan kesal.


"Tidak apa-apa keputusan mu sekarang, sudah tidak dapat di tolak lagi,"ucap Varo menatap sahabat nya.


"Aku akan mencari penganti yang juga berbakat seperti ku, Aku tidak mengecewakan keputusan mu,"ucap Reno dengan wajah datar nya.

__ADS_1


"Baiklah, hati-hati,"ucap Varo.


'Tunggu Aku Alice, Aku akan menemui mu sekarang, akhirnya,'


__ADS_2