Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
Part 48- anak kecebong


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian itu berlalu. mansion keluarga william kembali tentram seperti sedia kala. rere saat ini sedang senang-senang nya yang nama nya menanam dan merawat bunga. siang ini cuaca begitu terik, rere yang sedang menanam bunga levender yang ia minta kepada varo baru baru ini, peluh membasahi kening putih rere. lalu tiba tiba seorang pelayan datang mendekati rere.


"nona sebaiknya sudahilah dulu, hari semakin panas" kata pelayan itu menduduk kan kepala nya kepada rere.


"tidak apa-apa aku sangat senang melakukan nya" kata rere dengan senyum yang terus menggembang melihat hasil kerja nya.


"ta- tapi nona saya nanti dimarahi lagi oleh tuan karena tidak bisa meminta anda beristirahat" kata pelayan itu gugup.


"ck dasar mas varo dia terlalu berlebihan" gumam rere.


ia menyudahi pekerjaan nya itu dan kembali masuk ke mansion untuk membersih kan dirinya serta menyiapkan makan siang.


...----------------...


Di sisi lain teman-teman rere yang sudah mengetahui atas kehamilan sahabat nya itu, hari ini berniat untuk datang menemui rere. di depan mansion william ada clara, anggun dan alisa. kenapa ada alisa juga yah?


"jadi ini lumah teman mommy?" kata alisa bertanya kepada clara.


"iyah lisa ini rumah teman kakak" kata clara yang menjawab pertanyaan alisa.


"alica tau ini lumah oma shinta, disana uga ada opa adel sama om valo uga tante lele" kata alisa yang berkata panjang lebar.


anggun yang sedari tadi hanya diam bingung apa yang di bicarakan oleh alisa ia tidak mengerti sama sekali bahasa gadis kecil itu.


"astaga ini bocil ngomongin apa sih" kata anggun yang menatap bingung kepada alisa.


hanya axel, clara dan rere saja yang paham apa yang di katakan oleh alisa itu.


"astaga jadi alisa udah kenal dong sama teman kakak, itu tante rere yang alisa bilang tadi temen nya kakak loh" kata clara yang antusias bercerita kepada gadis itu.


"tante lele?" kata alisa sekali lagi.


"iyah itu" kata clara menepuk-nepuk tangan nya seolah olah melakukan reward kemenangan atas sesuatu yang diketahui alisa.


"rere bukan lele" kata angggun yang sedikit gemas dengan cara bicara alisa yang belum jelas itu.


"tante anggun malah malah mulu kenapa sih?" kata alisa kesal menatap anggun.


"ga jadi marah deh, alisa lancar manggil nama kakak" kata anggun memeluk erat gadis itu dengan kencang.

__ADS_1


Setelah pembicaraan kecil itu mereka sampai di ruang tamu dan duduk di sana. pelayan mengantarkan minuman dan cemilan kepada sahabat nona mereka itu. rere datang dengan senyum kepada teman teman nya itu dan duduk di samping anggun.


"tante lele" teriak alisa menghampiri rere.


"eh alisa sama siapa kesini?" tanya rere yang bingung menatap sekeliling nya tetapi tidak ada axel yang menemani gadis itu.


"aduh re, ini nyokap nya alisa di depan kamu nih" sindir anggun kepada clara.


"ha ha, serius cla kamu sama pak axel hem hem hem" kata rere menatap penuh arti kepada clara.


clara yang di goda oleh teman teman nya itu hanya bisa cemberut dan menatap kesal.


"enak aja, ga yah, gini gini aku mau nya sama yang perjaka ha ha" tawa clara dengan lepas tanpa menghiraukan orang sekitar nya.


"yakin nih, ntar kecantol cinta nya pak duda loh" kata anggun menyikut-nyikut lengan clara sambil tersenyum.


"yakin deh, jilat ludah aku sendiri dong kalo beneran ih gamau deh" kata clara sambil memasang wajah merinding.


Alisa yang tidak memahami pembicaraan orang dewasa itu memilih pergi mencari shinta untuk bermain bersama nya tanpa disadari ketiga gadis itu.


"btw re kamu serius udah hamil anak konglemerat ini" kata anggun yang antusias dengan percakapan mereka kali ini.


"iyah benaran, yakali boong, liat ini perut aku udah kelihatan kan" rere menunjuk perut nya yang sudah agak membesar itu, bagaimana tidak sudah terlihat di usia kehamilan satu bulan ia saja mengandung anak kembar empat.


"eh cepat banget gede nya kan baru sebulan" kata anggun mengelus-elus perut rere yang sudah membuncit itu.


"yah gimana gamau keliatan orang anak nya ada empat" kata rere.


dengan memasang wajah terkejut anggun dan clara hanya bisa saling pandang satu sama lain.


"ga nyangka aku re, baru pertama hamil langsung empat" kata anggun mengeleng geleng kan kepala nya tanda tidak percaya.


"berkualitas banget laki kamu re baru bikin, langsung gol empat kecebong ke gawang" kata clara.


"ngomong nya jangan abstrak bisa ga" kata rere yang tidak habis pikir dengan cara bicara clara itu.


"eh re, btw pas lagi ehem ehem gimana? benar ga, enak kata orang orang gitu" bisik anggun kepada rere.


clara juga mendekati rere agar bisa mendengar obrolan misterius itu.

__ADS_1


"enak sih, tapi pas awal nya sakit" rere menutup wajah nya setelah berbicara seperti itu.


ia tidak membayangkan bagaimana bisa teman teman nya bertanya sesuatu hal yang sangat vulgar kepada nya.


"ha ha benar kan aku juga baca artikel gitu, si anggun, ga percaya kata nya sebelum tanya yang berpengalaman" ketus clara kesal kepada anggun yang sangat penasaran tentang itu.


Saat mereka tengah asik berbicara.


Tap Tap


tiba tiba suara langkah kaki melewati ruang tamu itu.


"kau urus saja proyek yang berada di luar dan langsung berikan lagi data terbaru nya kepada ku" kata varo kepada reno.


"baik tuan" kata reno.


Varo memang sekarang setiap siang selalu menyempatkan makan siang bersama istri nya dirumah. varo yang melihat istri nya sedang berada di ruang tamu itu seketika menghentikan langkah nya.


"sayang" panggil varo kepada rere yang sedang asik berbicara kepada teman teman nya itu.


rere yang melihat suami nya itu pulang, memberhentikan pembicaraan mereka dan menghampiri suami nya.


"mas varo sudah pulang" kata rere, ia menghampiri varo dan merangkul lengan pria itu.


"ayo makan langsung aja, nggun, cla kalian juga ayo sekalian makan siang" kata rere megajak teman teman nya itu.


Di ruang makan.


tidak ada satu pun yang berbicara, selain kedua tuan rumah yang nampak mesra saling menyuapi satu sama lain.


"ayo mas makan yang banyak, tadi pagi kamu kan muntah muntah lagi jadi ga selera makan" kata rere menyuapi suami nya itu dengan penuh kasih sayang.


Anggun yang sedang makan merasa tidak tenang, karena ia duduk berhadapan di meja makan dengan reno. pria itu terus menatap nya bukan menatap makanan nya.


'bangsat ini cowo mau ngejek gua yah gara gara dia nolak gua, kalo mau ngejek langsung aja jangan main tatap tatap nggak gentle banget ini pembantu' batin anggun.


Bersambung...


jangan lupa ***like,coment, vote dan follow nya.

__ADS_1


budayakan like sehabis membaca***:))


__ADS_2