
Saat ini semua orang melangkah kan kaki nya menuju ruang tamu, mereka hanya memeriksa kesehatan untuk chek up seperti biasa nya, saat Alessia ingin menuju ruang tamu itu, wanita paruh baya itu tampak melihat Alice yang menganggu Michele itu.
Wanita paruh baya itu melangkah kan kaki nya dengan langkah cepat menuju tempat Alice lalu menarik telinga gadis itu dengan gemas nya.
"Kamu itu selalu gangguin Michele yah kebiasaan,"ujar Alessia kepada anak nya.
"Siapa yang gangguin? Ga ada kok Mom, serius ih,"ujar Alice dengan wajah cemberut nya membela diri dari perkataan Mommy nya itu.
Saat mereka sedang seperti itu, seorang pria datang dengan tatapan lesu nya dan langsung duduk di sofa dan menjatuh kan badan nya itu membuat tatapan semua orang jatuh kepada nya.
"Sam, kau datang?"tanya Alice dengan semangat dan langsung memeluk adik sepupu nya itu dengan bahagia.
"Ck menjauh Alice Aku sangat lelah untuk meladeni mu,"ujar Samuel mengatakan itu.
Bukan tanpa alasan pria itu mengatakan nya memang jujur ada nya kalau pria itu terlihat sangat lelah dengan keadaan nya saat ini wajah tampan nya itu terlihat kusam dan hanya ingin memejamkan mata nya.
"Ada apa kau kemari?"tanya Reno dengan wajah datar nya.
"Mom, Dad lihat lah apakah Aku tidak boleh ke sini walaupun Aku anak pungut kalian?"ujar Samuel menaikan kepala nya dan melirik kedua orang itu yang sedang mendengar keluhan nya.
"Kau benar sekali Reno, Dia juga anak Mommy,"ujar Alessia membela pria itu.
Reno hanya menghebuskan nafas nya dengan kasar, pria itu sangat paham Samuel selalu datang pasti punya alasan yang pasti, Dia tidak pernah datang ke mansion ini karena lebih suka eksperimen nya dari pada harus bersama keluarga jauh nya ini.
"Bukan begitu, Aku serius sam,"ujar Reno dengan tatapan tajam nya kesal.
"Baiklah, ini pernah Aku katakan sebelum nya saat di mansion William sudah lama itu terjadi, dan tebakan ku benar saja tidak pernah salah yang ada kaitan nya dengan Black devil, si@l informasi ini terlalu banyak dan pribadi, Aku ingin tidur dulu, nanti Aku lanjut kan kalian lanjut kan saja acara tadi,"ujar Samuel berjalan gontai ke lantai atas untuk masuk dan tidur.
Semua orang yang menatap kepergian pria yang datang mendadak dan juga pergi mendadak hanya mengeleng nafas.
Sekarang bagian Michele yang memeriksa kesehatan anggota keluarga Alferoz itu agar tetap terjaga, setelah selesai Michele membuat diagnosa dan tidak salah dalam memberikan hasil.
"Seperti nya semua baik-baik saja dan terkontrol Nyonya,"ujar Michele kepada wanita paruh baya itu.
__ADS_1
"Oke Michele terimakasih,"ujar Alessia kepada dokter pribadi itu mengatakan nya.
Mereka semua mengobrol setelah menyelesaikan mengatakan itu, begitu pun dengan Michele yang bersiap siap untuk pulang ke apartemen nya itu.
Pria itu melangkahkan kaki nya keluar dari ruang tamu, Alice yang mengejar pria itu berusaha memanggil Michele dengan nama nya tapi karena pria itu tidak fokus memang tidak mendengar nya hingga akhir nya gadis itu berteriak.
"Sayang jangan pulang dulu!"ujar Alice dengan keras.
Michele tentu juga belum mendengar nya karena Dia memasang earphone di telinga nya membuat nya tidak fokus, semua orang yang mendengar itu seketika menatap ke arah Alice.
"Siapa sayang mu?"tanya Alessia dengan bingung.
"Kak Michele, kami kan pacaran,"ujar Alice dengan santai nya.
Brak..
Seketika kedua orang pria penjaga putri Alferoz itu yang sedang diam dan tidak mengacuh kan itu langsung mengebrak meja bersamaan membuat semua orang kaget lalu menatap ke arah mereka.
"Hubby, apaan sih berisik,"ujar Anggun dengan kesal menutup telinga nya.
Michele masih memasang wajah santai dan bersantai siap untuk keluar dari mansion Alferoz itu, sedangkan kedua orang pria yang sudah memasang wajah masam itu sudah memegang pundak Michele.
Bruk...
"Tunggu,"ucap mereka serempak.
Michele yang di berhentikan itu tentu saja mendadak bingung dan menatap ke belakamg melihat kedua Tuan Alferoz itu yang berada di sana sambil menatap nya dengan tatapan tajam nya dan siap membunuh.
"Jadi kau pacaran dengan Alice?"tanya Reno dengan suara datar nya.
Sontak Michele mendengar itu kaget, sejak kapan Reno tahu apa kah Reno menyelidiki liburan mereka, kalau iya habis lah diri nya kalau Reno tahu pria itu hampir khilaf kepada Alice di pantai.
'Sialan kok bisa?' batin Michele dengan ketakutan dan grogi.
__ADS_1
Drap.. drap..
Derap langkah kaki seorang gadis datang dan menghempaskan tangan Reno dan Daddy nya dari pundak Michele dengan kasar, gadis itu berdiri di depan Michele seolah memagari pria itu.
"Mau apa kalian hah? Jangan ganggu Kak Michele yah,"ujar Alice dengan tajam nya mengatakan itu kepada Reno dan Dante.
"Kenapa kau membela nya?"tanya Reno dengan kesal menatap gadis itu.
"Karena Dia pacar ku,"ujar Alice dengan lantang nya.
Jedar..
Bagai di sambar petir Michele mendengar itu kaget, ternyata itu adalah perbuatan pacar nya sendiri yang tidak bisa menjaga mulut suci nya dari dosa-dosa mengatakan itu kepada keluarga nya sendiri.
"Aku akan menjelaskan nya,"ujar Michele mengengam tangan Alice dengan tatapan tegas nya.
Pria itu berpikir jika sudah ketahuan yah mau bagaimana lagi, Dia harus mengambil tindakan Dia tentu tidak ingin berbohong kalau Dia bukan pacar Alice.
'Lebih baik Aku di caci maki, dari pada harus membohongi hubungan kita dan melihat mu di jodoh kan,' batin Michele.
Plak..
Reno menepis tangan Michele yang mengengam tangan Alice, pria itu hanya diam, tapi Alice kembali mengengam tangan Michele dengan erat.
"Apaan sih kak, jangan pisahin kami yah, Aku cinta sama Kak Michele,"ujar Alice dengan lantang nya.
"Jelaskan di dalam,"ujar Dante dengan dingin.
Saat ini kedua orang itu sedang duduk Alice dan Michele duduk berduan nya, gadis itu memasang wajah tersenyum terus menatap Michele sementara itu pria itu hanya menahan segala kegugupan nya berusaha tetap tegas dan kuat.
"Coba katakan alasan mu di mana kenapa,"ujar Dante to the point.
Tanpa berbasa basi Michele mengatakan nya langsung.
__ADS_1
"Karena Aku mencintai nya sangat mencintai nya Dia berbeda dengan gadis yang pernah aku temui, walaupun kelakuan nya sangat konyol tetapi Aku tetap menyukai nya, dan yang mengatakan dulu Alice bukan Aku, awal nya Aku ragu tapi sekarang tidak sama sekali,"