Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
Part 69 -Happy Birthday Anggun


__ADS_3

Anggun dan Clara datang menuju taman sambil berbincang.


"Kan aku udah bilang Cla ga bakal ada kamu mah ngotot ngajakin aku keluar udah tau lagi sakit juga" kata Anggun dengan kesal menatap sahabat nya itu.


"Iyah sorry udah banyak bacot itu mulut ga bisa diam" ujar Clara yang mulai jengah.


Anggun hanya kesal dengan Clara dia menyuruh diri nya untuk berdandan untuk mengenal nya kepada seorang pria tampan kepada nya, tetapi tidak ada satu pun pria tampan yang ada, Clara malah mengajak Anggun berkeliling tidak jelas kesana kesini mencari sesuatu yang tidak tahu wujud nya.


Tak..


Suara lampu taman tiba-tiba mati, penerangan disana sangat gelap sehingga Anggun susah melihat.


"Clara handphone aku mana, gelap nih hidupin senter nya" ujar Anggun meminta ponsel nya kepada Clara.


Orang yang di panggil Anggun tidak kunjung menjawab gadis itu mulai ketakutan. Sementara Clara sudah berkumpul dengan yang lain nya bersembunyi.


"Mommy gendong" suara Alisa memanggil Clara yang baru sampai sangat keras.


"Shut sayang diam nanti kedengaran oke, shut" terang Clara meletakan jari telunjuk nya di bibir anak kecil itu pertanda diam.


"otey mommy shut" kata Alisa menuri Clara.


'Padahal Daddy sudah mengendong mu, malah minta orang lain' batin Axel menatap kesal Clara yangs sedang fokus menatap Anggun dari jauh itu.


"Sesuai rencana, Reno keluar" ujar Rere berbisik kepada Reno yang sudah siap memegang kue ulang tahun.


"Nona apa saya juga harus bernyanyi?" tanya Reno kepada istri majikan nya itu.


"Tidak usah, nanti pas lampu nya hidup kamu megang kue, kita di samping kamu yang nyanyi, oke mas,mom,dad, semuanya" perintah Rere dengan pasti.


"Oke siap" serempak mereka semua.


Tak..


Tiba tiba lampu taman kembali menyala, hal itu membuat Anggun lega. Dia mengedarkan seluruh pandangan nya di taman ada beberapa kursi untuk pesta BBQ serta hiasan balon yang banyak disana, Anggun hanya mengerutkan kening nya, saat dia datang bersama Clara tadi dia tidak terlalu fokus karena pembicaraan nya.


Reno keluar dengan ekspresi datar memegang kue berdiri tegap secara kaku menatap Anggun tanpa ekspresi. Reno melangkah demi langkah mendekati Anggun membawa kue, dari belakang Reno muncul banyak orang.


"Kejutan" ucap Semua orang dengan serempak.


"Astaga kalian, Rere, Anggun, mommy, daddy Akh semuanya banyak banget ngapain kesini" Anggun berteriak dengan histeris dan bahagia.

__ADS_1


Semua orang menyanyikan lagi ulang tahun secara serempak dan bersamaan.


"Happy birthday, Happy birthday, Happ birthday to you"


"Astaga Rame banget ini Rumah, makasih semua nya" ucap Anggun penuh haru.


"Hei ini Kue mu cepat tiup lilin nya, tangan ku sudah pegal" ujar Reno yang hanya diem dari tadi itu.


"Haduh pembantu badan doang besar, megang kue begitu aja udah pegal" ujar Anggun meremahkan Reno.


Anggun pun meniup lilin itu, dan memeluk satu persatu dan berterimakasih pada orang yang merayakan ulang tahun nya, ga semua di peluk yah nanti ada yang marah haha. Setelah acara itu mereka duduk di kursi dan meja panjang yang sudah di sediakan itu untuk makan makanan serta BBQ an dong pasti nya, yang masak kali ini pak Axel yah.


"Daddy daging nya yang enak otey" panggil Alisa kepada Daddy nya.


"Oke sayang" ujar Axel.


Alisa tengah duduk di atas pangkuan Clara saat ini, entah kenapa sekarang mereka bagaikan amplop dan prangko yang tidak pernah lepas dan selalu menempel.


Ting.. ting..


Shinta berdiri dan mengetukan gelas kaca menggunaka sendok, semua perhatian pun teralihkan kepada mommy Shinta.


"Wah makasih mommy, daddy" Anggun bertepuk tangan begitu pun dengan yang lain nya.


"Hok hok" Adrel tersedak makanan yang sedang dia makan.


'Astaga aku kira mommy akan lupa' ujar Adrel dengan wajah yang sudah tidak dibaca ekspresi nya lagi.


Shinta dan Adrel menuju sebuah panggung kecil yang sudah dibuat oleh beberapa tumpukan kayu itu, aman kok yah ini soalnya dikerjain sama orang suruhan daddy Adrel. Mereka berdua pun naik ke atas, mommy shinta mengeluarkan hp nya dan mulai berjoget dengan Adrel.


Kuch To Bata Are Kuch To Bata


Na Na Na Na Naaa


Na Na Na Na Naaa


Kuch To Bata  Kuch To Bata


Na Na Na Na Na Na Na Na


Na Na Na Na Na Na Na Naaa ~

__ADS_1


Musik yang di putar seketika membuat orang yang menonton tercengang. Shinta berjoget dengan girang tetapi tidak Adrel yang mengikuti jogetan itu hanya bisa menahan malu dengan gerakan kaku dan lemah yang dia lakukan. Mommy shinta meleyot- leyotkan pinggang nya bergerak ke samping ke kiri kanan wiss sangat jago sekali goyangan mommy.


"Pftt haha mommy apa itu lagi tante Ragil?" teriak Anggun kepada Shinta.


"Ampun mommy ngelawak atau gimana sih" Clara hanya bisa menggelangkan kepala nya.


"Mommy ku memang berbeda" sambung Varo menatap mommy nya yang tengah berjoget dengan riang itu.


"Lucu tau mas mommy haha" Rere tertawa gembira melihat tingkah mertua nya itu.


Alisa turun dari pangkuan Clara dan berlari mendekati Shinta, dia ikut berjoget seperti apa yang dilakukan Shinta.


"Oma alica tau lagu ini" ujar gadis itu berjoget dengan asal, badan gembrot nya itu sangat lucu di pandang.


"Wah cucu oma hebat, nah begini pinggul nya goyang lagi" ujar Shinta terus bergoyang.


Setelah pertunjukan itu selesai, Shinta dan Adrel kembali duduk ke kursi mereka.


"Keren ga mommy?" tanya Shinta kepada orang disana.


"Keren mommy" ujar tiga gadis bersahabat itu secara bersamaan memberikan jempol.


"Mas kayak nya daddy tertekan batin nya harus joget begitu" bisik Rere menatap daddy Adrel yang hanya menutup wajah nya.


"Haha daddy apa kau malu?" ujar Varo bertanya langsung kepada Adrel.


"Hei kalian jangan ada yang merekam yah, mau di tarok dimana muka daddy kalo teman teman daddy lihat" ujar Adrel dengan malu.


"Yah muka daddy di tarok di sana aja, dari dulu kan emang udah disana" tutur Varo.


"Bukan begitu konsep nya jamal" memukul bahu anak nya itu dengan kesal.


"Gausah malu daddy, joget nya biasa aja kok" sambung Shinta kepada suami nya.


'Menurut mommy begitu' batin Adrel.


Clara dan Axel tengah membakar daging BBQ itu berdua, dia melihat Axel yang kesusahan dan berinisiatif membantu nya. setelah selesai mereka membagikan itu dan mulai bermain dan duduk kembali. posisi nya disini duduk nya pasangan jelas lah.


"Gimana kalo kita main Truth or Dare setuju ga?" tanya Anggun berdiri dan menujuk.


"Wah setuju, mau, mau" Rere sangat Antusias sambil menepuk tangan nya itu.

__ADS_1


__ADS_2