
"Apakah kita sangat tampan sampai-sampai semua mata melirik kita?"ucap Varo dengan memasang wajah datar nya dan memarkan ketampanan nya.
"Pikiran mu dangkal, tentu semua orang menatap kita, karena kita seperti orang asing mungkin,"ujar Axel yang memberikan pendapat tetapi juga tidak benar.
Mereka berempat jalan menuju tempat seseorang yang menjual lumayan banyak kambing, dengan cepat Axel menyuruh Roy melakukan transaksi.
"Minta yang paling bagus, dan berikan uang nya kita pergi,"ucap Axel memberikan black card nya kepada Roy.
Mereka bertiga hanya diam menatap Roy yang berbicara untuk membeli kambing tersebut.
"Tuan saya ingin beli kambing yang paling bagus daging nya,"ucap Roy tanpa basa basi membuat si pedagang melirik kepada Roy.
"Mau yang mana mas, lihat dulu mana tau an mas punya selera sendiri,"ucap pedagang tersebut.
"Saya tidak tahu, Saya hanya ingin membeli kambing yang daging nya bagus, tolong di bungkus,"ucap Roy kepada pedagang itu.
Axel yang mendegar itu seketika mendegus kesal kepada Roy.
"Roy kambing itu akan kita bawa hidup-hidup, kau kira kita sedang membeli makanan dan itu bisa di bungkus,"ujar Axel menatap tidak percaya kepada asisten nya itu.
"Begitukah Tuan? Saya kira mereka akan membungkus, apa Anda yakin jika mereka tidak membungkus nya bagaimana kita membawa nya, masuk ke mobil?,"ucap Roy menatap Tuan nya itu.
Seketika otak Axel baru loading, Dia tidak tahu bagaimana cara membawa kambing itu, tidak mungkin Dia memasukan nya ke dalam mobil.
"Aku tidak mau, nanti habis mobil ku bau kambing,"ucap Axel menyangkal pendapat Roy.
Si pedangan yang mendegar ke gelisahan pelanggan nya pun, mulai membuka pembicaraan.
"Mas kalo mau kambing nya di anterin langsung ke rumah nya bisa kok, tapi ada biaya tambaha,"ucap pedangan itu.
"Boleh Pak, berapa pun itu, antar kan ke alamat ini, dan ini pembayaran nya,"ucap Roy memberikan alamat dan black card.
Mata pedagang itu ketika berbinar melihat black card yang Dia pedagang, tetapi seketika Dia sadar memberikan nya kembali.
"Maaf mas tapi pembayaran nya cuman bisa tunai,"ucap pedagang itu.
"Tuan bayar nya tunai,"ucap Roy.
"Aku tidak punya uang tunai,"ucap Axel dengan kesal.
__ADS_1
Reno yang melihat itu mengeluarkan dompet nya dan memberikan beberapa puluh uang lembaran ratusan kepada pedagang.
"Sudah, ayo kembali, Aku pusing,"ucap Reno yang bersiap pergi.
Tring..
HP Axel mendapatkan notifikasi dari sang istri, pria itu langsung membuka nya.
Honey jangan lupa foto sama kambing nya, oiya sama yang lain juga hehe
"Astaga Clara!"gumam Axel menatap pesan dari istri nya itu.
Varo yang melihat Axel setengah kesal itu melihat pesan yang ada, seketika Varo langsung menolak dan mundur perlahan.
"Aku tidak mau,"ucap Varo bersiap kabur.
Axel langsung menahan jas Varo yang ingin kabur itu, seketika Axel menatap dengan penuh harap lalu berkata.
"0% kerjasama kita, tetapi penghasilan nya tetapi di bagi rata,"ucap Axel yang langsung membuat Varo setuju.
"Baiklah juga kau memaksa,"ucap Varo.
"Pak boleh bantu saya, foto sama kambing nya dulu?"ujar Axel kepada pria paruh baya itu.
"Haha kenapa Mas, suka banget ya sama kambing sampai foto, kenapa ga ajak Saya aja dari pada sama kambing,"ucap pedangan itu tertawa kepada Axel.
'Istri ku ingin dengan kambing, bukan dengan pedagang nya!' batin Axel dengan kesal.
"Baiklah saya foto yah,"ucap pria itu menerima ponsel Axel.
Mereka berempat pun di foto kan oleh pedangan tersebut, kambing bewarna putih itu berada di tengah dengan sisi kiri dan kanan Axel, Varo memegang tanduk kambing, sementara Roy dan Reno berada di samping masing-masing Tuan mereka.
Ckrek..
"Ini Mas,"ucap pedagang memberikan ponsel tersebut.
"Makasih,"ucap Axel langsung mengirim foto tersebut kepada Clara.
Kambing sudah di masukan ke dalam mobil boks menuju mansion, sementara itu Axel yang melihat kepergian kambing itu, sekarang sudah kembali menuju ke panti untuk mengambil mobil mereka.
__ADS_1
Tringg..
Clara membuka pesan dari suami nya yang memperlihat kan pria tampan berjas itu sedang berada di samping kambing, tidak ada senyum senyum nya ke empat pria tersebut, hanya wajah datar dan keterpaksaan.
"Haha astaga apa apaan ini kepaksa banget wajah suami Lu Cla,"ucap Anggun tertawa lepas.
"Lucu banget, kok jadi kasihan yah,"ucap Clara yang menatap foto tersebut.
"Haha Mas Varo juga kenapa malah pegang tanduk kambing nya begitu sih,"ucap Rere tak kalah tertawa melihat suami nya yang terlihat sangat tertekan itu.
"Ya pada aneh anjir, ke pasar begitu pakai jas, kayak mau ngantor aja haha,"ucap Anggun yang tidak percaya itu.
Siang hari yang terik ini, para pria tampan itu masih harus melakukan ritual memasak kambing di mansion Arnolda, keringat bercucuran di kening Axel ketika harus berjalan kaki ke pasar tersebut dan tempat yang sempit membuat nya merasa kepanasan.
Mobil kedua pria itu sampai di mansion Arnolda, mereka di sambut oleh Nyonya Arnolda yang sedang melihat kambing itu ternyata lebih dulu datang dari pada mereka, kambing itu di ikat di pohon mangga dekat taman.
"Honey,"teriak Clara melambaikan tangan kepada suami nya.
Axel dan yang lain nya menyusul ke tempat Clara yang ada juga, Rere, Anggun, Veronica, Alisa serta si kembar yang antusias melihat hewan berkaki empat tersebut.
"Daddy,"teriak si kembar yang bersiap mendapat pelukan tersebut.
Varo memeluk si kembar yang berlari ke arah mereka lalu dengan tiba-tiba si kembar menjauh dari nya.
"Eh kok di lepasin pelukan nya, cium Daddy dulu dong,"ucap Varo kepada anak anak nya itu.
"Daddy bau mbek kayak yang itu,"ucap Lenka menunjuk kambing.
Varo yang merasa heran itu, langsung mencium jas nya dan ternyata jawaban Lenka benar, badan nya sangat bau kambing dan mungkin saja semua pria yang membeli kambing tadi.
"Ais Daddy memang bau kambing,"ucap Varo dengan kesal.
"Daddy teman nya kambing yah, wangi nya jadi sama,"ucap Lukas tanpa berdosa nya.
Rere yany mendegar itu hanya tertawa melihat si kembar yang sudah mengejek Daddy mereka habis-habisan sementara itu Clara memeluk suami nya yang juga baru pulang.
"Kamu bau kambing juga Honey,"ucap Clara menjauh.
'Yang bikin Aku seperti ini kan Kau sayany,' batin Axel menghela nafas nya menatap reaksi istri nya.
__ADS_1