Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 53-KAWASAN PRIA BERISTRI


__ADS_3

Brak..


Samuel meletakan semua paper bag itu di atas meja ruang keluarga tempat Varo, Rere serta yang lain nya berada, Mommy Lenka itu terlihat terkejut banyak nya paper bag yang di bawa Samuel.


"Sam, banyak sekali, sudah kakak bilang beli saja beberapa,"ujar Rere terkejut melihat itu.


"Si Lenka bingung mau beli yang mana, yaudah Sam ambil aja satu-satu Kak,"ujar Samuel menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal.


Sementara itu Lenka langsung melihat dan mengambil semua mainan unicorn dan aksesoris nya dan lalu Alisa datang membawa bolu buatan nya dan Clara ke meja itu.


"Lenka udah balik?"tanya Alisa kepada gadis itu.


"Ish udah, kak Alisa tadi sih masak dulu, jadi Lenka pergi aja deh sama Kak Sam, gapapa kan?"tanya Lenka kepada gadis itu.


"Gapapa Lenka, ini makan bolu buatan Aku sama Mom loh enak,"ujar Alisa memberikan beberapa potong bolu yang ada di piring.


Mereka semua tampak berbincang, begitu pun Reno dan Anggun yang duduk di dekat semua orang itu, Reno baru berpikir kemana adik nya padahal tadi ikut pergi bersama Samuel dan Lenka.


"Sam, Alice mana?"tanya Reno dengan heran mencari adik nya itu ke seluruh ruangan.


"Pergi sama gebetan nya tadi ketemu di mall,"ujar Samuel santai.


Seketika Reno yang mendengar itu langsung mencengkram tangan nya dengan kasar, tidak terima apa yang Sam bilang, Reno ini tipe sister complex banget sama adik nya, ga boleh ada cowo yang deketin, takut nya nyakitin masalah nya.


"G0blok kok di tinggal, harus nya ajak pulang, kalau perlu tonjok cowo nya biar putus,"ujar Reno kepada sepupu nya itu.


"Hubby kok gitu?"tanya Anggun yang malah heran.


"Kamu gatau Little, semua cowo itu b@jingan, mana tahuan Dia pacarin Alice ada maksud tertentu, terus nyakitin Alice, ga ada cowo yang benar benar tulus sama cewe, kecuali Aku,"ujar Reno kepada istri nya itu.


Seketika semua orang yang mendengar itu melempar bantal sofa kepada Reno yang malah seenak nya mengatakan itu.


"Woe, kita juga cowo nih!"ujar Axel melempar bantal sofa itu.

__ADS_1


"Menghakimi sendiri aja,"ujar Varo mengelengkan kepala nya.


"Sudah-sudah kalian ini, lagi pula nama nya anak muda gapapa pacaran sebelum di nikahin,"ujar Alessia membela sang putri.


"Mom, kau tidak tahu,"ujar Reno menghela nafas nya.


Mereka semua akhirnya berbincang, hingga hari larut dan sudah malam, rencana nya malam ini mereka akan mengadakan bbq di tepi kolam renang mansion Alferoz nih, ramai-ramai kapan lagi kan, seperti saat ini semua orang udah lakuin kegiatan masing-masing.


"Cla, bawain saus yang di dalam yah,"teriak Anggun kepada sahabat nya itu.


"Oke!"teriak Clara kembali kepada Anggun.


Emang kalo cewe itu ngomong suka nya sambil teriak teriak walaupun dekat, apa lagi kalau yang nyuruh emak teriakan nya sampai di alam baka mungkin saking keras nya ga ada yang tahu tempe.


Sementara itu para bapak-bapak sedang duduk bersimpuh di lantai yang pasti ada alas dong ya kali tidak nanti kotor ya kan, Axel saat ini sedang mengendong baby boy yang masa aktif-aktif nya mengigit sesuatu itu.


"What is your name boy? What is your name? Buakkk,"begitulah kira-kira Axel menimang anak nya itu.


"Reno, coba gendong buat belajar nanti kalo punya anak sama Anggun,"ujar Varo menantang pria itu.


"Kau benar, coba lah, Stevel mau kan di gendong Om Reno?"tanya Axel kepada putra nya yang terus mengedot jempol nya itu.


Stevel imanuel Arnolda atau yang biasa di panggil Clara dan Axel yaitu Stevel, anak laki-laki di keluarga Arnolda itu, nama yang unik di berikan oleh sang Daddy siapa lagi kalau bukan Axel Arnolda kata nya bikin nama mikir nya sambil nahan boker.


Axel memberikan anak nya pada gendongan Reno, sementara itu Reno berusaha menegangkan badan nya agar Stevel tidak terjatuh, kedua sahabat Reno yang malah melihat Reno diam hanya bisa tertawa.


"Pftt haha, kenapa badan harus di lurus tegap begitu,"ujar Varo ngakak melihat tingkah Reno.


"Itu karena Aku tidak ingin bergerak dan menjatuhkan nya!"kesal Reno yang berusaha tidak bergerak sedikit pun.


"Haha sudah tua, begituan saja tidak bisa, mana bisa ini punya anak,"ejek Axel kepada sahabat nya itu.


"Puas kalian menertawakan ku?"geram Reno dengan kesal masih tidak bergerak.

__ADS_1


Saat mereka berbincang ketiga istri belioner itu menghampiri mereka, Clara yang melihat Reno kesulitan itu langsung mengambil anak nya di tangan Reno.


"Nanti bisa sendiri kok Kak Ren,"ujar Clara mengambil anak nya.


Sementara itu Rere yang menatap suami nya yang sangat puas mengatai Reno itu hanya bisa mengelengkan kepala.


"Padahal Mas Varo dulu pas pertama tingkah nya sama kayak Kak Reno,"ujar Rere kepada suami nya.


"Sayang diam!"ujar Varo yang tidak membiarkan kedok nya terbuka.


Lain hal itu, Reno menatap tajam teman-teman nya yang sudah mengerjai nya itu dengan tatapan tajam, lalu ketika Anggun datang dan duduk di samping nya.


"Hubby,"ujar wanita itu.


Reno langsung membenamkan kepala nya di leher Anggun, seolah-olah seperti anak kecil yang mengadu kepada orang tua nya Reno memeluk erat Anggun, kebiasaan mah ini Reno pelukan mulu.


"Little, lihat lah mereka, Aku sangat kesal,"gumam Reno mengadu kepada sang istri dengan wajah memelas nya.


Anggun yang melihat itu tertawa kecil dan mengusap kepala suami nya itu, sementara teman-teman Reno yang jarang melihat adegan si Kulkas tujuh pintu itu manja-manja hanya bisa menahan tawa.


"Tadi aja tatapan nya kayak mau makan orang pas di ejek, pas istri nya nyamperin itu muka kayak kucing, adem bener,"ujar Axel kepada pria itu.


"Lah masalah? Kalian kan juga punya istri,"ujar Reno kepada kedua pria itu.


Emang Anggun hebat itu wajah Reno yang biasanya datar dan kayak singa ke semua orang sekarang di depan Anggun pria itu seperti seorang kucing penakut dan selalu penurut dan mengikuti kemana pun pemilik nya itu pergi, hebat pawang satu ini.


"Biasa bucin akut,"ujar Samuel yang datang dan ikut bergabung.


"Jomblo minggir, di sini kawasan para pria beristri,"ujar Varo kepada Samuel.


"Sabar Tuan, Saya akan menyusul atau tidak itu sih aman, menyusul iya atau tidak nya, tetap bisa punya anak,"ujar Samuel menjawab itu santai.


"Kau-"belum selesai Reno berkata sebuah piring pecah terdengar di telinga Reno, dan semua mengarahkan pandangan mereka kepada Alessia yang tampak terduduk dan memegang ponsel nya.

__ADS_1


"Tidak lagi Reno, Alice tidak lagi!"


__ADS_2