
"kirain kartu ten zoom, apa benar kartu ini bisa membeli sesuatu?" tanya rere kembali.
"kau coba saja besok, aku malas untuk menjelaskan nya kembali, otak dangkal mu tidak bakal paham apa yang aku jelaskan" kesal varo menarik selimut nya dan memejam kan mata nya untuk tidur.
"ish marah marah mulu cepat tua loh" ujar rere menatap kesal varo.
"aku tidak tua" varo kembali membuka mata nya dan melihat rere.
"emang kau tua jauh dari ku" ejek rere kepada varo.
"aku tidak tua, kau saja yang masih bocah" varo kembali duduk di ranjang.
"dan apa kau ini tidak normal, padahal setiap hari tidur di samping ku dia bersikap biasa aja" ucap rere dengan pelan sambil menatap varo.
"jadi kau mengharapkan aku menerjang mu diatas ranjang" seringai varo.
"ya aku tidak berharap, aku hanya megira kau tidak normal" ujar rere dengan terang terangan.
"aku tidak bernafsu dengan gadis kecil seperti mu" menatap rere dengan tajam.
"ya terserah kau" rere ber baring dan memejam kan mata nya.
tiba tiba ia merasa ada yang menghimpit tubuh ny, dan orang itu adalah varo.
"apa kau menguji ku" jawab varo dengan dingin.
"a a aku ti--" ucapan rere terpotong karena varo mencium rere.
ciuman itu per lahan lahan mulai menuntun, varo ******* bibir rere semakin dalam. rere hanya bisa menutup mata nya, ia tidak membalas ciuman itu. rere hanya bisa terdiam. saat merasa rere mulai kehabisan nafas, ia memukul mukul dada bidang varo.
"mmm"
varo melepas ciuaman itu.
"bernafas bodoh" ucap varo menatap rere.
"apa kau ingin membunuh ku hah" kesal rere.
varo mengusap bibir rere dengan ibu jari nya.
"ini sangat nikmat" seringai varo menatap bibir rere.
"a--apa yang kau lakukan, minggir!" rere mendorong varo ke samping ranjang.
"bukan kau yang menguji ku" varo menatap rere dengan menumpu kan satu tangan nya ke samping dan sambil tersenyum.
'dia emang jarang tersenyum, sekali nya tersenyum mengerikan bagi ku' batin rere menatap rere.
"kau bisa aku lapor kan polisi, ini perbuatan asusila terhadap yang lebih kecil dari mu" rere merasa malu apa yang barusan terjadi.
"oh apa bener kau tidak menyukai nya? kenapa pipi mu itu memerah" ujar varo.
__ADS_1
"ma ma ma mana ada!", rere menutup pipi nya dengan kedua tangan.
"Dan jika kau ingin melapor kan ku, lapor kan saja apa kau lupa aku ini suami mu, hal itu biasa untuk sekedar ciuman, dan kau memang kecil, istri kecil ku" seringai varo menatap rere.
"Dasar mesum!" rere menarik selimut dan menutup seluruh badan nya, ia berusaha untuk tidur.
hembusan nafas terasa hangat menerpa rere "selamat malam sayang" bisik varo di sebalik selimut tepat di telinga rere.
'dasar bocah' batin varo dan ikut ber barink dan mulai ter tidur.
***
Pagi hari nya
Rere mengerjap kan mata nya. ia sekarang sudah biasa bangun lebih awal untuk memasak di dapur. ia merasa bagian pinggang nya di himpit tangan kekar. varo memeluk rere dari belakang. kejadian seperti itu sekarang sudah biasa bagi rere. rere yang terus mengingat kan varo agar tidak terus memeluk nya. varo selalu menyangkal ia tidak melakukan nya dan malah balik menuduh rere yang meletak kan tangan pria itu se akan akan rere yang melakukan nya. yang benar saja rere kesal dengan tuduhan seperti itu
"ish" rere menyingkar kan tangan pria itu. ia bangun dan bangkit dari tempat tidur lalu pergi mandi.
setelah beberapa menit di kamar mandi rere pun keluar hanya menggunakan handuk. ia lupa membawa baju nya ke kamar mandi.
"aku keluar saja ya, pria itu juga biasa nya tidak akan bangun jam segini" ujar rere.
CKLEK
pintu kamar mandi terbuka. rere menuju ruang pakaian dan memakai baju nya di sana. jadi sebelum ke kamar mandi kita harus melewati ruang tempat banyak nya pakaian milik rere dan varo di tata.
Varo yang terbangun. dan merasa tidak ada orang di samping nya pun terbangun. sebenarnya ia ingin melanjut kan tidur. tetapi varo tiba tiba merasa ingin ke kamar mandi.
"panggilan alam" varo berdiri dan berjalan ke kamar mandi.
CKLEK
rere yang masih memakai baju dalaman nya dan baru ingin memasang dress seketika terkejut.
"akh om mesum" teriak rere.
varo yang menatap rere itu ia terpana dan terdiam. ia melihat tubuh rere yang putih mulus itu dengang bentuk tubuh dan proposi yang pas yang terbilang cukup istimewa untuk gadis seumuran nya. varo menelan saliva nya dengan kasar.
GLEK
"Sial" lirih varo dan membalik kan badan nya dan keluar dari ruangan itu.
Agak beberapa menit an rere sudah memakai baju dress yang sederhana yang sangat cocok denga nya.
"lain kali kalo masuk ketuk dulu" ujar rere dengan kesal.
"buat apa mengetuk, ini kamar ku" jawab varo dengan dingin.
"ish aku tau, tapi kan"
"apa"
__ADS_1
"yasudah terserah om saja" rere berlalu pergi keluar untuk membantu masak di dapur.
***
varo sudah siap dengan pakaian kerja nya dan turun ke bawah untuk sarapan bersama dengan keluarga nya.
di tengah suasana makanan itu. mommy shinta membuka pembicaraan nya.
"varo apa kau bekerja dengan baik?" tanya shinta kepada varo.
"tentu mom, lihat saja perusahaan berkembang pesat karena ku" ujar varo kepada shinta.
"bukan itu yang mommy maksud kan" ujar shinta kesal.
"lalu?" kata varo sambil mengunyah makanan nya.
"yang mommy maksud itu, apa kau bekerja keras membuat cucu untuk mommy" ujar shinta secara jujur.
"huk huk huk" varo tersedak makanan nya.
"mas ini" rere memberikan minuman itu kepada varo.
varo langsung meminum hingga tandas.
"kenapa kau malah tersedak begitu, apa kau jangan jangan" shinta mulai curiga dan menatap varo.
"jangan melihat ku seperti itu, aku memang sedang berusaha. benar begitu kan sayang" tatap varo kepada rere dengan tajam.
"apa nya yang benar?" tanya rere seperti orang bodoh tidak mengetahui maksud varo.
"mommy bertanya apa kau berusaha membuat kan anak untuk mommy?" tanya shinta secara blak blak an.
"sayang sudah cukup, kenapa kau terus terang begitu" ujar adrel hanya bisa menggeleng kan kepala nya dengan tingkah istri nya yang satu itu.
"cara membuat nya seperti apa?" tanya rere, pertanyaan itu mulai di luar batas.
'memang bocah, apa dia tidak belajar ipa di sekolah' batin varo menatap kesal rere.
"seperti ini" shinta menggerakan tangan nya yang satu dengan yang satu nya lagi memberi kode.
rere yang salah tanggap itu pun mengira bahwasan nya itu sekedar ciuman.
"oh begitu mommy, aku dan mas varo kadang melakukan nya dia yang mulai terlebih dahulu bukan aku" ujar rere secara polos
"huk huk huk" varo kembali tersedak makanan nya.
"varo ternyata kau cukup agresif" sindir adrel.
'astaga aku yakin bocah ini salah menanggapi kode yang di berikan mommy' batin varo.
Bersambung……
__ADS_1
Jangan lupa habis baca like yah
masuk in juga ke daftar favorite nya biar gampang liat update terbaru.