Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S2 BAB 52-CEMBURU


__ADS_3

Pagi hari nya


Mansion Arnolda sekitar pukul 6.15 Clara sudah bangun, gadis itu memilih keluar dan berjalan santai di sepanjang taman Arnolda, hembusan angin pagi yang dingin bukan membuat gadis itu tambah enggan tetapi malah ingin berlama-lama menikmati harum embun di pagi hari, Clara melirik seseorang yang sedang berlari pagi dengan masih wajar datar nya, Reno melewati Clara yang menyapa diri nya.


"Pagi Kak Reno" ucap Clara tersenyum lalu melanjutkan jalan jalan pagi nya.


Reno tidak tersenyum atau apapun itu wajah datar dan irit bicara nya di tujukan pada siapa pun, Dia hanya melewati Clara sambil melanjutkan lari nya hingga Dia memilih berhenti dan membalikan badan lalu memanggil Clara.


"Tunggu" ucap Reno kepada Clara.


"Iya Kak?" tanya Clara berhenti dengan tatapan bingung nya, karena baru kali ini Dia mendengar Reno berbicara langsung kepada nya.


Mereka berdua Clara dan Reno saat ini sudah duduk di kursi taman sambil melihat sinar matahari pagi yang sudah melihat kan sosok nya, Clara hanya diam canggung karena Reno masih diam padahal pria itu mengajak nya dan ingin menanyakan sesuatu.


"Kenapa Dia ingin mobil?" tanya Reno dengan ambigu menatap ke depan.


"Dia? Mobil?" tanya Clara dengan bingung lagi karena tidak mengerti.


"Aku lihat gadis itu sudah memiliki mobil, soal taruhan kemarin Dia mengiginkan mobil baru" ujar Reno yang membuka suara lebih panjang karena memang Clara tidak akan mengerti.


'Gadis itu? Apa maksud nya Anggun yah' batin Clara.


"Oh Anggun, ga usah di tangepin Kak, mobil apaan mahal banget minta nya itu anak, gaji asisten kak Reno juga kan tidak sebanyak itu" ujar Clara yang mewakili untuk menolak permintaan Anggun.


"Bukan masalah itu, Dia sudah memiliki mobil, kenapa tidak memakai nya lagi akhir akhir ini" tutur Reno dengan suara datar nya itu.


Clara berpikir, memang benar Anggun memiliki mobil yang sering Dia pakai sejak tamat SMA Dia bilang orang tua nya mengizinkan nya memakai mobil baru setelah lulus.

__ADS_1


"Kak Reno tahu kan Anggun itu di jodoh kan, nah mobil itu hadiah dari mertua nya, waktu Dia pacaran sama presiden mahasiswa itu Dia sering pakai mobil itu buat pacaran, ngizinin pacar nya juga bawa-bawa mobil itu, terus Anggun dengar kata Mama nya itu mobil dari calon mertua nya, semenjak itu Anggun gamau pakai lagi" ucap Clara menjelaskan itu karena Clara juga memang sempat bertanya mengenai hal itu.


"Hubungan nya apa dengan siapa yang memberikan dan tidak memakai nya apa?" tanya Reno kembali.


"Kata Anggun Dia merasa bersalah, masa iya hadiah dari calon mertua yang belum Dia kenal sama calon suami nya Dia pakai buat main keluar sama cowok lain, nah kata nya hal itu yang jadi ga enak" jelas Clara sekali lagi.


"Padahal Dia bisa memakai nya saja, tanpa memikir kan hal bodoh itu" gumam Reno.


"Anggun itu memang sifat nya yah begitu, tapi Kak Reno pasti tahu lihat kayak kemarin pas Dia ga mau main kata nya takut calon suami nya marah, Aku sempat ketawa padahal calon nya ga bakal lihat, tapi Anggun malah mikirin itu, Anggun itu orang nya ga enakan sama orang lain. Terlebih lagi kalo orang itu punya hutang budi sama Dia atau pun keluarga nya, kata nya keluarga calon suami Anggun udah bantuin perusahaan Mama Papa Anggun Kak" ucap Clara menjelaskan itu.


"Bisa juga Dia berpikir seperti itu" ucap Reno menatap ke depan.


Axel yang baru bangun dari tidur nya itu menepuk-nepuk posisi di samping nya, pria itu merasakan seseorang yang ada di samping nya tidak ada di kasur, Axel membuka mata nya lalu menatap kasur itu kosong, Axel mencari istri kecil nya itu di kamar mandi, lemari, walk in closet, kolong tempat tidur, di atas dinding dan di dalam laci, pria itu masih tidak menemukan nya, hingga Axel berdiri di platform kamar nya lalu menatap ke bawah.


"Siapa itu?" gumam Axel.


"Sayangg" teriak Axel datang menghampiri istri nya dan sahabat nya itu.


Kedua orang itu hanya diam menatap Axel yang datang dengan tergesa-gesa dengan hanya memakai boxer itu, mungkin saat ini Axel tidak menyadari sendiri.


"Orang akan mengira mu gila, jika keluar seperti itu" ucap Reno menatap Axel.


"Minggir Kau" ucap Axel mendorong Reno dari kursi taman itu dan terpaksa Reno berdiri.


Reno yang memang sudah menyelesaikan pertanyaan itu juga lebih baik memilih melanjutkan marathon pagi nya.


"Terimakasif info nya Cla" ujar Reno mengucapkan itu tanpa melihat Clara dan berlalu pergi.

__ADS_1


Axel yang mendengar itu sangat kesal dan memeluk Clara ke dalam dada bidang nya yang polos tanpa ampun agar Clara tidak mengarahkan pandangan nya lagi kepada Reno.


"Apa yang kalian bicarakan!" kesal Axel menatap Clara.


"Honey, apa kau cemburu?" tanya Clara yang melihat tingkah Axel seperti anak kecil itu.


"Kalo iya kenapa, Kau istriku wajar saja Aku cemburu!" tegas Axel menjawab pertanyaan Clara dengan jujur.


Clara melepaskan pelukan nya lalu mendongkak kan kepala nya ke atas menatap wajah tampan suami nya begitu juga Axel yang menatap Clara yang wajah nya di bawah itu, Clara memegang pipi Axel lalu mencium bibir, pipi kiri pipi kanan dan terakhir mencium kening pria itu, Axel yang di cium itu yang sebelum nya memperlihatkan wajah nya kesal sekarang tersenyum.


"Apa ini suap?" ujar Axel menatap istri nya itu.


"Seperti nya iya haha" ujar Clara tertawa memperlihatkan deretan gigi nya.


"Dasar istri kecil" ujar Axel menarik hidung Clara, mereka saling tertawa satu sama lain.


"Honey, apa kau tidak malu hanya keluar seperti ini" tanya Clara menatap penampilan suami nya.


Axel menatap penampilan nya dan ternyata pria itu memang tidak sadar sekali malah diri nya terkejut sendiri baru menyadari nya.


"Pantas saja terasa dingin" gumam Axel seperti orang bodoh.


"Suami ku sudah pelupa" tutur Clara tertawa lagi melihat tingkah Axel.


Veronica yang sedang berdiri dari jauh menatap anak dan menantu nya itu hanya bisa tersenyum bahagia dan bersyukur melihat Axel bisa kembali tersenyum lepas dan melupakan masa lalu nya.


'Clara, Aku tidak salah memilih Mu'

__ADS_1


__ADS_2