
"Rusak, barang Rusak haha,"ujar para anggota Aeros melihat adegan di depan mereka.
Sungguh miris keadaan Lisa, malu yang Dia dapatkan, entah lah apa yang di pikirkan Mark sampai senekat itu melakukan nya di depan semua orang, dengan geram Lisa menutupi tubuh nya dengan selimut yang di lempar Kevin kepada gadis itu.
"Malu? Apa kau malu?"
"Lantas kenapa kau tidak malu, melakukan nya dengan banyak orang?"tanya Samuel dengan tatapan merendahkan Lisa.
Bibir wanita itu ingin melawan tapi itu tidak ada guna nya, atau Samuel akan lebih bertindak di luar dugaan nya, sementara itu Mark hanya diam termenung, mata nya merah dan rahang nya mengeras, melawan? Ingin sekali Mark melakukan itu, tapi di hadapan Samuel Dia hanya debu yang siap di bersih kan kapan saja.
"Kevin, nyalakan rokok ku,"ujar Samuel mengeluarkan batang rokok nya.
Kevin mengarahkan korek api, lalu menyalakan rokok itu, Samuel menghisap rokok itu dan menghembuskan asap nya tepat di wajah Mark, pria itu berjongkok di depan Mark sambil tersenyum miring puas melihat penderitaan pria itu.
"Kalian pegang kaki dan tangan nya,"ujar Samuel kepada empat orang bodyguard itu.
Seketika Mark yang diam itu memberontak karena Dia merasakan hal buruk akan terjadi lagi pada nya, dengan tubuh tanpa busana Mark berteriak.
"B@jingan lepaskan Aku, apa yang kalian lakukan!"bentak Mark berusaha memberontak.
Puntung rokok yang masih menyala itu, Samuel arah kan kepada bagian bawah ************ Mark, seketika rasa perih terbakar membuat mata Mark terbelalak dan berteriak sekencang yang Dia bisa Akh.
"Akhhhhhhh,"
Begitulah rintihan kesakitan yang di keluarkan oleh Mark, Samuel hanya tersenyum miring sambil terus menekan ujung putung rokok itu dan membuat kulit bagian ************ Mark itu melepuh.
"Apa milik mu ini, sering masuk ke tempat yang berbeda? Setidak nya pilih lah wanita yang tidak perawan bro, karena jika kau melakukan itu, sebaik nya kau bertanggung jawab!"bentak Samuel menatap tajam.
*P*lup..
Samuel melempar bekas puntung rokok itu, Mark yang di ancam itu seketika mengangguk dan mengiyakan permintaan Samuel.
"A a aku akan bertanggung jawab,"ujar Mark dengan wajah menahan sakit.
__ADS_1
"Hei kau, Dia akan bertanggung jawab kepada adik mu, dan untuk kalian yang semua ada di sini, ingat nama ku Samuel! Jangan berani menyentuh Alice untuk kedua kali nya lagi, atau kalian akan benar-benar Aku kuliti hidup-hidup!"ujar Samuel dengan mata iblis nya.
Brak..
Pintu ruang eksekusi di tutup dengan kasar oleh Samuel, pria itu pergi, sementara itu Kevin akan mengurus sisa nya, Kevin melihat korban kali ini tidak terlalu parah, seperti nya Samuel tidak ingin menghabiskan banyak waktu di sini.
"Kalian beruntung, Big bos sedang terburu-buru, jika tidak mungkin tempat ini akan menjadi saksi bisu kematian kalian,"ujar Kevin menatap semua orang yang masih merintih kesakitan.
Glek..
Semua orang yang di sana menelan saliva mereka dengan kasar, tenggorokan mereka yang kering membuat mereka merasa kian takut, tempat mereka di kurung kini bertambah amis dengan bau darah mereka sendiri.
'Aku tidak akan pernah lagi menemui gadis itu, tidak akan,' batin Mark.
Ruangan rawat Alice begitu hening, semua orang larut dengan pikiran mereka masing-masing, hingga akhir nya sebuah suara lirih mengundang perhatian semua orang yang ada di sana.
"Air, Aku mau air Mom,"lirih Alice yang baru bangun itu.
"Baby, kau bangun,"ujar Reno dengan wajah sumringah nya kepada sang adik.
"Uh, kalian semua di sini, seperti nya Alice membuat masalah lagi hehe,"ujar gadis itu tertawa dengan suara lemah nya.
"Gadis nakal, kau memang membuat kami khawatir,"ujar Alessia langsung memeluk anak nya sambil menangis itu.
Hiks.. hiks..
"Hei Mom, ayo lah jangan menangis, Aku membenci nya melihat air mata mu turun untuk anak nakal seperti ku,"ujar Alice membuat candaan itu.
"Alice syukurlah kau sudah sadar, kami semua sangat panik mendengar kabar ini,"ujar Anggun membuka suara menatap adik ipar nya itu.
"Kakak ipar Aku tidak apa-apa, di mana psyco? Jangan bilang Dia pergi mencari orang-orang itu?"ujar Alice melirik semua orang yang ada di sana.
Belum sempat Anggun menjawab, seseorang masuk ke dalam ruangan itu, Samuel terlihat sudah fresh karena Dia membersihkan diri sebelum ke rumah sakit agar tidak tercium bau darah yang menempel di tubuh nya itu.
__ADS_1
"Tentu, mereka sudah Aku tangani, kau bodoh pria jelek seperti Dia masih kau pertahankan,"ujar Samuel kepada sepupu nya itu.
Alice hanya diam mendengar itu, Dia juga merasa b0doh karena baru tahu sifat asli dari Mark, Alice mengira Mark adalah pria baik yang akan Dia temui untuk nya hari ini dan selama nya.
"Sudahlah Sam, jangan bahas pria itu,"ujar Anggun yang mengerti perasaan Alice saat ini.
Dret..
Suara kursi terdorong dari belakang, Reno berdiri dari duduk nya dan berlalu keluar ruangan rumah sakit, sambil melirik Samuel pria itu mengerti kalau Reno ingin bicara dengan nya.
Di luar ruangan itu, Reno berdiri sambil melipat kedua tangan nya di dada dengan tatapan datar nya, sementara itu Samuel berdiri dan bersandar di dinding dengan memasukan kedua tangan nya di saku celana.
"Jadi?"ujar Reno kepada pria itu.
Samuel menceritakan semua nya, kalau kejadian itu hanya salah paham, tapi dengan sikap Mark yang notabe nya adalah pacar Alice Dia bukan hanya meninggalkan Alice tetapi juga mengkhianti berlian mereka itu.
"Aku sudah melakukan permainan ku,"ujar Samuel tersenyum seram seperti iblis.
"Hmm, Dia memang patut mendapatkan nya, Aku tidak akan membiarkan Alice dekat dengan pria mana pun lagi,"ujar Reno dengan tatapan kosong nya ke depan.
"Kau benar, sebaik nya jaga Dia, Alice sangat penasaran dengan hal yang baru, Dia nekat melakukan apa pun apa yang Dia ingin kan,"ujar Samuel menghela nafas nya.
Krek..
Sementara itu Michele masuk ke dalam ruangan rawat Alice, pria itu menatap Alice yang sudah tampak berbincang dan tertawa bersama anggota keluarga nya yang lain itu.
"Seperti nya badan mu ini adalah aset berharga mu, kenapa kau selalu hoki ice,"ujar Michele menatap putri Alferoz itu.
"Jaga bicara mu, atau Aku cekik,"ujar Alice membuang muka.
"Kalian sudah lah, jika sudah bertemu jika tidak lengket ya saling berantem,"ujar Alessia mengelengkan kepala nya.
"Kondisi nya sudah baik-baik saja Nyonya Tuan, mental Ice sangat sekeras baja, benar bukan? Hanya butuh pemulihan beberapa hari secara fisik,"ujar Michele kepada orang tua Alice.
__ADS_1
"Baiklah, terimakasih Michele,"ujar Alessia.