
Anggun membelakan mata nya ketika Reno menepuk belakang nya itu dengan kesal Anggun mengumpat pria itu.
Bugh..
Bugh..
Bugh..
Gadis itu memukul punggung Reno dengan kasar.
"Dasar pervert kemana tangan mu itu, sebaiknya tangan mu di potong,"ujar Anggun dengan kesal.
Reno tidak menjawab kekesalan yang di utarakan gadis itu Dia hanya diam, lalu Reno sampai di salah satu kamar hotel yang di jadikan tempat ruangan rias pengantin itu.
Brak..
Dengan enteng nya Reno menjatuhkan tubuh kecil calon istri nya itu ke sofa, sehingga membuat Anggun langsung terbaring akibat lemparan Reno.
"Si*al kau tidak ada lembut nya,"ucap Anggun menatap Reno.
Para MUA yang sudah di suruh stand by di ruangan itu hanya bisa bingung melihat pasangan pengantin itu.
"Aku tidak mau tahu, ganti gaun dan dadan ulang Dia, Aku tidak ingin membawa nya keluar dengan gaun kotor itu,"ucap Reno duduk di sofa, lebih tepat nya di samping Anggun.
"Ta ta pi Tuan, deseigner khusus nya sudah kembali dari tadi,"ucap para pelayan wanita yang lain.
"Aku tidak mau tahu, kau suruh Dia kembali membawa gaun yang baru, atau terima konsenkuensi nya,"ujar Reno yang mulai kesal karena ulah gadis itu yang membuat kekacauan.
Para pelayan wanita yang terdiri dari empat orang dan tiga MUA itu bersedia di tempat mereka masing-masing, para pelayan itu menarik paksa tangan Anggun untuk masuk ke kamar mandi membersih kan diri.
"Nona, tolong bekerja sama lah,"ucap para pelayan itu menarik tangan Anggun.
Gadis itu membuat pelayan kesusahan dengan memegang erat kaki meja yang ada di sana, mereka berusaha membuat Anggun melepaskan itu.
"Tidak, jangan mimpi, Aku tidak mau menikah!"teriak Anggun terus merengek memegeng kaki meja itu.
Reno yang melihat Anggun tajam itu, menghembus kan nafas nya kasar, lalu memijit pelipis nya yang terasa sakit di bagian kepala oleh ulah gadis yang padahal belum jadi istri nya itu.
"Nona, cepat lah acara akan di mulai satu jam lagi,"ucap para pelayan itu memohon.
"Tidak, tidak, tidak, Aku bilang tidak!!"teriak Anggun.
Seketika Reno yang sudah lelah fisik dan gerah hati itu mulai terpancing kesal, raut wajah nya berubah dingin, dengan kesal pria itu berjalan mendekati Anggun dan mengendong gadis itu secara paksa ala bridle style, para pelayan yang melihat itu lalu berjalan mundur secara teratur.
"Jangan betingkah, atau Aku akan melempar mu dari gedung ini,"ucap Reno dengan kesal.
"Kau jangan seenak nya, kau itu hanya calon, bukan suami ku!"ucap Anggun kesal.
Brak..
Reno membuka pintu kamar mandi itu dengan kasar menggunakan kaki nya, pria itu melihat bath up sudah di isi dengan air lalu menjatuh kan tubuh Anggun langsung.
__ADS_1
Bruk..
"Akh, baju ku basah,"ucap Anggun sesegukan langsung terduduk di dalam bath up.
Reno langsung berjongkok di luar bath up itu, dan bersiap membuka resleting belakang gaun itu, tapi Anggun lebih dulu menepis tangan pria itu dengan kasar.
"Apa yang kau lakukan!"tatap Anggun dengan tajam kepada pria itu.
"Jika kau masih memberontak, Aku yang akan memandikan mu, bagaimana?"ucap Reno menawarkan diri kepada gadis itu.
"Ogah, gamau pergi Aku bisa mandi sendiri,"ucap Anggun mendorong Reno ke belakang.
"Jangan bermain dengan ucapan mu little atau Aku akan memandikan mu langsung,"ucap Reno berdiri dan membanting pintu itu dengan kasar.
Glek..
Anggun hanya bisa meneguk saliva nya dengan kasar, Dia bingung harus gimana.
'Seperti nya ini memang sudah nasib si*al ku, tuhan kenapa engkau siksa hamba mu seperti ini, setidak nya siksa saja calon suami ku, bukan Aku,' batin Anggun.
Pria itu keluar dari kamar mandi, Reno menarik dasi nya yang terasa mencekik karena kesal.
"Kalian cepat bantu Dia mandi,"ucap Reno kepada para pelayan itu.
"Ba baik Tuan,"ucap keempat orang itu masuk ke kamar mandi.
Sebelumnya juga mereka membantu Anggun untuk membersihkan diri dari luluran berendam serta melakukan apa pun yang bisa membuat gadis itu bersih bersinar seperti sungliht, eh kok iklan, cara Reno buang uang beda sama Varo and Axel nih.
"Kulkas, oi bangun, kata nya mau nikah, kok sendiri nya yang tidur,"ucap Anggun mengoyangkan tubuh pria itu.
Beberapa kali Reno mengerjapkan mata nya untuk menormalkan penglihatan nya pada gadis yang di depan nya, Anggun terlihat cantik dengan rambut yang di sanggul dan di jatuh kan beberapa helai serta make up tipis, dan gaun putih bersinar dan tanpa lengan itu.
"Little kau cantik,"gumam Reno berusaha berdiri dari tidur nya.
Blush~
Seketika pipi Anggun memerah mendegar pujian itu, gadis itu tampak memegang dada nya yang terus berdetak.
Deg.. deg..
'Apa apaan ini Aku gila, karena cuman di bilang cantik, jantung ku malah tremor,' batin Anggun.
Pria itu menatap Anggun yang malah diam memegang dada nya, Reno memperhatikan gaun yang di pakai pengantin wanita nya itu.
"Ck, hei melvin apa maksud mu memberikan gaun ini kepada little, ganti lagi, apa kau mau memamerkan tubuh gadis kecil ku ke depan semua orang,"tatap tajam Reno kepada deseigner terkenal khusus keluarga Alferoz yang sudah di kontrak itu.
"Tu tuan tapi Nona terlihat sangat cantik, tidak perlu di tutup kan hal indah dan Anda sangat mendadak ketika meminta gaun nya di ganti,"ucap Melvin deseigner pria bertulang itik tersebut.
"Tidak ada alasan cep-,"perkataan Reno terpotong saat seseorang membuka pintu itu dengan kasar.
Brak..
__ADS_1
Alessia membuka pintu itu dengan kasar, wajah Mommy Reno itu terlihat sangat kesal kepada anak nya.
"Kalian cepat, kenapa sangat lama,"ucap Alessia kepada arah pandangan nya ke Reno.
"Mom, wait! Melvin cepat ganti baju nya!"kesal Reno menatap tajam Melvin.
Wanita itu menghampiri Anggun yang tampak hanya diam dan pasrah berdiri di samping Reno itu.
"Jangan di ganti, Dia sudah cantik jangan membuang waktu Reno,"kesal Alessia kepada anak nya itu.
"Tapi Mom, kau lihat Dia memberikan little baju seperti au au Mom!!!"teriak Reno ketika tangan Mommy nya menarik telinga pria dewasa itu.
Alessia mendengus kesal pendegar perkataan anak nya itu.
"Jangan banyak alasan,"ucap Alessia kesal.
"Mom, Aku sudah 31 tahun jangan menarik telinga ku!"kesal Reno memegang tangan Mommy nya.
"Makanya kau 31 tahun bersikap lah dewasa di depan semua orang, jangan membuang waktu lagi,"ucap Alessia.
Akhirnya mereka menuju ke gedung utama hotel tempat acara pertama akad serta di lanjut kan dengan resepsi di ruangan kedua sesuai jam yang telah di tentukan.
'Anggun Edward kau sudah sold out,'
......................
Notice for you:
HAPPY NEW YEARS UNTUK PARA PEMBACA GADIS KECIL ITU ISTRIKU!
Ga kerasa karya pertama ini bakal rame, udah 112 hari tapi juga belum tamat haha karena banyak episode nya nih, tapi makasih buat para readers yang udah nemenin author yang remehan ini dan buat yang selalu komen kalian mood banget bikin ngakak, sekali lagi terimakasih atas dukungan nya, dukung terus Aku yah!!!
Varo, Rere, Clara, Axel, Reno, Anggun:
Kami dari keluarga William, Arnolda dan Alferoz mengucapkan selamat tahun baru 2022!
Varo: Selamat buat my asisten udah nikah.
Rere: 2022 makin sibuk jagain si kembar.
Axel: Tetap jadi suami sayang istri.
Clara: Kasian banget yang gatau nama junior Arnolda yang baru lahir haha.
Reno: Hmm.
Anggun: Bencana nikah sama kulkas berjalan.
Author: Hoho readers paling suka karakter siapa nih? Kalo Author suka karakter Reyhan walaupun itu bocah jarang muncul di sini.
Sekali lagi pantengin terus cerita ini and terimakasih.
__ADS_1