
"R-One rawan bakwan bodo amad cepat naik" ketus pria itu yang mulai kesal.
"Dih kok nyolot sih Rey, kan Gua gamau" ujar Clara menatap pria itu dengan tatapan tajam nya.
Bukan nya Reyhan takut melihat tatapan itu, Reyhan tersenyum miring di balik helm nya itu melihat wajah gadis yang ada di depan nya sangat lucu ketika marah. Reyhan turun dari motor dan mendekat kepada Clara lalu menarik lengan gadis itu dan membawa nya ke dekat motor nya.
"Ayo naik" ujar Reyhan yang naik terlebih dahulu.
Setelah berkata seperti itu, pria itu kembali turun dari motor, lalu melihat dari ujung kaki sampai ujung rambut Clara.
"Yaudah deh kalo di paksa mah, sekalian hemat uang" ujar Clara yang bersiap naik ke motor pria itu.
Reyhan yang masih berdiri itu menahan tangan gadis itu untuk tidak naik, lalu mengeluarkan sweater yang ada di dalam tas nya, dengan telaten Reyhan mengikat sweater nya ke bagian pinggang ramping gadis itu.
"Nah kalo gini kan Oke, nanti paha Lu kelihatan, kasian Gua nanti mata orang jadi katarak" ujar Reyhan menatap gadis itu.
Ternyata pria itu tadi mengamati Clara karena rok nya yang hanya sebatas lutut itu, tidak mungkin membawa nya dengan motor bisa bisa gawat.
"Mata Lu katarak, yang ada melongo" ketus Clara dengan kesal membuang muka nya itu.
"Nah ayo" ujar Reyhan yang mulai naik ke motor nya dan lagi-lagi Dia turun dari motor.
"Astaga kok turun lagi sih Rey, kapan berangkat nya kita" teriak gadis itu yang mulai kesal dan menghentakan kaki nya.
Reyhan membuka helm nya, lalu memasangkan nya kepada Clara yang masih marah-marah itu, lalu Reyhan naik kembali ke motor dan menarik tangan gadis itu untuk naik.
__ADS_1
"Udah naik jangan bacot mulu Lu" ujar Reyhan yang sudah menyalakan motor nya.
Dengan perasaan mengerutu Clara naik dan memegang pundak pria itu, dengan kesal Reyhan meletakan tangan gadis itu ke dalam pinggang nya seolah memeluk dari belakang.
"Pegangan tuh begini, nanti lu kejekang Gua bodo amad yah" ujar Reyhan menatap ke belakang.
"Iya iya bawel yok gas" tutur Clara yang mulai sudah capek dengan drama ini.
Reyhan melajukan motor nya membelah jalanan kota yang sangat ramai ketika pagi hari itu karena jadwal nya orang orang untuk berangkat kerja dan sekolah seperti yang mereka saat ini. Reyhan memacukan motor nya dengan cepat sehingga membuat gadis itu memeluk nya lebih erat dan berteriak sambil mencubit perut six pack pria itu di sebalik seragam sekolah nya.
"Reyyyy pelanin oy, kalo mau mati jangan aja Gua" teriak Clara berusaha meyadarkan pria itu agar lebih pelan.
"Hah apa? kurang cepat Cla? Oke" ujar Reyhan dengan bodoh nya menambah kecepatan motor nya.
Kalo lagi naik motor begini semua orang bisa jadi pikun mendadak, orang nanya apa jawab nya apa yah begitu juga Clara dan Reyhan. Sambil tersenyum miring Reyhan merasa senang mengerjai gadis yang sedang memeluk nya itu, setelah beberapa menit mereka di perjalanan, akhir nya sekolah pun terlihat, Reyhan melajukan motor nya ke parkiran sekolah.
"Santuy ga bakal berani parasit kayak gitu gangguin Lu" ujar Reyhan dengan santai nya.
Reyhan memarkirkan motor nya, lalu dengan langkah berat Clara turun dari motor itu dengan masih menggunakan helm milik Reyhan. Pria itu juga turun, Clara bersiap untuk lari masuk ke dalam kelas saat semua mata tertuju kepada mereka berdua.
"Gila itu cewe yang pakai helm siapa?"
"Kak Rey udah sold out"
"Ketua osis kita"
__ADS_1
"Ga mungkin Kak Rey punya pacar"
Bisikan demi bisikan mulai terdengar oleh beberapa gadis yang menghibah Clara dan Reyhan yang sedang berada di parkiran tersebut, Clara yang ingin kabur itu di tahan tangan nya oleh Reyhan dengan kuat.
"Apaan lagi sih Rey" ujar Clara dengan kesal menatap pria itu karena memberhentikan langkah nya.
"Helm gua beg*" kata Reyhan menatap kesal kepada Clara.
Reyhan melepaskan helm itu di kepala Clara, lalu terlihat wajah cantik di balik helm dengan rambut short hair yang sedang terlihat kesal itu, Reyhan merapikan sebagian rambut yang berantakan itu dengan tangan nya sambil tertawa karena lucu melihat ekspresi Clara.
"Lu kayak anak kucing Gua ga dikasih makan malah marah Haha" jelas Reyhan sambil tertawa itu.
Di sisi lain, Axel yang baru sampai di sekolah itu memarkiran mobil nya di parkiran sekolah, saat Dia ingin turun dari mobil nya tidak sengaja mata nya kembali fokus kepada gadis yang sudah tiga kali mencuri pandangan nya.
'Lagi-lagi mereka mesra mesraan di sekolah anak sekolah zaman sekarang sangat tidak memiliki atitude padahal ini di sekolah' batin Axel mencengkram selt belt yang belum terlepas dari badan nya itu.
"Dan kenapa selalu gadis itu yang terlihat dan fokus di mata ku, padahal masih ada siswi lain, atau hanya mereka berdua saja yang melakukan perbuatan tidak senonoh ini" gumam Axel turun dari mobil nya dan langsung menuju ke dalam sekolah.
Saat ini bel masih belum berbunyi dan masih pagi sekitaran jam 6.45 membuat Axel memutuskan untuk mencari sedikit udara segar dan duduk di kursi yang ada di lapangan olahraga sekolah itu. Clara yang juga baru datang bersama Reyhan tadi sekarang bersama Rere dan Anggun mereka bertemu tadi saat di parkiran, Anggun yang tidak sengaja melihat seorang sedang duduk dan menikmati angin pagi itu menahan kedua tangan teman nya.
"Lihat pak Axel diam aja ganteng" ujar Anggun menatap Axel yang hanya diam itu.
"Iyah ganteng banget itu bule, sugar daddy ga yah" sambung Clara yang juga antusias menatap Axel dari jarak beberapa meter itu.
"Gua doa in deh jadi sugar daddy lu Cla" tutur Rere yang ikut nimbrung dalam perkataan dua teman nya yang memang sangat akut kepada para cogan siapa pun pria asal Dia ganteng di sekolah ini pasti selalu di amati oleh Clara dan Anggun kecuali Reyhan, dan Gabriel karena mereka sering bersama dan sudah seperti sohib sekali, perasaan melihat pria tampan tidak ada untuk diri mereka berdua di mata Clara dan Anggun.
__ADS_1
"Kalo kayak pak Axel ganteng bule begitu Gua sih yes yes aja, asal kan belum punya istri, bisa mati Gua di eksekusi istrinya" tutur Clara yang masih tersenyum melihat pria itu.