
Dua minggu telah berlalu, Clara pun sudah lulu dari sekolah menengah atas nya, dengan waktu seminggu itu pula Dia tidak pernah bertemu dengan Alisa, atau pun Axel yang datang lagi ke sekolah, semua orang berkata bahwasan nya Axel sudah berhenti menjadi kepala sekolah di sana, aneh nya entah kenapa Clara merindukan dua insan manusia tersebut yang padahal tidak memiliki hubungan sama sekali dengan nya. Hari ini Clara bekerja seperti biasa nya, karena Dia sudah lulus Clara pun di tetap kan sebagai pegawai tetap dan bekerja dari pagi sampai malam, tapi entah ini hari apes dalam hidup nya gadis kecil itu malah menghadapi masalah yang datang bertubi-tubi, seperti hari ini contoh nya.
Bruk..
Seorang wanita yang serba berpakaian mewah dari atas sampai ke bawah itu, mendorong dengan kuat tubuh kecil milik Clara ke lantai, sehingga kemeja putih nya pun kotor dan mengenai sup yang Dia bawa itu, dengan tangan bergetar Clara mendongkak kepala nya ke atas.
"Lu bisa kerja yang benar ga sih babu! asal Lu tau yah ini sepatu Gua mahal, walapun lu kerja di sini seumur hidup Lu ga bakal mampu buat beli nya!" teriak wanita ke depan Clara yang masih terduduk di lantai.
Bukan nya Clara tidak mau melawan, tapi Dia ingat pesan Bunda nya agar selalu tidak mencari masalah dengan orang yang tidak di kenal, atau itu akan menjadi bumerang sendiri bagi kehidupan nya.
"Maaf kan saya Nyonya" ujar Clara menunduk dan merasa sangat bersalah.
Wanita itu berjongkok di lantai dan menarik rambut Clara agar gadis kecil itu berdiri, Clara yang rambut nya di tarik itu hanya meringis kesakitan dengan wajah menahan tangis. Lalu seorang manager restoran mewah itu datang dan meminta maaf kepada wanita tersebut.
"Maaf kan saya Nyonya karyawan kami tidak sengaja" ujar manajer itu membantu Clara meminta maaf juga.
"Mau sengaja atau tidak, barang ku ini sangat mahal apa kalian tahu?!" teriak wanita itu yang sudah emosi dan tidak terkontrol lagi.
"Kami akan membeli kan yang baru" ujar manajer itu dengan enteng nya menunduk.
Wanita yang mendengar ucapan manajer itu seketika wajah berubah menjadi tambah kesal, Dia mendekat kepada Clara dan menunjuk bahu Clara dengan telunjuk nya sambil mendorong sedikit demi sedikit.
"Aku sudah bilang Pak tua, harga sepatu ini mahal, apa kau rela bangkrut hanya demi karyawan yang bekerja tidak becus ini? lebih baik kau pecat Dia sebelum gadis ini memiliki masalah lai nya!" tutur wanita itu menatap kesal ke arah Clara.
"Nyonya maaf kan saya, pekerjaan saya hanya ini" ujar Clara yang kembali membuka mulut untuk meminta maaf.
__ADS_1
"Itu urusan mu bukan urusan ku gadis miskin, jangan bermimpi setelah mencari masalah dengan ku hidup mu akan tenang" teriak wanita itu dengan kesal.
Bruk..
Wanita itu mendorong kuat tubuh Clara ke lantai dengan tangan nya, lalu untung saja dari arah belakang ada orang yang menahan pinggang ramping gadis itu memeluk nya, pria itu hanya memasang wajah dingin nya menatap Clara.
"Mommy, are you oke?" tanya Alisa yang datang menghampiri Clara dalam pelukan Daddy nya.
Ternyata sejak kejadian itu bermulai, Axel sudah menatap gerak gerik Clara yang sedang bekerja di sana atas permintaan anak nya itu, dengan kesal Axel menerima permintaan Alisa, lalu ketika Clara di perlakukan seperti itu Axel langsung berdiri dan menuju di mana tempat Clara berada.
"Pak Axel?" tanya Clara mendongkak kan kepala nya ke atas menatap wajah tampan pria itu yang sedang memakai jas kerja nya.
Axel tidak menjawab sama sekali perkataan Clara, pria itu melepaskan jas nya dan dengan lembut membalut tubuh gadis itu dengan jas nya, karena baju Clara sebelum nya kena bekas sup dan membuat nya basah dan kotor. Axel mendudukan Clara di kursi di dekat nya, lalu Axel mendekat kepada Wanita yang sebelum nya meneriaki Clara itu.
"Sepatu mu itu sepatu tiruan jangan banyak gaya, Aku akan membeli kan yang asli untuk mu, agar kau tidak malu jika kembali meneriaki seseorang karena sepatu mu yang asli" ujar Axel dengan tajam dan pedas menatap wanita itu.
Manajer yang melihat kehadiran seseorang yang membantu karyawan nya itu tentu mengenal Axel, dengan perasaan terkejut manajer itu meminta maaf kepada Axel.
"Tuan maaf sudah membuat Anda tidak nyaman" ujar manajer itu menunduk kepala nya.
"Mulai hari ini gadis kecil ini tidak akan bekerja di sini, Aku harap kau tidak menerima pelanggan seperti wanita ini" tutur Axel berlalu mendekati Clara dan Alisa.
"Bod*oh kenapa Kau malah minta maaf pada nya? Aku yang korban di sini!" teriak wanita itu yang masih tidak terima.
"Roy kau urus, aku akan pergi" ujar Axel kepada asisten nya itu.
__ADS_1
"Baik tuan" ujar Roy mendekat kepada wanita tadi dan memberikan nya kartu nama milik nya.
Roy mendekat sambil tersenyum tipis, entah kenapa setiap kali membungkam mulut seseorang dengan jabatan nya adalah hal yang paling Dia suka, tetapi hanya kepada orang yang benar-benar bersalah.
"Nyonya ini kartu nama Ku, kalo masih ada masalah sebaik nya anda datangi perusahaan Arnold corp" ujar Roy berlalu pergi dari restauran itu.
Wanita yang tadi mendapat kan kartu nama dari Roy hanya mencengkram nya kuat dan menatap kesal.
'Sial target ku salah, sedikit lagi Aku akan mendapat kan uang dari gadis itu' batin wanita itu.
Di dalam mobil menuju kos Clara
"Mommy, beneran gapapa kan?" tanya Alisa yang terlihat sangat khawatir kepada gadis itu.
"Gapapa kok Alisa beneran" ujar Clara tersenyum menahan ke khawatir nya tentang pekerjaan nya.
"Alica kangen sama Mommy, Alica ga boleh ketemu sama Mommy, kata Daddy Alica harus jadi anak baik dulu biar boleh ketemu Mommy, Alica kecel padahal Alica kangen banget, tapi akhilnya ketemu juga" ujar Alisa berceloteh dengan girang nya itu.
Clara melirik pria yang duduk di samping nya yang hanya bisa terdiam tanpa berkata sepatah kata apa pun pada nya.
Huftt..
Clara menghembus nafas nya dengan kasar dan gusar, Clara hanya bisa mengelus rambut Alisa yang masih bercerita banyak hal tentang diri nya selama tidak bertemu dengan Clara begitu pun perasaan nya.
"Kau jadi lah baby sister anak ku" ujar Axel dengan singkat tanpa menatap Clara.
__ADS_1
Clara yang mendapat tawaran secara mendadak itu seketika menatap ke arah Axel dengan ke bingungan.