Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 82-TERIMAKASIH SUDAH BERJUANG


__ADS_3

Drt... drt...


Ponsel milik Alice bergetar terus menerus, sedangkan yang di telpon ponsel nya ketinggalan di dalam mobil dan kedua pasutri itu sedang duduk di swalayan karena sedang menikmati waktu mereka, lalu saat mengobrol ponsel Michele lah yang mulai berdering.


Drt.. drt...


Michele mengambil ponsel nya dari saku mantel nya dan melihat siapa penelpon, dengan kening berkerut Michele langsung mengangat.


"Mom Ale ada apa?"tanya Michele kepada sang mertua.


"El Anggun sudah melahirkan, datanglah bersama Alice, Aku yakin Alice sangat tidak sabar dengan keponakan nya,"ucap Alessia menjelaskan itu dengan cepat dan suara panik nya.


"Ba baik Mom, Aku akan memberitahu nya,"ucap Michele pamit dan mematikan ponsel nya.


Alice yang sedang mengunyah cemilan nya itu melihat suami nya yang menutup ponsel.


"Siapa?"tanya Alice dengan santai.


"Anggun akan melahirkan, kau menunggu momen ini bukan ayo,"ucap Michele dengan senyum manis nya kepada sang istri.


Sontak Alice berteriak senang, dengan cepat Dia berlari masuk ke dalam mobil meninggalkan Michele yang mengelengkan kepala karena melihat tingkah nya yang lucu.


"Sayang ayo cepat ponakan ku akan OTW,"ucap Alice dengan tidak sabaran nya berteriak.


Sedangkan di lokasi kejadian Reno terus mengengam tangan istri nya dengan kuat di ikuti Keenan yang berjalan dengan bingung seperti orang linglung padahal yang punya istri siapa.


"Sayang jangan takut, emm anggap saja ini simulasi melahirkan,"ucap Reno berpikir keras agar istri nya tetap tenang.


"Tapi ini asli bukan simulasi,"ujar Anggun menjawab dengan wajah kesal nya kepada suami nya itu.


"Aku tidak tahu tetapi tetap kuat,"ucap Reno sekarang asal asalan karena Dia tampak bingung.


Drap.. drap..


"Hanya suami yang bisa ikut, Anda tetap tunggu,"ucap perawat kepada Keenan yang malah ikut nyelonong masuk.


"Tapi Aku haru medokumentasikan ini kepada Tuan nanti,"gumam Keenan yang berdiri di depan pintu.


Brak..

__ADS_1


Pintu di tutup tepat di depan mata nya setalah itu Alessia dan Dante datang dan menunggu duduk di ruang tunggu.


"Apa sudah dalam proses?"tanya Alessia kepada Keenan.


"Saya tidak mengerti tapi kata perawat tadi Nona sudah siap melahirkan segera,"ucap Keenan yang memang mendengar nya saat Anggun bertanya tanya sambil berjalan ke dalam rumah sakit.


Di dalam ruangan para dokter dan perawat siap dalam posisi mereka masing-masing, sedangkan Reno berusaha agar tidak menatap ke arah mana mata nya tertuju, Dia hanya fokus ke wajah istri nya.


"Nyonya, tolong ikuti intruksi yang saya berikan, jika Anda merasakan nya dorong sekuat yang Anda bisa,"ucap dokter melihat jalan lahir yang ternyata sudah pembukaan terakhir.


"Huft hah akhhh,"teriak Anggun mengejan sekuat yang Dia bisa.


"Akhhhhh,"Reno berteriak tidak kalah hebat dari pada suara Anggun yang menarik nafas.


Seketika orang yang berada di luar langsung berdiri mendengar teriakan itu, terutama kedua orang tua Reno.


"Lah kok Reno yang teriak, yang lahiran siapa sayang?"tanya Dante dengan bingung.


"Anak mu itu takut darah, apa kau lupa, mungkin Dia melihat darah,"ucap Alessia kepada suami nya yang malah mengusap cubitan istri nya barusan.


Para dokter yang mendengar teriakan Reno sesekali melirik karena malah tertawa melihat tingkah lucu CEO Alferoz itu yang tampak kocak dengan rambut acak acakan akibat tarikan Anggun, dan sekarang dasi kemeja kerja suami nya itu yang menjadi tarikan Anggun.


Wanita itu tidak mendengar sama sekali rintihan suami nya Dia lebih fokus dengan gejolak yang Dia rasakan untuk mengejan sesuai perintah dokter.


"Tuan, Nyonya anak pertama sudah lahir seorang pria tampan,"ucap dokter itu memberikan kepada perawat.


Reno masih bisa menahan diri nya agar tidak menatap ke bawah karena Dia takut apa yang tidak ingin Dia lihat terjadi.


Dalam hitungan 1 2 3 hembusan nafas Anggun selang beberapa menit berjuang, akhirnya suara tangisan bayi kedua terdengar.


Oekk...


"Selamat bayi kedua perempuan,"ucap dokter menatap penerus Alferoz yang baru keluar.


Reno yang mendengar anak nya perempuan itu seketika sumringah, tapi bukan berarti Dia tidak berharap anak pria, Dia hanya ingin melihat wanita versi Anggun kecil yang bercampur dengan diri nya.


"Ratu kecil ku,"ucap Reno tersenyum mengarahkan mata nya kepada bayi yang baru keluar.


Ya nama nya bayi baru keluar pasti berlemuran darah sedikit dari sarung tangan dokter dan Reno melihat itu semua hingga akhir nya.

__ADS_1


"Darah, anak ku berdarah,"gumam pria itu.


Dan Brak..


Reno terjatuh tersungkur ketika hendak melihat sang putri nya dengan senyum, Anggun yang sudah kelelahan itu sudah bodo amad ketika dokter menanyakan keadaan Tuan Alferoz itu.


"Tuan, Tuan, Nyonya apa Tuan memiliki penyakit, cepat bawa Dia,"perintah dokter karena tidak mungkin mereka mengabaikan pemilik RS.


"Huft, kalian jangan heboh Dia hanya pingsan sebentar, biarkan saja Dia tertidur di sana,"ucap Anggun tersenyum lelah.


Akhirnya dokter mengangguk, istri CEO Alferoz itu akhirnya di pindahkan ke ruangan VVIP dengan anak mereka yang sudah terlebih dahulu saat di ruang tadi di coba Anggun untuk menyusui nya, lalu bayi mereka di pindahkan agak waktu beberapa jam di ruangan khusus bayi sebelum bisa di sentuh semua orang.


Alice berjalan ke ruangan Anggun dengan senyum manis nya, Dia mengabaikan semua orang yang menyapa nya karena sudah mengenali diri nya.


"Dokter Michele apa kabar,"ucap para perawat yang lewat dan menyapa.


Michele hanya berjalan mengikuti langkah Alice hingga mereka sampai di ruangan itu, di mana perut Anggun nampak sudah mengecil dan bayi yang di pegang oleh Alessia dan Dante.


"Aaaa keponakan ku,"teriak Alice dengan senyum sumringah dan terharu.


Tapi sebelum menyapa keponakan nya wanita Antara itu lebih dulu memeluk kakak ipar nya.


"Selamat kak, kau sudah berjuang,"ucap Alice memeluk Anggun yang duduk bersandar dan mengunyah buah-buahan yang di potong Alessia tadi.


"Makasih Al, kakak kamu juga berjuang sampai pingsan haha,"ucap Anggun tertawa mengingat tingkah suami nya di ruangan persalinan tadi.


"Aku tahu pasti Dia pingsan lihat darah,"ujar Alice mengeleng.


"Dia pingsan lihat anak nya ada darah haha,"ucap Alessia yang malah mengosipi Reno yang tidak tahu terbaring di mana itu.


Reno terbangun dari tidur nya terlihat ruangan persalin sudah sepi dan Keenan berdiri mengamati nya hingga pria itu langsung berbicara dan mengerti maksud bingung Reno.


"Anda pingsan tadi, dan Nona Anggun sudah di pindahkan di lantai atas,"ucap Keenan menjelaskan.


Pria itu langsung berlari tidak sabar melihat anak nya dan membuka pintu ruangan dengan kasar.


Brak..


"Sayang,"ucap Reno yang lebih dulu memeluk sang istri dan mengecup kening nya berkali-kali dan melirik anak mereka yang di gendong Mom dan Dad nya.

__ADS_1


"Terimakasih sudah berjuang,"


__ADS_2