
Keringat membasahi jas Axel yang kecapean berlari mengejar Varo yang juga sekarang terlihat juga sudah bermandikan keringat, begitu juga si kembar yang tepar terbaring di karpet bulu-bulu itu karena kecapean mengikut Om Axel dan Daddy mereka main kejar-kejaran.
"Kamu sih, udah gede masih main kejar-kejaran sama Kak Varo,"ujar Clara yang sedang membuka mangga muda itu.
"Sayang harus nya kamu makasih dulu, baru ceramahin Aku,"ucap Axel memelas manja kepada sang istri.
Cup...
Clara mengecup pipi suami nya dengan perasaan bahagia, masih tercium bau badan pria itu tetapi tidak terlalu menyengat ketika siang tadi.
"Makasih Honey, gih mandi dulu,"ucap Clara yang langsung menerima anggukan dan senyuman dari Axel.
"Mas ayo kita pulang dulu, kamu mandi juga bau tahu, lagi pula udah sore, nanti si kembar mulai ngantuk,"ucap Rere kepada suami nya yang sedang berbaring di sofa itu.
Varo langsung berdiri dan mengendong Lenka, Lukas yang sedang bermain dengan Alisa itu, di ikuti oleh Luis, Leon berjalan mengikuti Daddy nya keluar dari mansion Arnolda.
"Clara, Aku pulang dulu yah, pamit dulu sama Aunty,"ucap Rere kepada si kembar.
"Iya Re, hati-hati,"ucap Clara masih mengupas mangga muda nya itu.
"Aunty Ica see you,"ucap si kembar melambaikan tangan kepada Alisa yang sudah duduk di samping Mommy nya.
"See you juga LFour,"ucap Alisa membalas lambain tangan si kecil.
Keluarga William sudah pulang meninggalkan Clara dan Alisa yang sedang duduk di ruang keluarga itu, Alisa membuka sosial media nya seketika wajah gadis itu tertawa lebar menatap foto yang di uploud oleh Om Varo nya itu.
"Mom lihat deh ini Mom,"ucap Alisa memberikan ponsel itu kepada Clara.
Clara yang penasaran melihat anak nya itu tertawa bebas seketika melihat isi ponsel Alisa yang memperlihatkan wajah bengong Axel di atas pohon mangga menggunakan jas sambil memegang dahan pohon, sungguh pria itu terlihat sangat bodoh, image sebagai pewaris Arnolda generasi kedua seketika runtuh di mata publik.
"Pftt astaga, Daddy kamu kasihan banget,"ucap Clara mengatakan kasihan tapi malah tertawa puas menatap foto itu.
__ADS_1
"Lucu banget Daddy, Mom,"ujar Alisa yang juga tertawa terpingkal-pingkal.
Axel yang baru turun dari lantai atas itu, melihat istri dan anak nya tertawa melihat ponsel, langsung merebut ponsel itu dari belakang secara tiba-tiba, kedua gadis itu langsung berhenti tertawa ketika melihat ekspresi Axel yang sangat kesal menatap wajah nya.
"Varo William!!!"teriak Axel kepada orang yang sudah tidak ada di mansion itu.
Sementara Varo yang sudah sampai di mansion William merasa telinga nya berdengung, terlebih perasaan tidak enak apa ini yang Dia rasakan, pria itu hanya bodo amad dan memilih masuk kamar nya.
'Perasaan aja mungkin' gumam Varo.
Axel menahan emosi nya, karena melihat Clara mengelus tangan nya untuk menenangkan diri nya agar tidak terlalu berlebihan, pria itu memang sangat kurang ajar jika mengerjai nya, Axel hanya bisa bersabar kepada si William itu.
"Baiklah, Aku sabar,"gumam Axel duduk di samping istri nya dan melihat Clara yang sedang menikmati mangga muda.
Semantara Alisa yang sedang melihat Mommy nya makan itu, hanya menahan rasa kecut di mulut nya ketika merasakan seolah-olah Dia juga memakan mangga muda itu masuk ke dalam mulut dan menyentuh lidah nya.
"Mmm Mom pasti sangat asam,"ucap Alisa merinding menatap Mommy nya.
"Tidak Mom, Alisa lebih baik makan brokoli saja,"ucap gadis itu lebih memilih sayuran hijau tersebut.
"Apa memang segitu enak nya?"tanya Axel kepada istri nya.
Clara mengangguk terus memakan makanan itu, sudah tiga tahun pernikahan mereka berjalan tetapi Clara masih sangat perhatian kepada nya rasa sayang dan cinta gadis itu tidak pernah hilang seiring bertambah nya usia, begitu pun dengan Axel yang sudah menginjak usia 34 tahun, sementara Clara berusia 21 tahun, dan Alisa 7 tahun, itu perkiraan yang tepat memang semua itu sudah berlalu tiga tahun yang lalu masa-masa cinta mereka yang rumit.
'Mungkin Clara hamil Pak'
Perkataan itu seketika kembali terlintas di otak Axel, pria itu baru teringat ketika hari sudah malam dan dengan cepat Axel mengeluarkan ponsel nya dan memanggil dokter keluarga Arnolda itu untuk datang ke mansion.
"Kau cepat, datang kesini, istri ku, iya" hanya perkataan itu yang terdengar oleh Clara yang menguping telpon suami nya.
"Aku kenapa Honey?"tanya Clara berbicara dengan mulut penuh mangga.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, hanya memeriksa sedikit sesuatu, Aku penasaran,"tanya Axel mengelus rambut istri nya dengan penuh kasih sayang.
"Mmm baiklah,"tanya Clara melanjutkan makanan nya.
Dokter yang sudah sampai pun, di suruh Axel untuk langsung ke kamar, sementara itu Clara hanya menurut kepada Axel ketika Dia bilang dokter hanya akan memeriksa nya seperti biasa, Alisa yang juga penasaran mengikuti langkah Daddy nya itu ke kamar orang tua nya. Dokter memulai memeriksa Clara yang berbaring.
"Honey, Aku kenapa? Apa aku akan mati lebih cepat dari usia ku?"
"Apa Aku memiliki kanker,"
"Atau mungkin umur ku sudah tidak panjang lagi,"
"Honey!!!"
"Jangan diam saja, Aku tidak mau mati, Aku masih mau bersama mu,"rengek Clara kepada suami nya yang malah tertawa melihat tingkah Clara itu.
"Sayang Kau tidak akan mati, kau sehat-sehat saja, ini hanya pemeriksaan biasa,"jelas Axel kepada istri nya itu.
"Nyonya Arnolda, sudah berapa lama Anda telat haid?"tanya dokter itu menatap Clara
Gadis itu sempat berpikir dan menimang-nimang, sudah cukup lama rasa nya Dia tidak haid, seketika otak nya mulai mencerna perkataan dokter itu.
"Sudah hampir dua bulan dok,"ucap Clara dengan ragu dan sedikit gugup, apakah ini hanya telat haid atau memang Dia hamil.
Soal nya waktu itu Clara pernah telat haid cukup lama sekitar satu minggu, Dia mencoba tes ternyata tidak apa-apa keesokan hari nya Dia datang bulan, perasaan itu sedikit membuat Clara kecewa, dan setiap Dia telat haid Dia tidak pernah lagi mengecek atau mengigat tanggal terakhir kapan Dia haid.
"Prediksi Saya Nyonya Arnolda sudah hamil 1 bulan Tuan, tetapi lebih pasti nya lagi Anda bawa kepada dokter obygn lebih tepat,"ucap dokter wanita itu kepada Axel.
Seketika Clara yang mendengar itu langsung terdiam, gadis itu langsung memeluk Axel yang memeluk diri nya juga, Clara menangis sejadi jadi nya bukan karena sedih tetapi karena perasaan bahagia menyelimuti hati nya saat ini.
'Akhir nya malaikat kecil ku kamu datang'
__ADS_1