Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
Part 26- Berdebar


__ADS_3

"lepaskan" ujar varo.


"a--apa yang lepaskan" ujar rere.


"selimut yang kau pakai, apa kau akan berendam dengan selimut itu" tanya varo dengan kesal.


"kau keluar, aku bisa melakukan nya sendiri" ujar rere yang nampak canggung dengan keadaan itu.


"apa kau malu? aku sudah melihat setiap inci tubuh mu" seringai tipis varo.


"dasar mesum, pergi sana" ujar rere mendorong tubuh varo.


"aku mesum dengan istri ku sendiri" ujar varo yang menyangkal tuduhan itu.


"tetap saja sama" ujar rere yang mulai menahan malu.


varo menarik selimut itu tanpa aba aba, dan terpampang lah tubuh polos wanita nya itu. rere yang merasa terkejut berusaha menutupi badan nya dengan kedua telapak tangan nya.


Glekk


varo menegak saliva nya dengan kasar akibat melihat tubuh istri nya itu. ia meresa ingin kembali menerkam gadis itu disini. tetapi varo berusaha menahan hasrat nya karena ia tau rere pasti masih sangat kelelahan.


'sial jangan turn on' batin varo.


"apa yang kau lakukan, kembalikan! sana pergi aku bisa sendiri" ujar rere yang sangat malu dengan keadaan nya saat ini.


varo tak menghirau kan perkataan rere. ia mengangkat tubuh rere dan memasuk kan ke dalam bath up. ia berusaha bersikap biasa saja dan menahan hasrat nya.


"berendam lah ini bisa mengurangi rasa sakit nya, aku akan menunggu mu di luar panggil aku juga butuh bantuan" ujar varo berlalu pergi dari kamar mandi.


"i-- iya" ujar rere menatap varo yang tiba tiba berkata datar.


Varo duduk di tepi ranjang ia tidak bisa menghilang kan pikiran pikiran kotor nya terhadap rere. ia sangat frustasi dengan apa yang ia rasakan, seperti nya rere mulai menjadi candu bagi nya.


"akhh sial" ucap varo mengusap wajah nya dengan kasar, ia terlihat gusar dengan keadaan nya saat ini.


setelah berendam beberapa menit lama nya rere berusaha bangkit, ia lupa mengambil handuk.


"mas varo" panggil rere dari balik pintu kamar mandi.


"ada apa?" tanya varo menghampiri rere yang hanya menonggol kan kepala nya di balik pintu itu.


"boleh minta tolong ambilin handuk sama baju ganti aku ga, sekalian pakaian dalam nya" ujar rere malu mengatakan itu.


"oke" varo mengambil apa yang di ingin kan rere dan langsung di berikan nya.


"nih" varo memberikan nya.


setelah berganti pakaian rere keluar dari kamar mandi. ia ingin sangat lapar dan ingin keluar ruangan tetapi varo memangil nya.


"mau kemana?" tanya varo menghentikan langkah rere.


"laper" ujar rere memasang wajah memelas.

__ADS_1


"ini mas sudah bawa makanan ujar varo.


"mas?" gumam rere.


"kenapa?" tanya varo.


"eh gapapa kok" ujar rere yang nampak bingung.


'kok mas varo ngomong jadi lebih sopan, ga datar datar banget' batin rere menatap varo.


rere memakan makanan yang di berikan varo sambil duduk di sofa yang ada di kamar nya, rere makan dengan lahap, seperti nya ia sudah menghabis kan banyak tenaga nya malam tadi, sehingga ia membutuh kan stamina yang banyak.


"mas palo ng mayan?" rere bertanya dengan mulut penuh.


"jangan berbicara saat makan, nanti tersedak" ujar varo yang terus menatap rere makan itu.


rere menyodor kan sendok ke depan mulut varo menandakan ia ingin menyuapi varo.


"aa" ujar rere.


"gausah" ujar varo.


"mas varo jijik yah bekas aku?" tanya rere yang meletak kan sendok nya kembali.


varo yang melihat perubahan wajah rere merasa bingung dengan tingkah gadis itu.


"ngak mana, sini suapin" ujar varo.


ke esokan hari nya. rere sudah merasa lebik baik dari hari sebelum nya. ia mengeliat di atas.


"sudah bangun" suara bariton menghentikan aktivitas rere.


ia melihat varo yang sedang memasang kemeja kerja nya di depan cermin.


"udah" ujar rere.


"sini" panggil varo kepada rere.


rere pun mendekati varo.


varo memberikan dasi nya kepada rere.


"buat apa mas" kata rere yang kebingungan dengan dasi itu apa yang harus ia lakukan.


"pasangin, ini kewajiban mu kau istri ku" ujar varo dengan datar.


Deg


jantung rere berdegup dengan kencang tak kala mendengar perkataan varo itu. membuat nya entah kenapa merasa ber bunga bunga.


rere berusaha memasang kan dasi untuk varo, tetapi dengan tinggi varo yang lumayan berbeda dengan rere, membuat rere kesusahan menjangkau tubuh varo yang lebih tinggi. rere hanya setinggi dada varo.


"ish" ujar rere yang nampak kesal dan berusaha berjinjit itu.

__ADS_1


varo yang melihat itu pun membungkuk kan badan nya agar rere lebih mudah.


"dasar pendek" gumam varo menatap mata rere.


mereka sangat dekat satu sama lain jarak wajah varo dan rere hanya beberapa inci, deru nafas varo terasa hangat menerpa wajah rere. begitu pun juga varo.


Deg deg deg


degup suara jantung mereka berdua saling bersahutan.


'aku harap dia tak mendengar nya, jantung tolong jangan seperti ini' batin rere.


"su sudah" ujar rere yang menjauh dari varo.


"terimakasih, aku akan pergi dulu" varo pun berlalu pergi untuk kerja.


................


Siang ini rere berencana ingin mengantar kan makanan kepada varo ia sudah tidak sabar lagi. masakan apa yang akan ia buat sekarang agar varo bisa memuji nya.


"hmm masak apa yah?" ujar rere berpikir sambil menatap bahan makanan.


shinta yang melihat menantu nya itu menghampiri nya.


"lagi ngapain re?" tanya shinta menghampiri nya.


"mau buat makan siang untuk mas varo mom" ujar rere sambil tersenyum.


"astaga kamu lucu banget sih" shinta memeluk gemas menantu nya itu. shinta memang sangat menyayangi anak perempuan dan menyukai nya. tapi bukan berati ia tidak suka dengan anak lelaki. ia cuman berpikir kalo anak perempuan itu bisa berbagi hal yang sama dengan nya.


"mommy masakan kesukaan mas varo apaan yah mom?" ujar rere bertanya.


"astaga kalian sudah hampir 1 bulan menikah tapi tidak tau makanan kesukaan masing masing" ujar shinta menggeleng kan kepala nya.


"gimana yah mom, habis nya mas varo itu orang nya irit ngomong" kata rere.


"haha memang dia persis daddy waktu masih muda dulu" cerita shinta mengingat betapa pendiam nya sang suami saat masa mereka pacaran.


"maka nya rere mau ngomong di jawab nya seada nya aja"


'apa mungkin mas varo belum suka sama aku ya, jadi dia belum terbuka?. tunggu kenapa aku mikir gitu kita kan nikah buat cari keuntungan masing masing. rere bodoh!' batin rere sambil mengumpat diri nya sendiri.


Bersambung....


jangan lupa like, coment and favorite


makasih yang sudah like♥️


and makasih 1k like nya♥️


aku senang walaupun coment nya dikit ada beberapa yang antusias untuk nunggu lanjutan cerita ini, tapi aku memang cuman update 1 hari 1 episode mohon bersabar yah kakak sekalian.


stay terusss~~

__ADS_1


__ADS_2