Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 23-PENOLAKAN YANG PASTI


__ADS_3

Keesokan hari nya


Hari ini adalah hari libur Anggun di kantor, gadis itu sudah bersiap-siap pergi keluar untuk bertemu Jason, sekarang pukul menunjukan 10.31, gadis itu melewati kolom renang, yang terdapat seorang pria sedang berenang.


"Pemandangan yang bagus,"gumam Anggun tersenyum melihat itu.


Tring.. tring..


Bunyi ponsel mengalihkan Anggun yang sedang menatap suami nya dengan tatapan lapar dan tergoda itu.



Reno yang sedang fokus berenang itu, yang mendengar suara ponsel lalu mengalihkan perhatian nya sebentar kepada Anggun yang terlihat ingin bergegas itu, Anggun kembali menatap ke arah mereka dan tidak sengaja mata mereka saling bertemu, Reno membuang muka dan kembali meloncat ke dalam kolam renang.


'Palingan mau bertemu dengan pacar nya, cih' batin Reno.


Anggun yang merasa bahwasan nya Reno juga menatap diri nya itu, hanya menunduk sedih dan berlalu pergi karena Reno masih cuek kepada nya.


'Mata kami saling bertemu kan? Dia menatap ku bukan' batin Anggun.


Mobil milik Anggun membelah jalanan ibu kota di pagi hari, kota Roma saat libur lumayan ramai di karenakan para turis yang datang atau pun penduduk kota yang sekedar berjalan-jalan mencari udara segar, mobil Anggun akhir nya berhenti di sebuah taman kota yang lumayan ramai. Gadis itu memilih duduk di salah satu kursi di sana, perhatian nya teralih kepada keluarga kecil dan satu anak mereka yang di gendong pria yang terlihat bahagia itu.


"Apa kita juga bisa seperti itu,"gumam Anggun tersenyum.


Drap.. drap..


Suara derap langkah kaki terdengar mengema, Anggun kaget melihat Jason yang di antar dengan mobil dinas serta banyak nya anggota kepolisan yang mendampingin Jason.


"Anggun,"ucap pria itu menghampiri Anggun.


Seketika tempat Anggun duduk di kelilingi oleh anggota kepolisan serta tatapan dari turis dan penduduk kota yang takjub ke arah kerumunan nya, anggota kepolisian itu berbaris lalu menyapa Anggun.


"Salam kenal Nona,"ucap mereka serempak.

__ADS_1


Seketika Anggun hanya tersenyum canggung tidak tahu harus melakukan apa, lalu menarik tangan pria itu mendekat kepada nya.


"Usir mereka kak, Aku ingin berbicara empat mata tentang jawaban khusus untuk mu, Aku mohon,"ucap Anggun dengan memelas kepada pria itu.


Jason yang mengerti itu, akhir nya mengangkat satu tangan nya dan memerintahkan untuk bubar kepada bawahan nya itu.


"Bubar, lanjutkan patroli di kota,"ucap Jason berkata lantang.


"Siap laksanakan komandan,"ucap mereka pergi dengan mobil dinas yang menjauh beberapa banyak itu.


Akhirnya Anggun bisa bernafas lega mendengar ucapan pria itu, mereka berdua memilih duduk di kursi taman, Anggun tampak menghela nafas nya, Dia bingung ingin mulai dari mana pembicaraan itu.


"Jadi apa jawaban mu?"ucap Jason menatap gadis itu.


Anggun melirik ekor mata Jason dengan tatapan serius, akhir nya mereka mulai berbicara serius.


"Kak, maaf, Aku tidak bisa, Aku mencintai suami ku,"ucap Anggun dengan tegas sambil menunduk.


Pria itu hanya terdiam, Jason tidak bergeming, Anggun melirik wajah pria itu yang terlihat tenang dan juga tidak marah kepada nya.


Entah kenapa Anggun hanya bisa menangis mendengar jawaban Jason, bukan karena tidak bahagia, Dia hanya sedih kenangan mereka yang banyak belum tentu membuat mereka berdua mengukir masa depan bersama, malah cinta Anggun bermuara pada pria yang mengatakan tidak mencintai nya sama sekali.


"Izinkan Aku memeluk mu, untuk terakhir kali nya,"ucap Jason.


"Hmm,"Anggun mengangguk dan terus menangis.


"Terimakasih, telah menerima ku dahulu, maaf kan Aku jika ada salah, dan katakan maaf ku kepada Reno,"ucap Jason dengan tulus kepada gadis itu.


"Hiks hiks maafkan Aku kak, maafkan Aku, Aku mencintai pria es itu, Aku tidak tahu kenapa, maaf kan Aku yang juga membuat mu menunggu jawaban dan perasaan ku yang tidak pasti, hari ini Aku sudah memastikan akan mencintai suami ku dengan tulus, dan memberikan semua dunia ku kepada nya, terimakasih sudah pernah menjadi bagian dunia ku, Aku juga pernah mencintai mu dengan tulus, Aku harap kakak segera bertemu dengan penganti ku,"ucap Anggun memeluk pria itu tanda perpisahan mereka secara baik kali ini.


Jason melepaskan pelukan nya lalu tersenyum getir, sedangkan Anggun sekarang entah kenapa perasaan nya sudah lega memberikan jawaban kepada pria itu, serta beban yang selama ini menghantui sudah menguap, pikiran nya kini hanya fokus kepada suami nya itu.


"Kak, Anggun pamit dulu, sekali lagi terimakasih,"ucap Anggun berlalu berlari kecil.

__ADS_1


Sedangkan Jason menutup wajah nya dan mengusap wajah nya dengan gusar, berusaha menahan air mata nya sekuat mungkin agar tidak ada yang melihat keadaan nya yang sudah tertolak.


Dengan semangat Anggun melangkah kan kaki nya ke dalam mansion itu, gadis itu terus tersenyum dan ingin berusaha mengakrabkan diri nya kembali dengan Reno.


"Kita akan berangkat satu jam dari sekarang Tuan,"ucap Keenan kepada Reno yang sedang memegang sebuah dokumen dan memilah nya, tatapan mata pria itu tampak fokus.


Anggun yang mendengar sumber suara itu menghampiri kedua pria itu yang terlihat sangat fokus dan terburu-buru.


"Siapkan koper ku,"ucap Reno kepada Keenan.


"Kalian mau kemana,"ucap Anggun dengan tatapan penasaran.


"Perjalanan bisnis ke Belanda,"ucap Reno dengan seadanya.


"Kapan kembali?"ucap Anggun dengan raut kecewa.


"Siapkan koper ku cepat,"ucap Reno kepada Keenan.


Anggun yang melihat Keenan juga sibuk itu angkat bicara untuk membantu suami nya.


"Biarkan Aku saja,"ucap Anggun berusaha pergi.


Tapi tangan nya di cekal oleh Reno, tatapan pria itu hanya datar tanpa mengatakan apa pun pada nya.


"Keenan!"ucap pria itu dengan tatapan tajam.


"Baik Tuan,"ucap Keenan buru-buru naik ke lantai atas.


Asisten Reno itu hanya bisa mendengus kesal dengan raut wajah yang lelah, karena Dia juga harus melakukan urusan seperti itu.


'Tuan, Nona cepat lah berbaikan,' batin Keenan tersiksa.


"Aku akan menyuruh Alice tinggal, untuk menemani mu,"ucap Reno datar dan meninggal kan istri nya.

__ADS_1


Seketika Anggun menangis di ruang tamu itu, air mata nya lolos, entah kenapa penolakan Reno melakukan hal pribadi untuk suami nya, membuat Anggun sedih, mengamasi barang pribadi suami tentu tugas istri, tapi Reno lebih meneriaki Keenan untuk menyuruh asisten nya itu tanpa mau menerima tawaran Anggun.


'Dia hanya menolak dengan hal kecil, kenapa Aku jadi sedih'


__ADS_2