
Reno yang sudah berteriak itu tidak membuat Anggun bangun dari tidur nya, seolah olah tidur nya sangat nyenyak dan tidak bisa di ganggu gugat.
"Kau ini tidur, atau latihan mati,"kesal Reno berusaha mendorong kaki Anggun menjauh dari atas badan nya itu.
Pria itu sudah memikirkan cara agar gadis kecil itu bangun, dengan tatapan kesal Reno memegang hidung Anggun yang sedang tertidur dan menekan kuat menghambat lajur pernafasan nya itu, hingga akhir nya Anggun yang tertidur pulas itu merasa pasokan oksigen nya terhambat dan membuat nya terpaksa membuka mata lebar.
Plak..
Anggun memukul lengan besar pria itu dengan tatapan kesal nya.
"Hah, Hubby apa yang kau lakukan, Aku bisa mati,"ucap Anggun dengan suara serak khas bangun tidur nya.
"Kau juga, apa begini memperlakukan orang sakit?"ucap Reno dengan wajah datar nya.
Gadis itu mengerjapkan mata nya lalu menatap posisi kaki dan tangan nya yang menghimpit badan pria itu, sebuah tonjolan sangat terasa di paha Anggun, hingga otak gadis itu baru berproses dan berteriak menjauh dari suami nya.
"Akh, astaga apa yang Aku lakukan,"ucap Anggun gugup menjauh dari Reno.
Anggun melihat bagian bawah Reno yang menonjol, tatapan gadis itu langsung mendapat lemparan sebuah bantal di kepala nya.
"Perhatikan mata mu,"ucap Reno yang sebenarnya juga malu dan menarik selimut untuk menutup bagian bawah nya hingga ke dada.
"A aku akan membuat kan bubur,"ucap Anggun dengan gugup dan berusaha berlari.
Karena terlalu gugup dan tidak melihat langkah nya kaki Anggun yang ingin menyentuh lantai dari posisi atas kasur ke bawah itu tersangkut di selimut itu.
Bruk..
Tubuh kecil nya terjatuh dengan kepala yang mendarat terlebih dahulu, tapi hal itu tidak membuat Anggun kesal atau apa Dia malah langsung berdiri dengan wajah yang masih gugup.
"Apa kau tidak apa-apa?"ucap Reno dengan khawatir mendengar suara jatuh yang cukup lumayan keras.
"Ti tidak apa-apa, Aku akan menyiapkan sarapan, pintu nya mana yah, oh sana,"ucap Anggun yang malah bingung sendiri dan berlalu pergi.
Reno yang melihat itu hanya tersenyum miring, melihat tingkah lucu Anggun yang sedikit aneh menurut nya, pria itu berusaha ke kamar mandi walaupun tubuh nya terasa lemas, karena panggilan alam sangat menuntut dan memaksa nya harus ke kamar mandi.
__ADS_1
Tring.. tring..
Reno yang sehabis dari kamar mandi itu, menarik ponsel dan duduk kembali dan bersandar di sofa dengan infus yang masih menancap.
"Ada apa Keenan, Aku akan berangkat sebentar lagi,"ucap Reno kepada asisten nya itu.
"Sebaiknya Anda istirahat Tuan, karena Nyonya besar menyuruh Saya untuk menghandle pekerjaan kantor sementara, saya cuman ingin memberitahu itu,"ucap Keenan kepada Reno.
"Mommy? Kenapa Mommy tahu Aku sakit, bukan nya Dia belum pulang,"ucap Reno dengan bingung.
"Semalam Nona Anggun yang menelpon, Dia sangat panik melihat Anda pingsan,"ucap Keenan yang menjelaskan nya secara detail itu.
Pria itu yang mendengar setiap kalimat Keenan sekali kali merasa bingung, kenapa sikap Anggun sangat aneh menurut nya, akh Dia tidak tahu kalo belum melihat secara langsung, lalu setelah sesi tanya jawab itu Reno mematikan ponsel nya.
Krek..
Anggun masuk ke dalam kamar itu, Reno melirik gadis itu dengan tatapan yang masih mengingat cerita Keenan tadi.
"Hubby, apa kau mau langsung makan?"ucap Anggun kepada suami nya.
"Tapi kau kan masih di infus, itu tidak mungkin, tahan saja,"ucap Anggun mengigatkan nya.
"Cukup mengelap nya saja, karena badan ku terasa sangat kotor,"ucap Reno mendengus kesal kepada Anggun yang tidak mengerti.
"Oh, baiklah Aku akan menyiapkan nya,"ucap Anggun berlari ke kamar mandi.
Gadis itu membawa baskom kecil berisi air hangat dan handuk kecil untuk melap itu, Reno hanya menatap bagaimana tangan Anggun bergerak kesana sini menuruti keinginan nya.
"Ini,"ucap Anggun meyodorkan lap nya dan berlalu pergi.
Tangan gadis itu di tahan oleh Reno, dengan tatapan heran Anggun membalik badan nya dengan tatapan bingung.
"Kau mau kemana, bantu Aku, bagaimana orang sakit bisa melakukan ini sendiri,"ucap Reno dengan helaan nafas pelan.
"A a aku? membantu mu mandi?"ujar Anggun dengan gugup dan wajah nya yang langsung memerah karena malu.
__ADS_1
"Tentu, kau istri ku bukan, atau suruh saja pelayan membantu ku,"ujar Reno menyuruh gadis itu.
Anggun langsung mengambil lap itu dari tangan Reno dengan gelengan cepat nya.
'Enak saja pelayan melihat tubuh mu, Aku saja masih jarang,' batin Anggun yang tidak terima dengan saran Reno.
"Aku akan membantu,"ucap Anggun dengan tatapan yakin nya.
"Bantu Aku lepas kaus ini, nanti gantikan saja dengan baju yang ada kancing nya,"ucap Reno kepada istri nya itu.
"Ba baiklah,"ucap Anggun.
Pria itu pelan-pelan membuka kaus nya dengan di bantu Anggun, agar infus yang Dia pakai tidak tertarik secara kasar, setelah selesai membuka kaus itu, terlihat dada bidang suami nya yang kekar, membuat Anggun meneguk saliva nya kasar.
Glek..
"A aku akan mulai,"ucap Anggun.
"Hmm,"ucap Reno santai sambil menatap wajah gadis itu yang sudah berubah menjadi buah cerry.
Tangan Anggun mengusap setiap inci badan Reno, sekali kali kulit tangan nya tidak sengaja tersentuh langsung dengan roti sobek itu, tanpa di sadari Anggun malah mengelap dengan tangan nya dan lap itu tertinggal di baskom saat Dia ingin mengambil air dan membasahi kain nya lagi.
'Surga dunia, ternyata aset berharga suami ku sangat memukau tidak kalah jauh dengan milik artis kesukaan ku,' batin Anggun dengan tersenyum aneh.
Reno yang merasakan sentuhan Anggun itu bukan nya bukan mengelap tubuh nya, membuat Reno menahan hasrat akibat tangan lembut istri nya menyentuh badan nya.
"Ekhem, kau niat apa tidak?"ucap Reno dengan ketus kepada istri nya.
Anggun yang mendapat teguran itu seketika kaget dan melihat tangan nya yang sudah kemana mana itu, wajah nya memerah dan menjauhkan tangan nya yang tadi menyentuh tubuh Reno menjauh.
"Akh maafkan Aku Hubby, tangan ku sangat nakal, kau nakal!"ucap Anggun yang malah menatap tangan nya sendiri dengan geram dan mengutuk nya.
Reno yang melihat itu hanya tersenyum lucu, ternyata Anggun yang kasar dan cerewet itu juga memiliki sisi lucu yang tidak banyak di ketahui orang, ada kala nya Dia bersikap bodoh seperti sekarang ini.
"Ada-ada saja, cepat, habis ini Aku ingin makan,"ucap Reno kepada Anggun.
__ADS_1
Anggun mengangguk tanda paham dan menyelesaikan itu dengan cepat, lalu membantu kembali Reno memasang baju.