Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

Beberapa hari setelah kelahiran baby twins keluarga Alferoz selalu di selimuti kebahagian, termasuk kedua orang tua Reno yang sangat antusias terhadap baby twins, di karenakan orang tua Anggun baru bisa melihat cucu mereka setelah beberapa hari lewat kelahiran Anggun berlalu.


Seperti saat ini contoh nya, karena Anggun sudah membaik dan bisa berjalan, mereka memutuskan untuk membawa pulang dan baby twins pulang ke mansion Alferoz.


"Sayang, selamat,"ucap Ananda kepada sang anak perempuan yang paling Dia sayangi.


"Mana cucu Opa,"ucap Lumuis mengendong gemas si putri kecil Alferoz yang nampak terlelap di gendongan nya.


Anggun sangat bahagia bisa melahirkan anak kembar dan memberikan dua cucu untuk orang tua nya, terlebih Dia adalah anak tunggal dan orang tua nya sangat bahagia ketika mendengar berita si kembar.


"Oiya sayang hari ini ada acara kelulusan Alice kan,"ucap Alessia yg sedang mengendong Dean dalam dekapan nya.


"Aku ingin ikut,"ujar Anggun dengan antusias mengatakan itu kepada semua orang.


Reno yang baru pulang untuk makan siang dari kantor itu mendengar suara Anggun, langsung memeluk istri nya dari belakang.


Grep...


"Tidak boleh,"ucap Reno dengan tegas.


"Hubby sudah balik, kenapa?"tanya Anggun dengan wajah cemberut nya membalikan badan menatap Reno yang lebih tinggi dari pada diri nya.


"Reno benar kau belum boleh terlalu banyak aktivitas,"ucap Alessia kepada sang menantu.


"Tapi kan Aku mau memberikan kado yang sudah Aku siapkan,"ucap Anggun yang memang memberikan beberapa kado kepada Alice.


Dia melirik buket bunga yang sudah Dia siapkan, serta beberapa paper bag yang berisi hadiah brand yang sudah Dia bungkus dengan lucu.


"Apa perlu Aku suruh mereka untuk melaksanakan acara nya di sini?"tanya Reno dengan wajah datar nya.


"Kau, mana mungkin sayang,"ujar Anggun dengan wajah kesal.


"Tidak ada yang tidak mungkin untuk Alferoz,"ucap Reno dengan wajah tatapan tajam nya.


Anggun hanya mendengus kesal memang itu saja memang bisa, tapi tidak mungkin hanya demi diri nya pria itu mengeluarkan uang banyak.


"Aku hanya diam nanti tidak akan kelelahan,"ucap Anggun memohon kepada suami nya itu.

__ADS_1


Reno melepas pelukan nya dan menatap istri nya dengan tatapan datar, Anggun memberikan wajah puppy eyes nya membuat Reno menghela nafas nya dengan kasar lalu berkata.


"Boleh,"gumam Reno mengatakan itu dengan lirih.


Seketika Anggun yang mendengar izin dari suami nya langsung berteriak kegeringan dan memeluk Reno dengan gemas.


"Horeee makasih,"ucap Anggun dengan heboh.


"Tapi,"


"Cuman sebentar, dan baby twins dengan siapa Aku tidak suka mereka di sentuh orang lain,"ucap Reno dengan tatapan tidak suka.


"Mereka akan bersama Oma dan Opa nya, kalian pergi lah ya kali keluarga besar Alferoz tidak datang pasti Alice menunggu nya,"ucap Ananda mengatakan itu kepada Reno.


Pandang mata Anggun tertuju kepada Mama nya seolah berkata kalau Dia sangat berterimakasih.


"Makasih Ma, Anggun ga lama kok,"ucap Anggun mengecup kening Dhea dan Dean bergantian lalu berjalan masuk ke kamar mereka untuk ganti baju.


Begitu pun yang lain nya bersiap-siap untuk pergi ke kampus Alice, sementara itu Alice yang sudah menerima ijazah nya itu dan nama nya di panggil sebagai lulusan terbaik universitas nya membuat sang suami yang ada berdiri di deretan kursi keluarga ikut bangga atas kepintaran sang pujaan.


Drap.. drap...


Alice tampak cantik menggunakan toga bewarna dark blue, Dia naik dengan wajah santai dan elegan nya membuat semua pasang mata melirik ke arah nya.


"Tidak ada kata sambutan yang berarti, hanya ucapan yang tidak terbatas untuk para dosen yang telah membimbing kami, dan untuk kalian para lulusan berbakat di dunia bisnis, bisa mendaftar di perusahaan Alferoz, Aku akan membantu jika kalian memang punya bakat, jangan lewatkan Alferoz masa depan kalian akan terjamin,"ucap Alice dengan senyum menyeringai dan mengintimidasi nya.


Seketika semua orang bertepuk tangan dengan keras.


Prok.. prok..


"Emang anak pengusaha pemikiran nya berbeda,"


"Iya baru lulus aja langsung kepikiran buat nyari orang-orang untuk perusahaan nya,"


"Seperti nya Aku akan mencoba di Alferoz gaji nya mengiurkan, lagi pula otak ku sangat baik,"


Para mahasiswa dan mahasiswi yang mendengar itu saling berbisik mendengar pidato singkat dan padat itu, Alice turun dari Autodorium dan semua orang di bubarkan, para keluarga yang datang menyambut dengan senyum hangat.

__ADS_1


Terlebih Alice yang di kerubuni para adik tingkat nya yang memberikan banyak bunga dan coklat membuat Alice kewalahan, tapi Dia tetap menerima karena itu adalah coklat kesukaan nya!


"Terimakasih, tangan ku sudah penuh letakan di bawah sini Aku akan membawa pulang,"ucap Alice dengan wajah sumringah.


"Selamat kak Al,"


"Selamat,"


Ucapan selamat berdatang terutama kedua teman Alice yang tampak membawa buket bunga yang berisi uang itu, membuat mata Alice berbinar.


"Ini dari ku dan Rion,"ucap Degava memberikan itu kepada Alice.


"Makasih bestie,"ucap Alice memeluk Degava dan menepuk bahu Rion pelan karena Alice sadar diri harus menjaga perasaan Michele.


Menyebut nama pria itu, Michele berdiri di luar gerombolan yang menutupi Alice, pria itu tersenyum mendapati istri nya yang bahagia, Michele tidak mempermasalah kan nya terlebih para pria yang mendekati Alice sudah tahu kalau gadis itu sudah menikah.


Alice mencari sosok suami nya, dengan mengedarkan seluruh pandangan nya Dia menatap Michele yang berdiri.


"Teman-teman terimakasih untuk hadiah nya, tapi maaf sekarang Aku akan menemui suami ku dulu yah,"ucap Alice dengan sopan agar tidak mengecewakan kenalan yang sudah berbaik hati memberikan nya hadiah.


Mereka berangsur pergi satu persatu dan Michele mendekati Alice dan memeluk gadis itu dengan penuh kasih sayang, tampak seorang pria datang membawa buket bunga besar dan sebuah selempang yang di buat Michele bertuliskan Nyonya Antara.


"Haha apa-apaan ini,"ucap Alice lucu melihat selempang itu.


"Itu hanya nama agar semua orang tahu,"ucap Michele menaikan bahu nya.


Dengan senang hati Alice menerima selempang itu dan memakai nya dan hadiah lain Dia letakan di bawah, dan memegang buket bunga mawar merah besar dari Michele.


"Harusnya kau memberikan buket nya itu kunci mobil yang bergelantungan banyak dengan segala model sayang,"ucap Alice bercanda.


"Kau mau? Aku akan membuat nya jika kau ingin,"ucap Michele to the point.


"Tidak! Tidak Aku bercanda, buat apa kita membeli banyak mobil, kita hanya berdua,"ucap Alice langsung menyangkal dengan kaget melihat ekspresi serius Michele.


Lalu ketika berbincang suara Anggun terdengar berteriak di ruangan itu menyapa Alice.


"Allll"

__ADS_1


__ADS_2