Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 27-KEMBALI KE KANTOR


__ADS_3

Reno duduk dengan tenang di meja makan itu, seperti anak kecil yang menurut menunggu Ibu nya menyelesaikan masakan, sementara itu Anggun terus masak dengan cekatan dan tangan yang bergerak lincah, Reno menatap Anggun sambil tersenyum miring, hingga akhir nya seorang gadis datang menghancurkan lamunan Reno.


Brak..


"Hayo loh, lihatin kakak ipar sampe mau ileran,"goda gadis itu sambil mengejek kakak nya.


"Ck, jangan menghina ku,"ucap Reno berdecak kesal kepada adik nya itu.


Alice memilih duduk di kursi depan Reno, lalu berteriak ke dapur tampak Anggun sedang memasak.


"Kakak ipar, apa kau juga membuatkan seafood kerang pedas kesukaan ku?"ucap Alice setengah berteriak kepada Anggun agar bisa mendengar nya.


"Tentu, kau pasti juga belum makan, duduk lah Alice,"ucap Anggun tersenyum sekilas dan melanjutkan masakan nya.


Pria itu hanya berdecak kesal menatap adik nya yang malah merepotkan Anggun itu dengan meminta membuatkan makanan nya.


"Kau ini, sangat tidak sopan jangan meminta seperti itu,"ucap Reno menatap tajam Anggun.


"Suka-suka dong, Alice kan adik ipar nya,"ujar Alice dengan bangga membuang muka.


"Ya Aku juga bisa melarang mu, kan Aku suami nya,"ujar Reno menekan kata kata suami itu.


"Suami kok lama pulang ke rumah nganggurin istri, kak Anggun itu cantik, udah pintar masak, cara ngomong nya udah sopan, definisi Anggun banget buat kakak, kalo begini nanti kakak di tikung loh,"ucap Alice menakut-nakuti kakak nya itu.


Reno yang mendengar itu hanya bisa bernafas kesal.


'Aku memang sudah di tikung,' batin Reno.


"Kok kau yang cerewet,"gemes Reno menarik hidung adik nya itu.


"Au sakit, kakak Aku bukan anak kecil lagi!"teriak Alice menarik rambut kulkas itu.


"Alice jangan tarik rambut ku,"ucap Reno menahan tangan adik nya.


Begini lah kelakuan kedua kakak beradik itu, Reno yang memang pendiam sangat suka di jahili adik nya dan membuat kulkas itu marah dan terus mengoceh jika ada Alice, apa lagi seperti sekarang ini saat Alessia tidak ada di mansion, tidak akan ada yang melerai mereka. Hingga akhir nya sebuah tangan menarik telinga mereka.


"Akh kakak ipar sakit, jangan tarik telinga ku,"ucap Alice memelas kepada Anggun.


"Little, kau,"ucap Reno dengan kesal kepada istri nya.

__ADS_1


"Maafkan Aku, tapi kalian berdua janji akan berhenti?"ucap Anggun dengan tatapan tajam dan tegas.


Mereka berdua meneguk saliva mereka dengan kasar dan tatapan menurut, lalu mengangguk serampak melihat ekspresi wajah Anggun yang serius dan tegas itu.


'Kakak ipar kenapa malah jadi mirip Mommy kalau marah,' batin Alice yang diam itu.


'Kebiasaan Mommy menarik telinga, apa ini juga di pelajari nya?' batin Reno penuh selidiki.


"Oke, kalian sudah tenang, Aku akan membawa makanan nya,"ucap Anggun menepuk kedua tangan nya itu sambil tersenyum.


Gadis itu masih menggunakan afron nya, dan cekatan menyusun masakan dengan rapi di meja itu, Anggun juga meminta para koki hanya memasak jika Dia menyuruh, karena Reno yang jarang pulang seperti bang toyib itu, Dia merasa masakan nya nanti akan terbuang percuma.


"Wah, kau terbaik kakak ipar,"ucap Alice dengan antusias memberikan dua jempol nya.


Anggun hanya tersenyum menerima pujian dari adik ipar nya itu, sedangkan Reno masih melihat lalu, menyuapi satu sendok dan lolos masuk ke mulut nya, Anggun menatap suami nya itu masih memasang ekspresi datar, tidak ada pujian atau bantahan Dia hanya melanjutkan makan nya dalam diam.


'Memang benar kata Alice, Dia sangat berusaha belajar masak, ini sangat enak,' batin Reno.


Gadis itu yang menunggu-nunggu pujian dari Reno, menatap kesal suami nya.


"Hubby, jadi gimana?"ucap Anggun dengan tiba-tiba.


Reno tersedak makanan nya ketika istri nya itu memanggil panggilan sayang seraya menatap diri nya dengan wajah mereka yang sangat dekat, tentu hal itu membuat pria itu sangat malu dan membuat nya salah tingkah.


Anggun yang kaget suami nya tersedak itu langsung memberikan air secepat nya.


"Kau tidak apa-apa Hubby?"ucap Anggun dengan khawatir.


Reno berusaha menormalkan wajah nya serta kembali dengan raut wajah datar, panggilan Hubby belum sangat terbiasa di pendengaran Reno dan tentu itu membuat nya gugup, Dia menghilangkan kegugupan nya dengan deheman.


"Ekhem, Aku tidak apa-apa, masakan mu enak little,"ucap Reno memuji tanpa menatap Anggun.


Gadis itu tersenyum dengan antusias, karena akhir nya dapat pujian dari Reno.


"Kakak ipar kau terlalu polos, Dia itu malu karena kau memanggil nya seperti itu,"seringai Alice menaik turunkan alis nya menatap Reno.


Pria itu membalas tatapan Alice seolah olah mereka saling bertelapati.


'Tutup mulut mu, atau Aku tidak akan memberikan mu uang jajan lagi,' tatap tajam Reno

__ADS_1


'Ck, dasar kau sok jual mahal seperti wanita' Kesal Alice kepada kakak nya itu.


'Bukan urusan mu' tatap Reno.


Akhirnya malam itu mereka habiskan dengan mencoba masakan Anggun di era baru, masakan yang sekarang lebih baik.


Pagi hari nya


Anggun bersiap-siap pergi ke kantor, dan lagi-lagi Reno lebih dulu pergi dari gadis itu, Anggun memakai pakaian kantor yang sangat cantik bewarna soft pink itu, karena hari ini mereka akan meeting dengan perusahaan Alferoz dan kim, hal itu membuat Anggun kembali bersemangat.


Tring.. tring notifikasi ponsel Anggun mengalihkan perhatian nya.



Anggun hanya mendengus kesal melihat pesan dari Papa nya yang terus mengeluh karena Anggun tidak masuk ke kantor sudah beberapa hari ini.


Chen Fei menjemput Anggun ke mansion, dan menyambut kedatangan Nona nya kembali ke perusahaan, mobil mereka sampai di gedung Alferoz dengan di ikuti oleh sekretaris nya, dan CEO Kim yang juga berpapasan dengan Anggun di lobi saling menyapa.


"Nona Edward, senang bertemu Anda, apa kita langsung saja?"ucap Kim Jeon berbasa basi.


"Kebetulan sekali Tuan Kim, ayo,"ucap Anggun tersenyum manis.


Anggun melirik satpam yang berjaga di gedung itu, tetapi Dia tidak melihat satpam yang mencekal dan melarang nya waktu itu.


'Kemana Dia, padahal Aku ingin mengatakan kalo Aku bisa masuk lift petinggi,' batin Anggun.


Kedua orang itu masuk dengan di sambut oleh Keenan dan di antar kan ke ruang meeting, terlihat Reno yang sudah duduk di sana dengan manis.


'Suami ku sangat tampan jika serius,' batin Anggun.


"Silahkan Nona Edward, Tuan Kim, kita bisa langsung mulai, dan sebelumnya maaf untuk beberapa hari sebelumnya saya tidak bisa menghadiri rapat,"ucap Reno dengan datar.


"Santai Tuan Alferoz, saya tidak masalah, Nona Edward seperti nya juga sedikit lega karena sekarang kita bisa bertemu langsung,"ucap Kim Jeon duduk di kursi nya.


"Kedepan nya tidak ada toleransi lagi Tuan Alferoz,"ucap Anggun juga duduk.


'Perang dingin, Aku merasakan nya' batin Keenan.


......................

__ADS_1


Untuk para readers sekalian, apakah S3 ini terlalu menantang, kok pada emosi, author baca komen kadang suka ngakak haha, yuk nikmati proses nya, ya kali mau langsung di jebol ga ada proses nya, ga seru dong kalo langsung tamat, terimakasih dukungan nya hwhwh~


__ADS_2