
Dua minggu sudah berlalu semenjak hari itu, Reno semakin jarang pulang ke mansion begitu pun Anggun yang kian heran dengan perasaan nya kepada Jason, gadis itu merasa memang senang Jason mengaku kesalahan nya tapi perasaan nya itu sangat aneh, dan kepada Reno Dia selalu merasa gelisah kepada pria itu.
Anggun selalu bertanya dan merasa heran, kenapa pria itu jarang pulang? Kenapa pria itu tidak memarahi nya lagi, kenapa pria itu tidak mengajak nya berbicara lagi, kenapa sikap nya setiap hari semakin terasa jauh, hanya kenapa. Itu lah yang Anggun pikir kan.
Perusahaan Edward inc.
Tring.. tring..
Sebuah pesan masuk ke ponsel Anggun yang sedang berada di ruangan meeting itu, gadis itu melirik ponsel nya yang ternyata itu adalah pesan dari Jason.
Anggun, apa kau punya waktu ayo kita pergi ke taman hiburan sewaktu kita pacaran, bagaimana?
Gadis itu hanya melirik nya sekilas, entah kenapa perhatian Jason sekarang tidak seindah masa mereka pacaran dahulu, Anggun juga bingung.
'Harusnya Aku bahagia pria yang Aku cintai dahulu dan Aku tunggu berbalik melangkah menatapku tapi kenapa?' batin Anggun.
"Jadi bagaimana Nona Anggun Edward,"ucap Keenan yang sedang duduk di ruang meeting itu.
Brak..
Anggun mengebrak meja itu dengan kasar, tatapan mata gadis itu terlihat sangat tidak terima, oh seperti nya Dia baru ingat kalo saat ini detik ini Dia sedang mengadakan meeting pertemuan dengan dua perusahaan tentang peluncuran kerjasama produk baru.
"Bagaimana kata mu, CEO Alferoz kalian itu sangat tidak profesional, bagaimana sudah beberapa hari ini Dia tidak datang dan malah melimpahkam pekerjaan nya kepada asisten nya, bagaimana sistem pekerjaan kalian hah?!"teriak Anggun yang langsung mendapat tatapan dari semua kolega di sana.
__ADS_1
"Nona Edward, kami bekerja sebaik mungkin, apa Anda barusan meremehkan cara kerja Alferoz? Walaupun Tuan saya mengirim hanya saya seorang asisten nya, tapi pekerjaan ini tetap sampai di tangan beliau,"ucap Keenan menprovokasi keadaan itu.
Gadis itu mendengus kesal mendengar jawaban yang sangat pintar dari asisten Reno yaitu Keenan yang pintar beralasan itu.
"Tidak ada alasan, tidak ada perentara sebaik nya Kau bilang itu kepada Ceo Alferoz,"ucap Anggun memutar kursi putar nya itu menghadap keluar jendela ruang meeting.
Chen Fei sebagai pendamping sekaligus asisten CEO nya itu sudah tidak tahu lagi jalan pikir Anggun, padahal hanya dengan perantara pekerjaan ini tetap berjalan baik seperti biasanya.
"Nona, tenanglah mungkin Pak CEO Alferoz sangat sibuk,"ucap Chen Fei kepada majikan nya itu.
Sementara itu Kim Jeon sebagai orang ketiga dalam peluncuran produk baru itu hanya bisa memejamkan mata nya serta melipatkan kedua tangan nya ke dada mendengar keluh kesah CEO Edward itu, Jeon mendengus nafas nya kesal.
"Nona Edward seperti nya Anda ada dendam pribadi kepada CEO Alferoz, apa cara berpikir CEO Edward seperti ini? Apa Anda tidak bisa hanya menilai cara kerja asisten Alferoz sebagai perantara juga menghasilkan hal yang baik dalam meeting ini,"ucap Jeon membuka mata dan angkat bicara.
"Tuan Kim, Saya bicara bukan tanpa alasan, proyek ini sangat berkaitan utama dengan Tuan Alferoz, apa sikap nya bisa di toleransi terus menerus, kerjasama ini juga mempertaruh kan harga diri perusahaan Edward dan Kim,"ucap Anggun memutar kembali kursi itu dan menatap Jeon yang juga menatap nya tajam.
"Sebaiknya kita akhiri meeting kali ini, Keenan sebaik nya kau diskusikan lagi dengan Tuan Alferoz agar Dia bisa langsung turun tangan, Nona Edward saya pamit,"ucap Kim Jeon keluar ruangan meeting itu di ikuti oleh asisten nya.
"Terimakasih kerja keras nya Tuan Kim,"ucap Chen Fei menduduk dan mengantar pria itu keluar ruangan.
Kini di ruangan itu hanya tinggal Keenan dan Anggun, gadis itu hanya bisa diam entah kenapa setiap hari Dia selalu penasaran dengan kabar Reno, sedang apa, dimana dengan siapa, sudah makan atau belum pertanyaan itu terus bermunculan di otak nya.
Sangat aneh pikiran nya selalu di hantui oleh pria itu, sedangkan Jason hanya perasaan seperti seorang akh tidak tahu pikiran nya kacau saat ini, Anggun sendiri tidak tahu perasaan nya kepada Reno.
__ADS_1
"Katakan semalam kemana Dia, jangan beralasan lembur lagi, Kau kira Aku bisa di bodohi terus menerus seperti in?"ucap Anggun kepada Keenan yang sedang duduk dan melihat dokumen-dokumen yang ada di meja nya.
Keenan melirik mata elang Anggun yang tampak kesal dan tajam melirik diri nya, di dalam hati Keenan sudah berteriak alasan apa lagi yang harus Dia berikan, walaupun wajah Keenan sangat normal menatap Nona nya itu tapi berbading terbalik dengan batin nya.
'Akh Aku bisa gila, padahal ini masalah kalian, kenapa Aku juga harus ikut ambil Andil dalam masalah ini, Aku tidak bisa beralasan lagi dan lagi' batin Keenan.
"KEENAN!!!"teriak Anggun dengan kesal kepada pria itu.
Asisten itu hanya mendengus nafas nya dengan perlahan melihat Nona Edward itu semakin emosi.
"Kenapa Anda tidak tanyakan sendiri, bukan nya Anda ini istri nya, di posisi ini saya cuman asisten bukan istri tuan Reno seperti Anda,"ucap Keenan menatap majikan nya yang membuang muka itu.
"Kau sangat pintar berbicara, mulut ku hanya akan berbuih terus mengoceh kepada mu, lihat saja Aku akan mengadukan sikap mu pada suami ku,"kesal Anggun yang berlalu melewati Keenan.
"Suami? Anda sungguh menganggap Tuan Reno suami Anda, sungguh kemajuan yang membuat Saya takjub, Saya kira hubungan Anda hanya sebuah ikatan, sebaik nya Anda bercemin pantas kah diri Anda mengatakan itu sementara sikap Anda berbanding terbalik,"ucap Keenan dengan datar.
Deg..
Bagai di sambar petir langkah Anggun langsung terhenti mendengar perkataan asisten suami nya itu, gadis itu terdiam, dada nya terasa sangat sesak mendengar penuturan itu.
'Kenapa Keenan berkata seolah-olah Aku melakukan sebuah kesalahan, apa mungkin?' batin Anggun.
Bukan tanpa alasan Keenan berani menyindir istri Tuan nya itu, pria itu hanya tidak tahan melihat Reno yang lebih dingin dari sebelum nya, serta setiap malam selalu mengajak nya ke bar untuk minum walapun masih batas wajar tetapi tetap saja minum alkohol setiap hari bukan lah hal yang bagus.
__ADS_1
'Huh bukan nya Aku kasar, tapi Aku sudah tidak tahan melihat sikap Tuan Reno dan Nona Anggun yang sama-sama egois is another of level egois' batin Keenan.
Pria itu pergi dari ruangan meeting perusahaan Edward itu dengan langkah besar nya, meninggalkan Anggun yang berdiri mematung sendirian entah apa yang Dia pikir kan.