
Suasana di sebuah ruangan khusus ini terasa sangat romantis, dengan lilin aroma dan alunan musik klasik yang di setel sangat memanjakan pendengaran, seorang gadis cantik dengan dress hitam serta pria tampan juga memakai tuxedo hitam mengengam tangan gadis itu.
"Jadi velentine days?"tanya Alice yang mendapat gengaman dari Michele.
Michele hanya mengangguk menjawab pertanyaan gadis nya itu, siapa yang tidak menyukai jika pasangan mereka mengingat momen romantis yang di rayakan seperti ini, Alice bahagia tapi masalah nya gadis itu sangat malu saat tadi Michele menjemput nya sore hari di cafe.
Flasback on
"Dokter Michele saya sudah mengukur dress untuk pacar Anda, kami akan mengirim nya nanti sore secepat nya,"ujar karyawan itu kepada Michele.
"Baiklah terimakasih,"ujar Michele mengeluarkan kartu gold nya untuk membayar pakaian tersebut.
Alice yang sehabis emosi itu di suruh Michele untuk menunggu di kursi depan butik, karena pria itu takut Alice akan menarik rambut wanita yang Dia ajak bertengkar tadi.
"Lama!"ujar Alice melihat Michele yang keluar dari butik dengan cemberut.
"Apa kau ingin menemani ku bekerja?"tanya Michele kepada gadis itu.
"Tidak bisa, sebentar lagi Aku akan pergi dengan teman ku membahas tempat observasi wawancara kami,"ujar Alice berdiri mengambil tas nya.
Pria dewasa itu hanya mengangguk mendengar penuturan Alice dan menjalankan motor nya sampai ke rumah sakit, hanya ada keheningan sepanjang jalan dan sesekali Michele mengecup tangan Alice yang memeluk nya.
Motor berhenti di depan rumah sakit, gadis itu bersiap menjalankan motor nya tetapi Michele menahan sebentar.
"Ingat nanti Aku menjemput, kau jangan lama ok?"ujar Michele memperingatkan gadis itu.
"Iyah bawel, sini kiss dulu,"ujar Alice membuka helm nya.
Dengan senang hati Michele mendekat dan mencium bibir gadis itu sekilas, sungguh bahagia kedua pasangan itu mengingat pernikahan mereka akan berlangsung dalam waktu dekat.
Muach..
"Bye, Aku pergi dulu Daddy haha,"ujar Alice melajukan motor nya.
'Ck, apa Dia berkata Daddy maksudnya Aku sugar Daddy?' batin Michele mengeleng kepala nya dan melangkah kan kaki nya ke dalam rumah sakit yang sang besar itu.
Drap.. drap..
Saat Michele melangkah kan kaki nya, seorang merangkul pundak nya siapa lagi kalau bukan junior yang selalu menganggu nya itu.
"Senior kau dan kakak ipar sangat romantis dan tidak tahu tempat yah,"ujar pria itu menaik turun kan alis nya.
__ADS_1
"Kucing aja kawin masa kau tidak,"ujar Michele menanggapi dengan tatapan datar.
Jedar..
Bagai di sambar petir sindiran itu membuat langkah junior Michele terhenti sambil meratapi nasib nya.
"Senior!!! Mulut mu sangat kejam,"teriak pria itu meringis sedih.
Waktu dan jam berlalu Alice yang tadi nya hanya di mansion, sore hari nya bersiap menuju sebuah cafe yang terkenal untuk menjadi bahan objek observasi mereka, gadis itu turun dari bawah.
"Cepat banget pergi nya Al?"tanya Alessia kepada anak nya yang turun.
"Pergi kemana?"tanya Alice dengan heran mengambil jus dalam kulkas.
"Lah bukan nya kamu pergi sama Michele, tadi El minta izin ke Mommy buat ajakin kamu dinner malam ini berdua katanya,"ujar wanita itu.
Alice meneguk minuman yang Dia pegang hingga habis, tenggorokan nya terasa sangat segar lalu berbicara.
"Sampai minta izin? Astaga lucu banget, tapi Aku mau belajar kelompok, nanti langsung kesana aja deh,"ujar Alice pamit.
"Yaudah hati-hati,"ujar wanita itu mengatakan.
"Hati-hati Non,"ujar supir itu.
Gadis itu mencari sosok ketiga teman nya yang sudah memesan tempat duduk karena cafe itu memang selalu ramai oleh para pengunjung yang datang.
"Al!!"teriak Degava.
"Oi bentar,"balas Alice berteriak tanpa tahu malu.
Dengan langkah kecil Alice duduk dan langsung menyambar minuman yang ada di tangan Degava itu.
"Hah enak banget,"ujar Alice meletakan gelas itu.
"Anjir minuman Gua,"ujar Degava berdecak kesal.
"Udah jangan ribut, mulai aja sekarang,"tutur Rion salah satu teman kelompok Alice.
Mereka berempat dua wanita dan dua pria, mereka langsung saja mulai meminta beberapa pengunjung mengisi kusioner yang telah mereka buat dan wawancara dan hasil dokumentasi, dan untuk laporan saat ini sedang di ketik oleh Degava.
Lama waktu berlalu mereka asik membuat tugas membuat Alice lupa dengan janji dinner dengan sang pacar tanpa Dia sadari.
__ADS_1
"Gerah banget, ini kapan kelar nya?"tanya Alice melihat ketikan yang Degava buat.
"Dikit lagi,"ujar Degava.
Rion melihat Alice begitu, berdiri di belakang Alice dan membenarkan ikat rambut gadis itu yang di sanggulan asal dan membuat rambut nta jatuh dan agar tidak gerah.
"Weh tenkyuu bestaii,"ujar Alice menepuk lengan pria.
"Dari pada Lu ngeluh mulu,"ujar Rion mengusap wajah Alice mengambil helain rambut untuk di ikat.
Michele yang sudah bersiap dan mendatangi mansion ternyata gadis nya tidak ada mencari Alice ke kafe yang di beritahu supir Alice, pria itu sudah rapi dan sangat keren, tubuh kekar nay terlihat sangat pas di balut dengan jas hitam ala ceo-ceo, dan benar saja Michele melihat Alice di sana bersama dengan teman-teman nya.
Tapi wajah nya memancarkan tatapan ketidaksukaan nya ketika ada pria yang mengikat kan rambut Alice dan di pandangan Michele itu sangat romantis.
Brak..
Pria itu menutup mobil bugatti nya dengan asal dan melangkah kan kaki nya, dengan langkah besar Michele menepuk bahu pria itu yang sudah mengikat rambut Alice.
Grep..
"Siapa ya?"tanya Rion dengan heran mendapat tatapan aneh.
"Hei, Aku paling tidak suka milik ku di sentuh,"ujar Michele menyingkir kan pria itu.
Alice yang mendengar suara yang Dia kenal langsung membalikan tatapan nya dan menatap sang pacar seperti menahan amarah.
'Haduh mode cemburu ini,' batin Alice yang paham dengan tatapan pria itu.
Bruk..
Gadis itu berdiri dan memeluk Michele seolah menenangkan pria itu dengan pelukan nya.
"Sayang, kau di sini astaga Aku lupa dengan acara kita,"ujar Alice masih memeluk Alice.
Pria itu tidak menjawab, dan melepaskan ikatan rambut Alice dan memasang nya kembali lalu mencium wajah gadis itu berulang kali sampai keseluruhan membuat Alice menutup mata nya menahan malu.
"Apa yang kau lakukan, mereka melihat kita,"ujar Alice kesal.
"Menetralkan tangan pria ini, Dia menyentuh wajah mu kan,"ujar Michele.
'Duh setelah Daddy dan Kak Reno, sekarang pacar ku juga ikut ikutan posesif?'
__ADS_1